JawaPos.com – PB Akuatik Indonesia kembali menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik Indonesia 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno pada 28 April hingga 7 Mei. Ajang ini diikuti 24 provinsi dengan ribuan atlet yang akan bertanding di empat cabang, yakni renang, polo air, loncat indah, dan renang artistik.
Wakil Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Bidang Pembinaan Prestasi, Wisnu Wardhana mengatakan, Kejurnas tahun ini tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses seleksi dan evaluasi atlet nasional.
“Melalui Kejurnas kita bisa memiliki database baru atlet-atlet Akuatik Merah Putih yang memiliki potensi besar dan bisa untuk evaluasi promosi dan degradasi pelatnas juga,” ujar Wisnu.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 bakal Tantang Arab Saudi Jelang Piala Asia U-17 2026
Wisnu melanjutkan, Kejurnas ini juga menjadi pintu seleksi menuju SEA Age Group Championships 2026 di Malaysia, sekaligus bagian dari persiapan jangka panjang menuju Asian Games 2026 dan pembentukan tim bayangan SEA Games 2027.
Namun, tantangan tetap ada. Situasi global yang tidak menentu disebut turut memengaruhi kesiapan olahraga prestasi, sehingga Kejurnas menjadi momentum penting untuk menjaga kontinuitas pembinaan.
Dari sisi kompetisi, Ketua Panitia Kejurnas Akuatik 2026, Wirmandi Sugriat menilai persaingan tahun ini akan semakin ketat karena menjadi acuan masuk pelatnas.
Baca Juga: Prediksi Borneo FC vs Semen Padang, Kesempatan Pesut Etam Telikung Persib Bandung
“Kejuaraan ini diikuti oleh perenang-perenang terbaik dari seluruh Indonesia karena menjadi acuan bagi mereka jika ingin masuk di tim pelatnas,” jelasnya.
Salah satu hal baru adalah hadirnya sesi time trial, yang memberi kesempatan tambahan bagi atlet untuk memperbaiki catatan waktu atau mengejar limit nomor pertandingan—menunjukkan adanya upaya memberi ruang lebih luas bagi atlet berkembang.
Renang dan polo air dijadwalkan berlangsung lebih awal pada 28 April–1 Mei, sementara loncat indah dan renang artistik digelar pada 5–7 Mei.
Dengan fungsi ganda sebagai ajang kompetisi dan seleksi, Kejurnas Akuatik 2026 menjadi penentu penting arah regenerasi atlet nasional—di tengah kebutuhan menjaga prestasi sekaligus memperluas basis talenta.