Jawa Pos.com - Menyelesaikan 1,9 kilometer renang, 90 kilometer bersepeda, kemudian dilanjutkan dengan 21,1 kilometer berlari bukan tantangan yang bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan kondisi fisik pada hari perlombaan.
Bagi Bevan Pramudito, mahasiswa Universitas Indonesia berusia 21 tahun, garis finis IRONMAN 70.3 merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun jauh sebelum hari perlombaan dimulai.
Total jarak sekitar 113 kilometer tersebut menjadi salah satu pencapaian yang melengkapi perjalanan Bevan di usia muda.
Baca Juga: Hanief Iksa Kucurkan Ratusan Juta dari Kantong Pribadi, Hidupkan Sekolah Rusak hingga Buka Beasiswa
Namun, menariknya, dunia endurance sport bukan satu-satunya bidang yang sedang dia tekuni.
Melalui instagramnya @bevanpramudt, Bevan sering membagikan keseharian di dunia crypto, khususnya dalam trading dan mencari peluang di market, termasuk pada aset-aset meme coin yang memiliki volatilitas tinggi.
Bagi Bevan, keduanya memiliki prinsip yang sama yakni hasil tidak bisa dipaksakan, tetapi proses bisa dipersiapkan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Cari Untung, Bangun Bisnis dengan Misi Membuka Lapangan Kerja
”Ironman dan trading sebenarnya punya satu kesamaan. Nggak bisa berharap hasil besar tanpa proses yang konsisten. Di Ironman, harus percaya sama training. Di trading, harus percaya sama process,” ujar Bevan.
Menurut dia, seorang trader tidak dapat mengontrol apakah sebuah trade pada akhirnya akan menghasilkan profit atau loss, sama seperti seorang atlet tidak dapat mengontrol seluruh kondisi yang terjadi pada hari perlombaan.
”Yang dapat dikontrol adalah persiapan, disiplin, dan kualitas keputusan. Kita nggak bisa control hasil dari satu trade atau satu race,” papar Bevan.
Bagi Bevan, menemukan opportunity bukan berarti sekadar mencari aset yang sedang naik, justru pertanyaan yang lebih penting adalah mengapa market mulai memperhatikan.
”Yang penting adalah bagaimana kita meningkatkan probability dan tahu risiko yang kita ambil,” tandas Bevan.
Di usia 21 tahun, Bevan kini menjalani dua dunia yang berbeda sekaligus.
Baca Juga: Candra & Ratih, Best Couple Runner Kompak Ramaikan Wellness Sunday di Sentul
Di satu sisi, dia merupakan mahasiswa Universitas Indonesia yang menantang diri melalui endurance sport hingga menyelesaikan IRONMAN 70.3.
Di sisi lain, dia telah menghabiskan sekitar empat tahun mempelajari dunia crypto dan membangun pengalaman di market.
Keduanya akhirnya membentuk cara pandangnya terhadap kesuksesan, bukan tentang seberapa cepat seseorang mendapatkan hasil, tetapi seberapa konsisten seseorang mampu menjalani proses untuk mencapainya.
Baca Juga: Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
”Nggak bisa control apakah race akan berjalan sempurna. Nggak bisa control apakah satu trade akan profit. Tapi yang bisa dikontrol adalah seberapa baik mempersiapkan diri dan mengambil keputusan,” papar Bevan.