← Beranda
Tim Uber Indonesia Gagal Ulangi Kisah 2024, Amallia Cahaya Pratiwi: Kami Sudah Mencoba
Taufiq ArdyansyahSenin, 4 Mei 2026 | 17.43 WIB
Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Dok: PBSI)

JawaPos.com — Langkah tim putri Indonesia di ajang Uber Cup harus terhenti di babak semifinal. Menghadapi Korea Selatan di Forum Horsens, Denmark, Sabtu (2/5), Indonesia menyerah dengan skor 1-3.  

Hasil ini memastikan Srikandi Merah Putih membawa pulang medali perunggu. Putri Kusuma Wardani dkk gagal mengulang prestasi 2024.  Saat itu, Indonesia berhasil mencapai babak final setelah menyingkirkan Korsel di semifinal.

Namun, Korsel kali ini memang lebih solid. Indonesia langsung berada dalam tekanan sejak partai pertama. Tunggal putri pertama, Putri Kusuma Wardani, harus mengakui keunggula, An Se Young (ASY), dengan skor 19-21, 5-21.

Putri mengakui sempat mampu mengimbangi permainan di gim pertama. Namun, perubahan ritme dari lawan membuatnya kesulitan di gim berikutnya. ”Di gim kedua dia mengubah kecepatan dan saya banyak mati sendiri,” ujarnya.

Indonesia kembali tertinggal setelah ganda putri pertama, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi, kalah dari pasangan Korea, Baek Ha Na/Lee So Hee lewat pertarungan tiga gim 16-21, 21-19, 15-21. 

”Kami sudah menerapkan pola yang benar. Tapi, pada beberapa poin, fokus turun dan pengembalian jadi salah,” ucap Febriana.

”Kami sudah mencoba yang terbaik,” timpal Amallia.

Meski tertinggal 0-2, Indonesia sempat membuka asa lewat tunggal kedua, Thalita Ramadhani Wiryawan. Ia tampil lepas dan sukses menundukkan Sim Yu Jin dua gim langsung 21-19, 21-19.
Bermain tanpa beban menjadi kunci kemenangan Thalita.

”Saya coba main lepas saja, nothing to lose. Alhamdulillah bisa menang,” ucapnya.

Baca Juga: Juara Liga Portugal! Andre Villas-Boas dari Bench ke Puncak, FC Porto Langsung Menggebrak

Namun, harapan Indonesia pupus pada partai keempat. Ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus mengakui keunggulan Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong dengan skor 16-21, 18-21. Rachel mengaku kecewa tak mampu menyumbang poin penentu.

”Kami terus bermain dalam tekanan mereka. Mohon maaf belum bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

Rachel menyebut dirinya bersama Febi lebih banyak berada dalam tekanan sepanjang pertandingan. ”Kami terus bermain dalam tekanan mereka. Kami juga terpancing memberikan bola yang mereka mau,” ucapnya. 

Prestasi Tim Uber Indonesia (10 Edisi Terakhir)

Edisi        Prestasi
2026        Semifinal
2024        Runner up
2022        Perempat Final
2020        Perempat Final
2018        Perempat Final
2016        Perempat Final
2014        Perempat Final
2012        Perempat Final
2010        Semifinal
2008        Runner up

 

EDITOR: Hendra