Dalam laga yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Ester yang masih berusia 16 tahun dan tanpa ranking dunia menang lewat drama tiga game, 21-12, 13-21, 21-11.
Gregoria yang merupakan andalan satu-satunya tunggal putri di Olimpiade Tokyo nanti, mengaku tidak bisa keluar dari tekanan sendiri.
"Hari ini permainan saya tidak keluar sama sekali. Semua jadi serba salah mainnya," ucap Gregoria dikutip dari siaran pers PP PBSI.
"Saya tegang karena jujur saya menargetkan hari ini harus menang tapi saya malah tertekan dan tidak bisa mengatasinya. Ester juga kan pemain muda, jadi nambah beban ke saya," lanjutnya.
Lebih lanjut Gregoria mengatakan bahwa sudah lama tidak bertanding membuatnya sedikit sulit untuk kembali ke performa yang diinginkan.
"Ada pengaruhnya sedikit sih sudah lama tidak bertanding ke performa saya. Intinya hari ini saya dapat pelajaran berharga untuk lebih menyiapkan diri sebaik-baiknya menuju Olimpiade," ungkap Gregoria.
"Saya mau lupakan kekalahan ini dan fokus pada peningkatan dan perbaikan yang masih kurang di latihan," ujar Gregoria lagi.
Secara khusus, Gregoria memuji penampilan Ester. "Ester memang pemain bagus, kalau latihan bersama dia sering menyulitkan saya. Dia tampil sangat bagus," kata Gregoria.
Baca Juga: Penolong Nyawa Christian Eriksen, Pernah Mengalahkan Taufik Hidayat
"Saya senang bisa mengalahkan Kak Grego. Puas juga dengan penampilan karena bisa membawa apa yang saya dapat di latihan ke pertandingan. Semoga kemenangan ini bisa buat saya lebih baik lagi," ucap Ester.