JawaPos.com - Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, mengungkapkan Megawati Hangestri Pertiwi tidak mengalami cedera serius. Dia menyebut, cedera yang menghantui pemain anyarnya itu terlalu dibesar-besarkan.
Megawati resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Hyundai Hillstate pada Senin (11/5). Bintang voli Indonesia itu menjadi kepingan terakhir untuk mengisi slot kuota pemain Asia jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026/2027.
Sebelum bergabung dengan klub asal Suwon tersebut, tersiar kabar kalau Megawati mengalami cedera lutut. Cedera yang dialami pemain berjuluk Megatron itu bahkan diklaim cukup serius.
Baca Juga: Simak Sejarah Hyundai Hillstate dan Deretan Prestasi Tim Baru Megawati Hangestri
Namun, Kang Sung-hyung menyatakan Megawati tidak mengalami cedera serius. Dia bahkan menyebut pevoli berusia 26 tahun itu memiliki tekad yang kuat untuk mengarungi musim bersama Hyundai Hillstate.
“Saya sudah bertemu langsung dengan Mega dan tidak melihat ada masalah besar pada kondisi fisiknya,” ujar Kang Sung-hyung, dipetik dari Hani, Selasa (12/5/2026).
“Saya juga melihat keinginannya yang sangat kuat untuk kembali bermain di V-League,” sambungnya.
Baca Juga: Sampai Ketemu di Korea! Pesan Perdana Megawati ke Pendukung Hyundai Hillstate
Kang Sung-hyung menjelaskan bahwa sempat muncul pembicaraan soal Megawati akan menjalani operasi akibat cederanya. Namun, menurutnya tindakan tersebut tidak diperlukan karena kondisi sang pemain tidak parah. Ia pun menilai kabar soal cedera Megawati terlalu dibesar-besarkan.
“Memang sempat ada pembicaraan soal operasi, tetapi kondisinya tampaknya tidak separah itu. Cedera yang dialaminya sepertinya dibesar-besarkan,” ungkapnya.
“Jika bisa menjaga kondisinya dengan baik selama pramusim, saya rasa tidak akan ada masalah baginya untuk menjalani musim baru secara penuh,” tegas Kang Sung-hyung.
Ini menjadi kali kedua Megawati berkarier di Korea Selatan. Sebelumnya, ia pernah memperkuat Red Sparks selama dua musim beruntun pada 2023/2024 dan 2024/2025. Penampilannya pun sangat impresif hingga mendadak menjadi bintang.
Dalam dua musim tersebut, Megawati sukses membawa Red Sparks lolos ke play-off perebutan juara pada musim pertamanya. Lalu di musim kedua, ia bahkan sukses membawa timnya melaju ke final, namun gagal persembahkan gelar juara.