← Beranda
Final ASEAN Futsal Championship 2026: Kena Penalti! Timnas Futsal Indonesia Imbangi Thailand 1-1
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 13 April 2026 | 04.35 WIB
Perjuangan pemain Timnas Futsal Indonesia untuk mencetak gol ke gawang Thailand di final ASEAN Futsal Championship 2026. (Dok. FFI)

JawaPos.com — Laga panas tersaji di final ASEAN Futsal Championship 2026 saat Timnas Futsal Indonesia menghadapi Thailand, Minggu (12/1/2026). Duel penuh tensi tinggi itu untuk sementara berakhir imbang 1-1 setelah momen penalti di penghujung babak pertama mengubah jalannya pertandingan.

Sejak awal laga, Timnas Indonesia langsung tampil berani meski mengenakan seragam putih-putih. Menghadapi Thailand yang memakai merah-merah, skuad Garuda justru tampil agresif tanpa rasa gentar sedikit pun.

Baca Juga: Update Klasemen Super League! Persib Bandung Koleksi 64 Poin, Jaga Jarak dengan Borneo FC dan Persija Jakarta

Jual beli serangan langsung tersaji sejak menit awal. Kedua tim sama-sama menunjukkan intensitas tinggi dalam membangun serangan dan mencoba menekan pertahanan lawan.

Indonesia tampil disiplin dengan pressing ketat yang membuat Thailand kesulitan mengembangkan permainan. Bola-bola yang dilepas pemain Thailand kerap berhasil dipotong dan langsung dikonversi menjadi serangan balik cepat.

Namun, hingga 10 menit pertama berjalan, belum ada gol yang tercipta. Kedua tim masih sama-sama solid dalam bertahan meski terlihat sedikit terburu-buru saat masuk fase menyerang.

Memasuki pertengahan babak pertama, Thailand mulai menemukan ritme permainan. Serangan melalui skema kick in dan sepak pojok beberapa kali mengancam gawang Indonesia.

Dalam situasi tertekan itu, kiper Indonesia, Angga Ariansyah, tampil luar biasa. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menjaga gawang Indonesia tetap aman dari kebobolan.

Pada menit ke-13, peluang emas sempat dimiliki Indonesia lewat Aditya Priambudi. Tembakan keras kaki kirinya mengarah tepat ke gawang, tetapi masih mampu ditepis oleh kiper Thailand.

Bola muntah dari peluang tersebut langsung dimanfaatkan Thailand untuk melancarkan serangan balik cepat. Situasi ini sempat membuat lini pertahanan Indonesia harus bekerja ekstra keras.

Baca Juga: Kartu Merah Patricio Matricardi Nyaris Jadi Petaka! Persib Bandung Tetap Menggila, Tumbangkan Bali United 3-2 di GBLA

Ketegangan meningkat saat laga menyisakan lima menit waktu normal babak pertama. Andarias Kareth dijatuhkan dengan keras saat melakukan akselerasi, hingga harus ditarik keluar lapangan menggunakan tandu.

Insiden tersebut sempat membuat permainan terhenti sejenak. Namun, momentum justru berpihak kepada Indonesia setelah itu.

Tepat saat waktu menunjukkan sisa 4 menit 13 detik, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan. Skema kick in dari Aditya Priambudi sukses dimaksimalkan oleh Andres Dwi yang menyambar bola dengan tenang.

Gol tersebut membuat Indonesia unggul 1-0 dan memicu semangat baru di lapangan. Thailand yang tertinggal langsung meningkatkan intensitas serangan mereka.

Tim tuan rumah terlihat seperti tersengat setelah kebobolan. Mereka terus menggempur pertahanan Indonesia dengan serangan cepat dan variasi umpan yang berbahaya.

Namun, lagi-lagi Angga Ariansyah menjadi tembok kokoh di bawah mistar. Penampilannya sepanjang babak pertama layak mendapat apresiasi karena berkali-kali menggagalkan peluang emas Thailand.

Drama terjadi di pengujung babak pertama ketika wasit memutuskan meninjau video support. Insiden melibatkan Muhammad Osamanmusa dan Muhammad Sanjaya menjadi sorotan.

Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dalam kejadian tersebut. Keputusan ini sempat memicu reaksi dari kubu Thailand yang merasa dirugikan.

Namun, drama belum berakhir. Tak lama setelah pertandingan dilanjutkan, Thailand justru mendapatkan hadiah second penalty yang menjadi titik balik jalannya laga.

Eksekusi dilakukan oleh Itthica Praphaphan dengan penuh ketenangan. Meski Angga Ariansyah sudah maju untuk mempersempit ruang tembak, bola tetap meluncur mulus ke dalam gawang.

Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1 menjelang akhir babak pertama. Kedua tim pun kembali berada dalam posisi seimbang setelah melalui rangkaian drama yang intens.

Hasil sementara ini membuat laga final semakin terbuka di babak kedua. Indonesia dan Thailand masih memiliki peluang yang sama besar untuk keluar sebagai juara.

Pertandingan ini bukan sekadar soal teknik, tetapi juga mental dan ketahanan fisik. Siapa yang mampu menjaga fokus hingga akhir, berpotensi besar mengangkat trofi ASEAN Futsal Championship 2026.

EDITOR: Hendra