← Beranda
Gresik Phonska Protes Keras! Alessandro Lodi Kritik Jadwal Final Beruntun Proliga
Rizka Perdana PutraRabu, 22 April 2026 | 15.33 WIB
Alessandro Lodi, pelatih Gresik Phonska. (Dok. Premier Volleyball League)

JawaPos.com - Pelatih Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, Alessandro Lodi, menyoroti format grand final Proliga 2026 yang menggunakan sistem best-of-three.

Menurutnya, sistem yang baru diperkenalkan itu sebenarnya tepat. Namun, jadwal tiga laga secara beruntun dinilai kurang ideal.

“Ide yang bagus memainkan best-of-three di final,” kata Lodi seusai laga terakhir Phonska menghadapi Jakarta Pertamina Enduro, Minggu (19/4).

“Tapi sayangnya seseorang punya ide ‘jenius’ memainkannya tiga hari berturut-turut, izin saya katakan, ini kurang cerdas,” ujarnya.

Ya, Phonska dan Pertamina, -serta Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi di sektor putra- akan saling berhadapan secara berturut pada Jumat (24/4) dan Sabtu (25/5) di GOR Amongrogo, Jogjakarta. Laga final bisa berlanjut hingga Minggu (26/4) jika kedua tim saling mengalahkan dalam dua pertandingan pertama.

Baca Juga: 3 Fakta Gila Jelang Malut United vs Persebaya Surabaya! 12 Kali Green Force Kebobolan di 5 Laga Terakhir

Jadwal padat itulah yang jadi alasan Lodi memilih mengistirahatkan sejumlah pemain. Terutama, saat timnya sudah memastikan diri lolos grand final pada dua pertandingan terakhir final four di Semarang pekan lalu. 

Lodi tidak menyesal dengan keputusan tersebut. Meskipun, di laga terakhir mereka harus menerima kekalahan 1-3 dari Pertamina. Dalam laga itu, Pertamina juga tidak menurunkan pemain inti dan hanya memainkan satu starter, yakni outside hitter asal Kuba, Wilma Salas.

“Ini bisa jadi bahan evaluasi, untuk memberi kesempatan kepada pemain lain, dan melihat siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak. Jika tidak, kami tidak akan pernah tahu. Jadi ini (mengistirahatkan pemain) situasi yang menguntungkan semua pihak.” 

EDITOR: Hendra