JawaPos.com — Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama sukses mencuri perhatian pada Moto3 GP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans, Sabtu (9/5/2026). Rider asal Gunungkidul, Jogjakarta itu secara mengejutkan melesat ke posisi keenam kualifikasi setelah sebelumnya tampil “adem” sepanjang sesi latihan bebas.
Performa Veda Ega Pratama langsung menjadi bahan pembicaraan penggemar MotoGP.
Pembalap muda binaan Indonesia itu memperlihatkan peningkatan drastis saat sesi paling menentukan dan sukses mengamankan posisi start di baris kedua untuk balapan utama.
Strategi “Sembunyi Taring” Veda Ega Pratama Mulai Terlihat
Veda Ega Pratama sebenarnya memulai akhir pekan GP Prancis 2026 dengan performa cukup menjanjikan. Pada sesi FP1, ia mampu menempati posisi ke-11 lewat catatan waktu 1 menit 41.887 detik.
Namun situasi berubah saat masuk FP2 karena Veda justru tercecer hingga posisi ke-20. Catatan waktunya hanya 1 menit 41.476 detik atau terpaut sekitar 1,2 detik dari pembalap tercepat di sesi tersebut.
Penurunan performa itu sempat membuat banyak penggemar khawatir. Tidak sedikit yang mengira Veda bakal kesulitan bersaing di Le Mans yang dikenal teknis dan penuh tekanan.
Tetapi ternyata, posisi ke-20 itu seperti bagian dari skenario besar. Veda Ega Pratama justru tampil menggila ketika memasuki sesi Q2 yang menjadi penentuan starting grid Moto3 GP Prancis 2026.
Mendadak Ganas Saat Q2, Veda Pangkas Waktu Hampir Satu Detik
Mental balap Veda Ega Pratama benar-benar terlihat saat kualifikasi berlangsung. Pembalap muda Indonesia itu mendadak memangkas catatan waktunya secara ekstrem menjadi 1 menit 40.304 detik.
Artinya, Veda berhasil melesat hampir satu detik lebih cepat dibanding performanya di FP2. Lonjakan waktu itu langsung mengangkatnya ke posisi keenam dan membuat banyak pengamat mulai memberi perhatian serius.
Dengan selisih hanya 0,260 detik dari peraih pole position, Veda menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap yang mampu tampil maksimal di momen paling penting.
Kecepatan rata-ratanya juga mencapai 159.427 km/jam, angka yang sangat kompetitif di kelas Moto3.
Capaian tersebut sekaligus menjadi salah satu hasil kualifikasi terbaik pembalap Indonesia di lintasan Eropa. Veda tidak lagi dipandang sebagai sekadar penggembira, tetapi mulai dianggap ancaman nyata di barisan depan.
Posisi Start Keenam Jadi Modal Besar di Le Mans
Memulai balapan dari posisi keenam memberi keuntungan besar bagi Veda Ega Pratama. Le Mans merupakan sirkuit yang terkenal sempit dan rawan insiden terutama pada tikungan pertama.
Start dari row kedua membuat peluang Veda untuk menghindari kekacauan di lap awal semakin terbuka. Posisi itu juga memberi kesempatan lebih besar untuk langsung menempel rombongan terdepan sejak awal balapan.
Baca Juga: Hasil Kualifikasi Moto3 Prancis 2026: Veda Ega Start Posisi 6!
Kepercayaan diri Veda dipastikan meningkat setelah melihat lonjakan performanya sendiri. Apalagi, pembalap asal Gunungkidul itu dikenal punya gaya balap agresif ketika memasuki pertengahan hingga akhir lomba.
Karakter seperti itu membuat banyak penggemar mulai berharap kejutan podium bisa tercipta di GP Prancis 2026. Terlebih, Veda terlihat mampu menjaga ritme dan konsistensi kecepatan saat tekanan meningkat.
Veda Ega Pratama Mulai Jadi Ancaman Serius di Moto3
Performa Veda Ega Pratama di Le Mans menjadi bukti perkembangan besar pembalap muda Indonesia tersebut. Ia memperlihatkan kemampuan adaptasi cepat terhadap sirkuit Eropa yang selama ini terkenal sulit untuk rider Asia.
Baca Juga: Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Yang paling mencolok adalah kemampuannya menyimpan potensi di sesi latihan lalu meledak pada saat kualifikasi. Strategi seperti itu biasanya hanya dimiliki pembalap dengan mental kuat dan pemahaman teknis matang.
Penggemar MotoGP Indonesia pun mulai dibuat penasaran dengan aksi Veda pada balapan utama. Sebab, pembalap satu ini kerap tampil lebih agresif ketika lampu start sudah padam.
Jika mampu menjaga posisi pada lap-lap awal, peluang Veda untuk bertarung di grup depan sangat terbuka. Le Mans bisa menjadi salah satu balapan paling penting dalam perjalanan kariernya di Moto3 musim 2026.
Satu hal yang mulai dipahami para rival adalah jangan mudah tertipu dengan gaya tenang Veda Ega Pratama. Ketika momentum datang, pembalap muda Indonesia itu bisa berubah sangat ganas dan langsung memberi ancaman nyata di lintasan.
Statistik Veda Ega Pratama di Moto3 GP Prancis 2026
FP1: P11 (1’41.887)
FP2: P20 (1’41.476)
Q2: P6 (1’40.304)
Starting Grid: Posisi 6