JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali berada di persimpangan jalan yang tidak mudah jelang laga tandang ke markas Malut United. Laga pekan ke-29 Super League 2025/2026 ini bukan sekadar pertandingan biasa, tapi juga menjadi momen pembuktian setelah badai kekecewaan yang menerpa tim.
Persebaya Surabaya akan bertandang ke markas Malut United di pekan 29 Super League 2025/2026. Menariknya, Malut United tentu tak akan tinggal diam ketika menerima kedatangan Persebaya Surabaya.
Situasi Green Force saat ini sedang tidak ideal setelah menelan dua kekalahan beruntun yang cukup menyakitkan. Kekalahan tersebut bukan hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga mengguncang mental dan kepercayaan diri tim.
Baca Juga: Persija Jakarta Hadapi PSIM Yogyakarta di Bali, Eksel Runtukahu Bertekad Bawa Tiga Poin ke Ibu Kota
Menariknya, Persebaya Surabaya mengalami dua kekalahan beruntun sebelumnya. Pertama kalah 3-0 dari Persija Jakarta di Gelora Bung Karno dan kedua kalah dari Madura United 1-2 di kandang sendiri, Gelora Bung Tomo.
Hasil buruk itu membuat tekanan terhadap tim semakin meningkat, terutama dari suporter yang selama ini setia mendukung. Apalagi kekalahan terakhir terjadi di kandang sendiri, yang selama ini dikenal sebagai benteng kuat.
Sepanjang 28 pekan Super League 2025/2026 yang telah bergulir, Persebaya Surabaya menempati posisi ke-6 dengan perolehan 42 poin.
Hasil tersebut diraih dari 11 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 8 kekalahan yang menunjukkan inkonsistensi performa tim musim ini.
Tekanan kepada tim semakin terasa setelah hasil yang tidak sesuai harapan di dua laga terakhir. Secara beruntun tim mengalami kekalahan, terakhir tim harus menyerah 1-2 dari tim papan bawah, Madura United FC di kandang sendiri.
Bagi Bonek, situasi ini bukan sekadar soal hasil pertandingan semata. Lebih dari itu, ini menyangkut harga diri dan ekspektasi besar terhadap tim kebanggaan mereka.
Bagi Bonek, hasil tersebut bukan sekadar angka di papan skor, tetapi soal harga diri dan konsistensi tim yang selama ini dibanggakan. Kekecewaan itu terasa nyata karena Persebaya Surabaya sebelumnya sempat menunjukkan tren positif.
Di tengah tekanan yang semakin besar, pelatih Bernardo Tavares justru memilih sikap terbuka. Dia tidak mencari kambing hitam, melainkan berdiri di garis depan untuk bertanggung jawab atas hasil yang diraih tim.
“Saya setuju. Saya juga kecewa, para pemain juga kecewa. Saya sudah minta maaf karena saya tidak suka kalah dari siapapun. Bagi saya sepak bola adalah tentang kemenangan,” kata pelatih asal Portugal itu.
Pernyataan tersebut menunjukkan standar tinggi yang diterapkan dalam tim. Namun di balik tuntutan kemenangan, Tavares tetap melihat kerja keras para pemain yang sudah berjuang maksimal di lapangan.
“Tapi hari ini kita perlu mengerti bahwa para pemain sudah memberikan segalanya. Tim lawan beruntung karena saat pertama kali mereka melewati garis serang di babak pertama, saat pertama kali menyentuh bola, mereka mencetak gol fantastis,” ujarnya.
Dia bahkan menyinggung kualitas gol yang dicetak oleh pemain lawan yang dinilai sulit terulang. Menurutnya, momen seperti itu menjadi bukti sepak bola tidak selalu berjalan sesuai logika.
Baca Juga: Jadwal Super League Pekan 29: Persebaya Surabaya Hadapi Ujian Berbahaya di Kandang Malut United!
“Lulinha pemain bagus, tapi saya yakin dari 100 tembakan, dia tidak akan bisa mencetak gol seperti itu lagi,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana faktor keberuntungan juga memainkan peran penting dalam hasil pertandingan. Meski begitu, hal itu tidak menghapus rasa kecewa yang dirasakan seluruh tim.
Tavares juga memahami betul perasaan suporter yang kecewa dengan hasil tersebut. Baginya, sepak bola bukan sekadar profesi, melainkan bagian dari kehidupan yang penuh emosi.
“Saya yakin suporter sedih, tapi saya dan para pemain juga sangat sedih karena ini adalah hidup kami. Dan rasanya sangat berbeda saat kami menang dan bermain bagus, dibandingkan saat kami bermain lumayan tapi kalah,” pungkas Tavares.
Kini fokus Persebaya Surabaya beralih ke dua laga tandang yang akan dijalani secara beruntun. Tantangan pertama datang dari Malut United yang siap memberikan perlawanan sengit di kandang sendiri.
Selanjutnya Persebaya Surabaya bersiap untuk menjalani dua laga tandang Super League 2025/2026 yang akan berlangsung beruntun. Terdekat pekan ke-29 tim akan melawan Malut United di Stadion Gelora Kie Raha Ternate.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama memiliki motivasi tinggi. Persebaya Surabaya ingin bangkit, sementara Malut United berambisi memanfaatkan situasi untuk meraih poin penuh.
Laga Malut United vs Persebaya Surabaya menjadi pilihan utama bagi pecinta sepak bola nasional pada pekan ke-29 Super League 2025/2026.
Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Kamis (23/4/2026) pukul 19.00 WIB.
Bagi Persebaya Surabaya, laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga momentum untuk memulihkan kepercayaan diri tim. Jika gagal bangkit, tekanan terhadap Tavares dan skuadnya dipastikan akan semakin besar.
Sebaliknya, jika mampu mencuri poin di kandang lawan, ini bisa menjadi titik balik penting dalam perjalanan musim mereka. Semua mata kini tertuju pada bagaimana respons Green Force menghadapi badai kekecewaan ini.