← Beranda
Sindiran Keras La Grande Indonesia ke PSSI, Jangan Ganti Hector Souto dengan Patrick Kluivert!
Dimas Ramadhan Wicaksana• Minggu, 2 November 2025 | 18.24 WIB
La Grande Indonesia membentangkan spanduk
 

JawaPos.com - Kelompok suporter La Grande Indonesia (LGI) melontarkan sindiran kepada PSSI saat mendukung perjuangan Timnas Futsal Indonesia melawan Australia. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Jangan Ganti Souto dengan Patrick' di Indonesia Arena.

La Grande Indonesia jadi salah satu kelompok suporter Timnas Indonesia yang hadir langsung di Indonesia Arena. Kelompok suporter itu datang untuk mendukung perjuangan skuad futsal Garuda dalam melakoni uji coba kontra Australia pada Sabtu (1/11).

Dari awal, LGI tak henti-hentinya berteriak dan menyuarakan dukungan kepada Garuda. Mereka juga sempat menunjukkan sedikit aksi koreografi dengan mengibarkan bendera Merah Putih di sisi tribune utara Indonesia Arena.

Teriakan dan nyanyian LGI membuat Indonesia Arena terus bergemuruh. Timnas Futsal Indonesia pun menjadi lebih bersemangat dalam bermain dan akhirnya berhasil mengalahkan Australia dengan skor 3-1. Tiga gol Garuda dicetak oleh Reza Gunawan dan brace Wendy Brian Ick.

Menariknya lagi, La Grande Indonesia ternyata bukan hanya menyuarakan dukungan kepada Timnas Futsal Indonesia. Di tengah laga, tepatnya menjelang akhir, mereka sempat membentangkan spanduk putih bertuliskan sebuah kalimat.

"Jangan Ganti Souto dengan Patrick," demikian bunyi spanduk dari La Grande Indonesia.

Spanduk LGI ini langsung mencuri perhatian seluruh penonton yang hadir. Sebab, kalimat itu merupakan sebuah sindiran kepada PSSI, yang merupakan induk sepak bola di Indonesia, yang juga menjadi tempat Federasi Futsal Indonesia bernaung. Ya, Timnas Futsal Indonesia dan FFI masih menjadi bagian dari PSSI.

Sindiran itu disinyalir sebagai bentuk kekecewaan LGI terhadap PSSI, yang sebelumnya telah mengganti Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia menjadi Patrick Kluivert. Padahal, Garuda saat itu sedang bagus-bagusnya bersama Shin Tae-yong.

Nah, LGI berharap PSSI tak melakukan hal serupa di futsal. Yakni tidak mengganti Hector Souto yang lagi merajut mimpi di Timnas Futsal Indonesia dengan pelatih lain secara mendadak dan di tengah proses pengembangan.

Hector Souto sebagai pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia pun merespons aksi LGI. Ia awalnya menanggapi dengan candaan, lalu mengatakan enggan berbicara banyak terkait sindiran tersebut.

"Untuk seorang striker, jauh lebih baik untuk Patrick (daripada saya)," kata Souto sembari bercanda menanggapi spanduk tersebut.

"Saya tidak punya komentar untuk itu. Bagaimana Anda bisa bicara tentang itu? Maaf saya harus mengatakan ini, tapi ini bukan budaya. Oke, budaya sportif. Kita harus menghormati semua orang, bisa kalah, bisa menang, bisa berbohong, bisa tidak disukai. Tapi, pada akhirnya semua orang berusaha sebaik mungkin," tambahnya.

Menurut Souto, Patrick Kluivert pasti sudah mengusahakan yang terbaik saat menjadi pelatih Timnas Indonesia. Namun, pada akhirnya skuad Garuda gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.

Nah, Souto merasa hal itu bisa saja terjadi pada dirinya. Dia bisa saja dipecat seketika oleh FFI karena gagal memenuhi target. Termasuk dalam waktu dekat seandainya skuad Garuda gagal di SEA Games 2025.

"Saya yakin, Patrick, dia sudah berusaha sebaik mungkin, mungkin dia tidak berhasil, tapi itu bisa terjadi pada saya di SEA Games, dan mungkin mereka memecat saya. Lalu, Anda tidak akan melihat perubahan apa pun di pertandingan berikutnya melawan Souto lagi," kata dia.

"Jadi pada akhirnya kita harus menghormati semua orang. Tentu saja ayah saya akan senang melihat itu dan keluarga saya akan senang. Tapi tidak, saya sangat menghormati Patrick Kluivert. Dia salah satu idola saya saat remaja karena saya sudah tua sekarang. Saya pikir dia terlihat seperti pria yang sangat baik, orang yang sangat baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Souto menyatakan bahwa fokusnya saat ini adalah membawa Timnas Futsal Indonesia terbang tinggi. 

"Jadi, komentar apa pun tentang itu hanyalah dukungan. Saya ingin membuat saya terbang tinggi. Tapi, saya rendah hati dan akan memeriksa serta menjelaskan apa yang kita bicarakan, dari mana saya berasal, dll. Jadi, kita semua sama, tidak ada yang perlu dikomentari tentang itu," tutupnya.

EDITOR: Edi Yulianto