JawaPos.com–Dua misi Indonesia saat menjadi tuan rumah pada AVC Men's Champions League 2026. Ajang ini bakal berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 13-17 Mei.
Pada ajang yang diikuti delapan tim terbaik Asia itu, Indonesia diwakili dua tim. Yaitu Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) sebagai juara Proliga di musim 2024 dan 2025. Lalu Jakarta Garuda Jaya (JGJ) yang berisikan pemain muda.
Ketua Umum PP PBVSI Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo menyatakan, JBP merupakan tim yang memiliki prestasi baik di ajang internasional. Di dua edisi sebelumnya, JBP meraih runner up di musim 2023 dan peringkat ketiga di 2024.
”Semoga ketika event di Pontianak bisa menjadi pemenanganya. Sehingga bisa ikut selanjutnya bisa Kejuaraan Dunia Bola Voli Antarklub FIVB,” ujar Imam Sudjarwo.
Imam menambahkan, untuk misi kedua berada di pundak JGJ, tim yang dibentuk untuk prestasi masa depan. ”Ini anak-anak muda yang menggantikan seniornya. Semoga dua tim ini bisa bawa nama besar Indonesia di bola voli tanah air,” harap dia.
Imam menuturkan, saat JGJ mengikuti Proliga sebelumnya memiliki tujuan untuk tampil di internasional. Hasil itu membuahkan hasil ketika timnas voli putra Indonesia U-20 meraih peringkat keempat dalam Kejuaraan Bola Voli Asia Putra U-20 (AVC U-20) 2024 di Surabaya. Hasil ini juga memastikan Indonesia lolos ke Kejuaraan Dunia Voli Putra U-21 2025.
Baca Juga: PB Akuatik Indonesia Gelar Kejuaraan Renang Perairan Terbuka di Bali Dukung Sport Tourism
Oleh sebab itu, pihaknya menginginkan untuk lebih mematangkan pemain dalam rangka pembinaan prestasi. Apalagi, PP PBVSI ada program menuju Olimpiade Brisbane 2032 yang nanti menaturalisasi empat pemain (dua putra dan dua putri).
”Itu tidak bisa datang sendiri. Tapi dengan event tertentu untuk meningkatkan kualitas pemain dan integritas pemain. Itu perlu jangka panjang. Jadi misi pertama memenangkan peperangan lewat JBP dan kedua untuk pengalaman JGJ,” sebut Imam Sudjarwo.
Manajer JBP Irjen Pol Pipit Rismanto menuturkan, dari pengalaman mengikuti dua kali event ini, para pesaing sudah tidak asing bagi tim. Hanya yang membedakan adalah pemain asing. Timnya siap untuk meraih prestasi tertinggi di Champions League.
”Setiap event turnamen, siapa yang tidak ingin jadi juara. Kami berusaha sebelumnya di Bahrain kedua (runner up), di Iran ketiga,” ungkap Pipit Rismanto.
Meskipun, di sela-sela itu ada persiapan untuk menghadapi final four Proliga. Untuk di Champions League, salah seorang pemain yang kembali adalah Noumory Keita yang siap gabung setelah menjalani liga di Italia.
Selain itu, Pipit tak menampik untuk merekrut pemain lokal terbaik di Indonesia untuk menambal kekuatan tim. ”Untuk ajang ini memang klub JBP yang didaftarkan. Tapi tetap atas nama Indonesia yang kita pasang adalah bendera Indonesia,” ucap Pipit Rismanto.
Baca Juga: Janice Tjen Berpotensi Berhadapan dengan Petenis Nomor Tiga Dunia Elena Rybakina di Miami Open
Oleh sebab itu, siapapun yang mewakili dalam event internasional ini membawa negara Indonesia. Bukan sekadar membawa nama klub.
”Klub ini memfasilitasi. Kami juga harus punya strategi bagaimana untuk menggabungkan beberapa pemain Indonesia. Pemain posisi-posisi tertentu, mana yang lemah nanti kita akan ambil. Kita akan untuk membantu, untuk melengkapi. Karena ini atas nama Indonesia,” sebut Pipit Rismanto.
Drawing
- Jakarta Bhayangkara Presisi vs Zhaiyk VC (Kaz)
- Al Rayyan (Qat) vs Hyundai Capital SkyWalkets (Kor)
- Rep of SV. League (JPN) vs Nakhonratchasima Qmin C VC (Tha)
- Foolad Sirjan Iranian (Iri) vs Jakarta Garuda Jaya