← Beranda
Jose Mourinho Sebut Real Madrid Layak Menang, Sindir Wasit dan Mentalitas Real Betis
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 6 September 2026 | 05.14 WIB
ig @realmadrid

JawaPos.com - Real Madrid harus menerima kekalahan mengejutkan 0-1 dari Real Betis pada Jumat. Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama Jose Mourinho sejak kembali menangani Los Blancos di LaLiga.

Madrid sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Namun, dominasi itu tidak berujung pada gol.

Troy Parrott yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi pembeda setelah mencetak gol untuk Betis pada menit ke-81. Drama kemudian terjadi pada penghujung pertandingan.

Carlos Espí sempat mencetak gol spektakuler yang terlihat seperti menyelamatkan Madrid dari kekalahan. Namun, gol tersebut dianulir karena offside.

Tidak lama kemudian, Madrid mendapatkan kesempatan emas melalui tendangan penalti Kylian Mbappé. Sayangnya, eksekusi penyerang asal Prancis tersebut berhasil ditepis kiper Betis, Álvaro Valles, pada masa injury time.

Madrid akhirnya meninggalkan Sevilla tanpa poin, meski mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran dan expected goals (xG) mencapai 3,16.

Ini menjadi kekalahan pertama Madrid dalam salah satu dari empat pertandingan awal LaLiga sejak musim 2014-15.

Mourinho Tak Habis Pikir

Melansir ESPN, Mourinho mengaku sulit menjelaskan bagaimana timnya bisa kalah setelah melihat performa Madrid sepanjang pertandingan.

"Terkadang Anda kalah dan Anda tidak tahu mengapa," kata Mourinho dalam konferensi pers pasca pertandingan. "Terkadang Anda kalah dan Anda tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Kami sangat dominan, fokus, kami mengendalikan segalanya, dengan banyak permainan menyerang, dan banyak peluang."

"Jika hasilnya imbang, kami akan frustrasi karena kami pantas mendapatkan lebih, jadi bayangkan jika kami kalah!"

Pelatih asal Portugal itu bahkan menilai Madrid pantas membawa pulang kemenangan dari La Cartuja. Namun, ia juga mengakui bahwa bermain lebih baik tidak selalu menjamin sebuah tim mendapatkan poin.

"Saya belum melihat kejadian-kejadian itu," kata Mourinho, ketika ditanya tentang penalti dan gol Espí yang dianulir. "Saya belum menontonnya di ruang ganti, jadi saya tidak bisa berkomentar."

"Saya mungkin akan berubah pikiran setelah menonton pertandingan besok, tetapi perasaan saya dari bangku cadangan adalah saya tidak tahu mengapa kami kalah. Saya tidak dapat menemukan pembenarannya, karena tim bermain sangat baik dalam setiap aspek. Secara individu pun, saya tidak punya apa pun untuk dikritik. Kami jelas pantas menang, tetapi pantas menang tidak menjamin poin."

Espí Tetap Dapat Pujian

Carlos Espí sebenarnya kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain penting Madrid musim ini.

Pemain muda tersebut sebelumnya mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir ketika menghadapi Espanyol. Melawan Betis, Espí kembali memberikan dampak setelah mencetak gol yang sempat membuat Madrid berharap membawa pulang setidaknya satu poin.

Meski golnya kemudian dianulir, Mourinho tetap memberikan apresiasi kepada sang pemain muda.

"Seorang pemain muda yang bermain 10 atau 15 menit dan mencetak gol hebat -- mungkin offside -- tetapi dia adalah pemain penting bagi kami," kata Mourinho. "Dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Dia adalah pemain muda dengan potensi besar dan dia akan berkembang... Saya sangat senang dengannya."

Mourinho Soroti Mentalitas Pemain

Selain membahas keputusan wasit, Mourinho juga menyoroti satu aspek lain yang menurutnya membuat Betis lebih unggul dalam pertandingan tersebut: kemampuan memengaruhi keputusan wasit.

Mourinho menyebut pemain Madrid terlalu "naif" dibandingkan para pemain Betis dalam situasi seperti itu.

"Para pemain Betis lebih cerdas daripada pemain Real Madrid dalam hal itu," kata pelatih tersebut. "Pemain Madrid naif... Pemain Betis mencoba mempengaruhi wasit, tetapi pemain Madrid, ketika sesuatu pantas mendapatkan kartu kuning, mereka langsung bangkit... Ketika Anda bermain melawan tim dengan mentalitas seperti ini, itu adalah faktor penting."

Komentar tersebut menjadi salah satu sorotan Mourinho setelah pertandingan. Ia tampaknya ingin para pemainnya lebih memahami sisi lain dari pertandingan, bukan hanya soal kualitas permainan dengan bola.

Kekalahan dari Betis membuat Madrid gagal mempertahankan start sempurna mereka. Di sisi lain, Barcelona kini punya peluang untuk membuka jarak menjadi tiga poin di puncak klasemen ketika bertandang menghadapi Valencia pada Minggu.

Dengan perjalanan musim yang masih panjang, Mourinho tentu berharap kekalahan ini menjadi pelajaran, terutama karena Madrid sebenarnya menunjukkan performa yang menurut sang pelatih sudah cukup untuk memenangkan pertandingan.

EDITOR: Hanny Suwindari