← Beranda
Harry Kane Sebut Kekalahan dari Argentina di Piala Dunia 2026 sebagai Momen Paling Menyakitkan
M Shofyan Dwi Kurniawan• Jumat, 25 September 2026 | 04.17 WIB
ig @harrykane

JawaPos.com - Harry Kane masih belum bisa sepenuhnya melupakan kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.

Kapten The Three Lions itu secara terbuka mengakui bahwa tersingkir dengan kekalahan 2-1 dari Argentina menjadi momen paling menyakitkan dalam perjalanan internasionalnya.

Inggris sebenarnya datang dengan ambisi besar untuk mencapai final di Stadion MetLife, New York. Namun, harapan tersebut kandas setelah Argentina mencetak gol penentu pada tahap akhir pertandingan.

Kegagalan itu terasa semakin berat bagi Kane karena ia menilai Inggris tidak tampil seperti identitas yang selama ini mereka bangun.

Lebih Menyakitkan dari Penalti Gagal di Qatar

Kane bahkan mengakui bahwa kekalahan dari Argentina terasa lebih menyakitkan dibandingkan kegagalan penalti melawan Prancis di perempat final Piala Dunia 2022.

“Saya sudah pernah ke final, ke semifinal, dan sangat dekat dengan kemenangan,” kata Kane kepada wartawan melalui Sky Sports News. 

“Setiap kekalahan terasa menyakitkan dengan cara yang berbeda. Kekalahan ini, tentu saja, sangat menyakitkan. Lebih menyakitkan dari kekalahan lainnya.”

"Saya mungkin akan mengatakan bahwa ini bahkan lebih menyakitkan daripada saat saya gagal mengeksekusi penalti di Qatar [di perempat final melawan Prancis], terutama karena cara kejadiannya."

Menurut Kane, persoalan terbesar bukan hanya hasil akhir. Ia merasa Inggris kehilangan karakter permainan yang seharusnya menjadi identitas mereka ketika pertandingan memasuki fase krusial.

“Rasanya seperti bukan kami sebagai sebuah tim. Bukan tim yang kami inginkan dan yang pernah kami janjikan.”

Bagi Kane, kalah dengan memainkan gaya dan pendekatan yang diyakini tim akan terasa lebih mudah diterima. Sebaliknya, ketika sebuah tim merasa tidak bermain sesuai prinsipnya sendiri, rasa kecewanya menjadi jauh lebih besar.

“Terkadang, ketika Anda mungkin bertindak melawan keyakinan Anda, dan Anda kalah, rasanya 10 kali lebih buruk daripada hanya kalah dengan cara di mana jika kita kalah saat melakukan sesuatu dengan cara kita sendiri, kita menerimanya, menerimanya dengan lapang dada, dan melanjutkan.

“Ini sulit dan akan tetap sulit. Kamu harus terus maju.”

Kane Bahkan Tak Sanggup Menonton Final

Kekecewaan tersebut ternyata begitu besar bagi Kane. Penyerang Bayern Munich itu mengaku tidak sanggup menyaksikan pertandingan penentuan gelar antara Argentina dan Spanyol.

Kini, sekitar 10 minggu setelah kekalahan tersebut, skuad Inggris kembali berkumpul. Mereka memasuki babak baru dengan Nations League sebagai kesempatan untuk mulai membangun kembali kepercayaan diri.

Namun, ujian pertama langsung tidak mudah. Inggris akan menghadapi Spanyol di Wembley pada Sabtu malam. Pertandingan tersebut mempertemukan The Three Lions dengan juara dunia sekaligus juara Eropa.

Bagi Thomas Tuchel, laga ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana para pemainnya merespons kekecewaan di Piala Dunia.

Kane sendiri sebelumnya menekankan pentingnya percakapan terbuka di ruang ganti. Menurutnya, Inggris perlu membicarakan apa yang terjadi agar kegagalan tersebut tidak terus menjadi beban ketika mereka menghadapi lawan-lawan besar.

Pertandingan melawan Spanyol pun hadir di waktu yang menarik. Inggris belum lama melewati salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam sejarah kampanye mereka di Piala Dunia, sementara lawan yang menunggu adalah tim yang juga menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Bagi Kane dan rekan-rekannya, pertandingan ini bukan sekadar laga Nations League. Ini menjadi kesempatan pertama untuk menunjukkan respons setelah malam pahit di MetLife. Dan seperti yang dikatakan Kane, mereka memang harus terus maju.

EDITOR: Hanny Suwindari