← Beranda
Peran Rahasia Mario Aji dan Veda Ega Pratama! Kiandra Ramadhipa Bongkar Resep Mental Baja Bersaing di Level Dunia
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 16 Mei 2026 | 14.45 WIB
Dukungan Veda Pratama dan Mario Aji untuk Kiandra Ramadhipa usai menangi MotoGP Rookies di Jerez. (Honda Team Asia)

JawaPos.com — Nama Muhammad Kiandra Ramadhipa makin mencuri perhatian setelah tampil impresif di sejumlah ajang balap internasional sepanjang musim ini. Pebalap muda Indonesia tersebut mengungkap peran penting Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama dalam membentuk mental bertarung dan perkembangan teknik balapnya di level dunia.

Pengakuan itu langsung menarik perhatian pecinta otomotif nasional.

Banyak yang menilai dukungan dari Mario Aji dan Veda Ega Pratama menjadi faktor penting di balik pesatnya perkembangan Kiandra Ramadhipa dalam persaingan balap internasional yang semakin ketat.

Mario Suryo Aji Jadi Gambaran Nyata Jalan Menuju MotoGP

Bagi Ramadhipa, Mario Aji bukan hanya senior di lintasan balap. Sosok pembalap Indonesia yang kini tampil di kelas Moto2 itu dianggap sebagai bukti nyata pebalap Tanah Air mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Ramadhipa mengaku banyak belajar dari perjalanan karier Mario selama berkompetisi di Eropa.

Ia mulai memahami kerasnya tuntutan disiplin, pola latihan, hingga pentingnya konsistensi untuk bertahan menghadapi tekanan di level internasional.

“Melihat Kak Mario berjuang di Eropa membuat saya paham seberapa keras disiplin yang harus dijalani untuk bisa bertahan di level dunia,” ujar Ramadhipa.

Perjalanan Mario Aji juga membuka pandangan Ramadhipa soal besarnya pengorbanan menuju MotoGP.

Tidak hanya kemampuan balap, tetapi juga kesiapan fisik, mental, dan adaptasi terhadap budaya balap Eropa menjadi tantangan besar yang wajib ditaklukkan setiap pebalap muda.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona

Kehadiran Mario sebagai pembalap Indonesia di Moto2 ikut memberi dampak psikologis bagi generasi muda.

Ramadhipa menilai pencapaian tersebut membuat mimpi tampil di level dunia terasa lebih realistis bagi pembalap Indonesia.

Veda Ega Pratama Jadi Pemicu Mental Kompetitif

Jika Mario Aji menjadi simbol perjalanan menuju MotoGP, maka Veda Ega Pratama hadir sebagai pemacu semangat kompetitif Ramadhipa di lintasan.

Kiprah Veda yang tampil dominan di Asia Talent Cup membuat Ramadhipa semakin termotivasi meningkatkan kualitas balapnya.

Ramadhipa mengaku banyak mempelajari karakter balap Veda yang agresif tetapi tetap cerdas dalam mengambil keputusan.

Ia mulai memahami pentingnya racing line, manajemen ban, dan momentum menyerang saat duel berlangsung ketat.

Menurut Ramadhipa, salah satu kelebihan terbesar Veda adalah keberanian mengambil risiko dalam situasi penting. Hal itu membuatnya belajar menjaga mental tetap tenang ketika menghadapi tekanan lawan di lintasan internasional.

Dominasi Veda Ega Pratama di level junior Asia juga menjadi alarm bagi rival-rival muda dari negara lain.

Kehadiran pembalap Indonesia yang mampu bersaing secara konsisten mulai memperlihatkan perkembangan kualitas pembinaan balap nasional.

Kedekatan Ramadhipa dengan Veda tidak hanya terjadi saat balapan. Mereka juga aktif berdiskusi mengenai teknik berkendara, evaluasi performa, hingga cara membaca karakter sirkuit yang berbeda-beda.

Baca Juga: Moto3 Catalunya 2026 Makin Panas! 3 Rival Berat Ini Bisa Gagalkan Veda Ega Pratama Tembus Q2

Ekosistem Astra Honda Racing Team Dinilai Mulai Menunjukkan Hasil

Hubungan erat antara Mario Aji, Veda Ega Pratama, dan Ramadhipa memperlihatkan kuatnya ekosistem pembinaan yang dibangun Astra Honda Racing Team.

Meski bersaing di lintasan, ketiganya tetap saling mendukung demi meningkatkan kualitas balap Indonesia di level internasional.

Budaya berbagi pengalaman disebut menjadi salah satu kekuatan utama pembinaan pembalap muda Indonesia saat ini.

Para pebalap senior tidak segan memberikan masukan soal teknik balap, adaptasi di Eropa, hingga cara menjaga fokus saat menghadapi tekanan besar.

Ramadhipa merasakan langsung manfaat dari lingkungan kompetitif tersebut. Ia mengaku lebih cepat berkembang karena mendapat banyak masukan dari pembalap yang sudah lebih dulu merasakan atmosfer persaingan internasional.

Ekosistem yang sehat itu dinilai menjadi modal penting untuk menciptakan regenerasi pebalap Indonesia secara berkelanjutan.

Dengan semakin banyak pembalap muda tampil di level Asia dan Eropa, peluang Indonesia melahirkan pembalap kelas dunia makin terbuka.

Mental Baja Jadi Senjata Utama Hadapi Persaingan Dunia

Selain teknik balap, Ramadhipa menilai kekuatan mental menjadi faktor paling menentukan di level internasional. Persaingan ketat membuat pembalap tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan motor dan kemampuan teknis.

Ia belajar dari Mario Aji dan Veda Ega Pratama soal pentingnya menjaga fokus ketika hasil balapan tidak sesuai harapan. Menurutnya, pembalap muda harus mampu bangkit cepat dan tetap percaya diri menghadapi seri berikutnya.

Tekanan besar juga datang dari ekspektasi publik yang terus meningkat terhadap pembalap Indonesia.

Baca Juga: Saya Tetap Bangga! Imran Nahumarury Pasang Badan Usai Semen Padang Digunduli Persebaya Surabaya 7 Gol Tanpa Balas

Namun, Ramadhipa memilih menjadikan tekanan itu sebagai motivasi untuk terus berkembang dan membuktikan kualitasnya di lintasan dunia.

Kini nama Kiandra Ramadhipa mulai disebut sebagai salah satu calon bintang baru motorsport Indonesia.

Dukungan pengalaman Mario Aji dan daya saing tinggi Veda Ega Pratama membuatnya diyakini memiliki fondasi kuat untuk melangkah lebih jauh menuju panggung balap dunia.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona

EDITOR: Hendra