JawaPos.com - Penyerang Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, mengaku agak sulit menjalankan peran sebagai false-9. Dia merasa agak sukar bergerak dan kesulitan mencari ruang.
Dalam laga melawan Palestina, Rabu (15/8) pelatih Luis Milla memang memakai strategi berbeda. Dia memainkan Lilipaly sebagai false-9 alias striker bayangan. Strategi ini kurang berjalan efektif karena Lilipaly tidak menjalankan tugas sesuai strategi.
Fano, sapaan akrabnya, bermain ditopang oleh Septian David Maulana di belakang. Dua winger, Irfan Jaya dan Febri Haryadi, juga ikut membantunya.
Akan tetapi, pemain Bali United itu mengaku agak kesulitan dengan peran yang diembannya itu. "Ya, agak sulit," ujar Fano seraya menunjukkan mimik wajah kesulitan bermain di posisi itu kepada wartawan.
Kendati demikian, Lilipaly masih optimistis dengan kiprah Timnas Indonesia. Dia berharap kekalahan itu bisa jadi pemicu semangat untuk menatap dua laga selanjutnya,
"Malam ini kita kalah. Tapi belum selesai, karena masih ada laga lagi untuk penentuan ke fase gugur," tutup dia.