JawaPos.com - Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Hendriyanto Attan menerima gelar kehormatan Kanjeng Raden Haryo (KRH) Hendriyanto Attan Dharmawisisesa dari Karaton Surakarta Hadiningrat.
Penganugerahan tersebut ditetapkan melalui Kakancingan Angka 313/KS/08/26 yang dikeluarkan Pengageng Parentah Karaton Surakarta Hadiningrat.
Dalam naskah kakancingan tersebut, Hendriyanto Attan dianugerahi pangkat Riya Nginggil, sebagai bentuk penghormatan dari Karaton Surakarta Hadiningrat.
Baca Juga: 15 Tahun Jadi Pengemudi, 70 Driver Ojol Berangkat Umrah Gratis
Bagi Keraton, gelar kebangsawanan merupakan amanah agar penerimanya senantiasa menjunjung nilai-nilai luhur budaya Jawa, menjaga martabat serta kehormatan keraton, dan membawa nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
Dokumen penetapan tersebut ditandatangani Sinoehoen Tedjowoelan dan dilengkapi cap resmi Karaton Surakarta Hadiningrat.
Penganugerahan gelar Kanjeng Raden Haryo kepada Hendriyanto Attan menjadi bentuk penghormatan Karaton Surakarta Hadiningrat kepada sosok yang dinilai memiliki dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang sejalan dengan nilai-nilai adiluhung budaya Jawa.
Baca Juga: Suara Kritis Menghilang, Tanda Awal Kerapuhan Kekuatan Besar
Hendriyanto Attan kini menyandang nama kehormatan Kanjeng Raden Haryo Hendriyanto Attan Dharmawisisesa, sebagai bagian dari keluarga kehormatan Karaton Surakarta Hadiningrat.
Lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur, perjalanan Hendriyanto Attan memiliki keterkaitan menarik dengan sejarah panjang tradisi keraton di Nusantara.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Attan dikenal sebagai aktivis muda NU.
Dia dipercaya sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU serta Wakil Bendahara Majelis Nasional KAHMI.
Attan juga dipercaya sebagai advisor di sejumlah BUMN, di antaranya PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang (Antam), PT Timah, PT Pupuk Indonesia, PT Waskita Karya, dan PT Pos Indonesia.
Tiga dunia tersebut menjadi bagian dari perjalanan Attan yaitu organisasi, profesionalisme, dan pengabdian sosial-kebangsaan.
Baca Juga: Lulus Program Magister Psikologi, Aryo Berbagi Pengalaman Sebagai Mentor
Pemberian gelar Kanjeng Raden Haryo kepadanya dapat dibaca bukan hanya sebagai penghormatan personal, tetapi juga sebagai sebuah amanah kultural.
Gelar itu membawa konsekuensi moral agar penerimanya mampu menjaga nilai-nilai luhur yang melekat pada tradisi keraton sekaligus tetap relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
Bagi seorang putra Sumenep, menerima gelar kehormatan dari salah satu pusat kebudayaan Jawa tentu memiliki makna tersendiri.
Baca Juga: Berdaya Bersama: Misi Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kanjeng Raden Haryo Hendriyanto Attan Dharmawisisesa membawa identitas Sumenep, pengalaman aktivisme NU, kiprah profesional, serta amanah budaya yang diberikan Karaton Surakarta Hadiningrat.