JawaPos.com - Cristiano Ronaldo belum memiliki rencana untuk meninggalkan timnas Portugal. Penyerang berusia 41 tahun itu mengakui bahwa dirinya sempat mempertimbangkan pensiun dari sepak bola internasional setelah Piala Dunia 2026.
Namun, setelah memikirkan masa depan dan berdiskusi dengan pihak terkait, Ronaldo memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan bersama Portugal.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi jawabannya terhadap kritik yang belakangan mempertanyakan apakah dirinya masih layak bermain di level internasional.
Ronaldo memang tidak menjalani Piala Dunia 2026 sesuai harapan. Performa yang kurang maksimal membuat masa depannya bersama Portugal kembali dipertanyakan. Meski demikian, ia tetap masuk dalam skuad pertama Portugal di bawah pelatih baru Jorge Jesus untuk pertandingan UEFA Nations League.
Dengan 979 gol di level klub dan internasional, Ronaldo masih mengejar target besar lainnya: mencapai 1.000 gol sepanjang karier.
Ronaldo Sempat Memikirkan Pensiun
Melansir Sportsmole, ketika ditanya apakah ia sempat mempertimbangkan untuk mundur dari timnas Portugal setelah Piala Dunia, Ronaldo memberikan jawaban terbuka.
"Ya, saya memang mempertimbangkannya. Tentu saja, saya selalu memikirkan keputusan saya, masa depan saya, dan juga masa kini. Saya seorang pemikir; Anda harus berpikir. Itulah mengapa Anda melihat saya di sini sekarang, itu berarti saya akan terus bermain," kata Ronaldo kepada wartawan.
Keputusan untuk bertahan juga tidak dibuat sendirian. Ronaldo mengaku telah berbicara dengan presiden federasi dan pelatih Portugal sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Saya sudah berbicara dengan presiden kami [Pedro Proenca], dengan pelatih kami. Saya masih percaya bahwa saya mampu membantu tim nasional mencapai apa yang mereka inginkan. Saya pikir saya dapat memberikan dukungan kepada tim nasional, tidak hanya melalui gol, tetapi juga di luar sepak bola.”
Ronaldo sadar Portugal kini memiliki banyak pemain muda. Namun, ia merasa dirinya masih memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada tim.
"Ada generasi muda baru, tetapi bagi saya poin dasarnya adalah mampu mencetak gol di lapangan dan membantu tim memenangkan pertandingan."
"Kalau Mereka Tidak Membutuhkan Saya, Saya Pergi"
Ronaldo juga memberikan batas yang jelas terkait masa depannya bersama Portugal.
“Kapan pun mereka mengatakan mereka tidak menginginkan saya di tim nasional, saya akan menjadi orang pertama yang pergi. Ketika saya merasa saya tidak memberikan kontribusi apa pun kepada tim, atau bahwa saya menciptakan suasana yang buruk, saya akan menjadi orang pertama yang pergi.”
"Saya akan mengambil koper saya dan pergi. Orang Portugal mengandalkan saya. Itulah mengapa saya masih di sini… Lihat saja angkanya, saya yakin Anda bisa menghitungnya, saya masih baik-baik saja. Jika suatu hari mereka tidak lagi mengandalkan saya, tidak masalah, saya akan pergi. Saya akan selalu menjadi penggemar nomor 1 federasi ini."
Bagi Ronaldo, keputusan untuk terus bermain juga berkaitan dengan keyakinannya terhadap dirinya sendiri.
“Bagi saya, hal terpenting adalah saya tahu siapa saya. Saya tahu apa yang saya lakukan untuk berada di sini, saya tahu apa yang telah saya lakukan untuk meraih kesuksesan yang saya raih. Saya tahu mengapa anak-anak muda menyukai Cristiano, karena mereka melihat saya sebagai panutan, dan saya akan terus melakukan itu. Bahkan ketika saya pensiun… dalam 10 tahun lagi.”
Ronaldo Tidak Peduli dengan Semua Kritik
Berbagai kritik terhadap Ronaldo bukan sesuatu yang baru. Selama lebih dari dua dekade berkarier di level tertinggi, ia sudah terbiasa menjadi sasaran sorotan.
“Saya senang dengan diri saya sendiri. Tidak masalah apakah saya bermain besok, apakah saya diistirahatkan untuk pertandingan berikutnya, bagi saya yang terpenting adalah saya merasa baik. Orang-orang di sekitar saya percaya pada pekerjaan saya. Fokus pada orang-orang yang mencintai Cristiano, bukan orang-orang yang mengkritik saya, jadi saya adalah orang yang bahagia.”
Ronaldo bahkan memberikan respons dengan gaya khasnya ketika berbicara mengenai para pengkritiknya.
“Saya tidak bisa 100% jujur, terkadang saya harus bersikap sopan secara politik. Saya mengerti bahwa beberapa saluran TV suka mengkritik saya, mereka pernah mencoba membunuh saya – dengan senapan – tetapi saya masih bisa menghindarinya. Lagipula, saya sudah terbiasa. Saya telah melakukan ini selama lebih dari 20 tahun, saya sudah cukup terbiasa. Apa yang bisa saya kendalikan, akan saya kendalikan. Apa yang tidak bisa saya kendalikan, tidak akan saya kendalikan.”
Target 1.000 Gol Masih Mungkin Tercapai
Terlepas dari semua pembicaraan mengenai usia dan masa depan, Ronaldo masih memiliki target pribadi yang belum tercapai.
Ia ingin mencetak gol ke-1.000 dalam kariernya, dan berharap momen tersebut bisa terjadi bersama Portugal.
“Selalu menyenangkan bermain untuk tim nasional, mengenakan seragam Portugal. Setelah bertahun-tahun, rasanya [tetap] seperti pertama kali. Saya akan melangkah ke lapangan dengan penuh semangat dan emosi. Saya harap kita bisa memulai dengan baik. Karena ini di Sporting, rasanya sedikit lebih istimewa.”
“Mencetak gol ke-1.000 bersama tim nasional akan menjadi puncak dari segalanya. Itu akan menjadi akhir dari sebuah kisah yang indah.”
Ronaldo menegaskan bahwa target tersebut bukan sekadar wacana.
"Saya bilang saya ingin mencapai target itu dan saya akan mencapainya. Tapi saya tidak terobsesi. Jika Anda terobsesi dengan sesuatu, Anda tidak akan mendapatkannya… Nikmati saja. Carpe diem, nikmati hari ini."
Dengan tiga gol dari tujuh penampilan bersama Al-Nassr musim ini, Ronaldo kini kembali mengalihkan fokusnya ke Portugal.
Ia berpeluang tampil ketika Portugal menghadapi Wales dalam pertandingan UEFA Nations League pada Kamis. Untuk saat ini, satu hal sudah jelas: Ronaldo belum siap menutup kisahnya bersama Portugal.