JawaPos.com - Real Madrid baru memainkan tiga pertandingan di LaLiga musim 2026/27, tetapi perubahan di Santiago Bernabéu sudah terasa cukup jelas.
Los Blancos menyapu bersih tiga laga pertama dengan kemenangan. Lebih dari sekadar hasil akhir, permainan dan atmosfer di dalam tim juga terlihat mengalami perubahan sejak Jose Mourinho mengambil alih.
Beberapa pemain yang sebelumnya kesulitan menemukan konsistensi kini kembali tampil meyakinkan. Jude Bellingham dan Federico Valverde menjadi dua nama yang paling mencolok.
Melansir MARCA, setidaknya ada tujuh faktor yang membuat Real Madrid terlihat berbeda pada awal musim ini.
1. Courtois Bisa Bekerja Lebih Tenang
Musim lalu, Thibaut Courtois terlalu sering menjadi penyelamat terakhir Real Madrid. Situasinya kini berubah. Kiper asal Belgia tersebut baru mencatatkan lima penyelamatan dalam tiga pertandingan, dan semuanya tergolong relatif rutin.
Madrid tidak lagi terlalu bergantung pada aksi heroik Courtois untuk mempertahankan keunggulan. Itu tentu menjadi tanda positif. Ketika seorang penjaga gawang tidak terlalu sibuk, biasanya ada sesuatu yang berjalan lebih baik di depannya.
2. Kebangkitan Jude Bellingham
Bellingham tampaknya menemukan kembali versi terbaik dirinya. Di bawah Mourinho, gelandang Inggris itu terlihat lebih bebas bergerak dan kembali menunjukkan kemampuan sebagai pemain komplet yang membuatnya begitu menonjol ketika pertama kali tiba di Spanyol.
Ia sudah mencetak dua gol dan terlihat memiliki energi yang lebih besar dibandingkan musim lalu. Penampilannya ketika menghadapi Malaga bahkan membuat Bernabéu kembali bergemuruh.
Mantan pemain Julen Guerrero juga menilai Mourinho memberikan lebih banyak kebebasan kepada Bellingham untuk mengekspresikan permainannya.
3. Sikap yang Berbeda
Perubahan terbesar mungkin justru terlihat dari mentalitas. Ketika unggul, Madrid mampu mengelola pertandingan dengan lebih baik. Ketika menghadapi masalah, mereka juga menunjukkan respons yang berbeda.
Sikap apatis yang beberapa kali terlihat musim lalu mulai menghilang. Bahkan rasa frustrasi Bellingham ketika tempo permainan Madrid menurun melawan Malaga menjadi indikasi bahwa standar internal tim kini lebih tinggi.
Para pemain tampaknya tidak lagi puas hanya dengan memenangkan pertandingan. Mereka ingin mengontrolnya.
4. Skuad Terasa Lebih Terhubung
Mourinho juga mulai mendapatkan kontribusi dari seluruh skuad. Hampir semua pemain yang berada dalam kondisi fit sudah mendapatkan kesempatan tampil. Yang lebih menarik, pemain pengganti juga ikut memberikan dampak.
Dua gol sejauh ini bahkan lahir dari pemain yang masuk dari bangku cadangan, termasuk gol kemenangan Espi melawan Espanyol dan gol Arda Guler ketika menghadapi Malaga. Kedalaman skuad menjadi semakin penting ketika musim mulai memasuki periode padat.
5. Valverde Kembali Berjaya
Federico Valverde adalah salah satu pemain yang paling jelas menunjukkan kebangkitan. Setelah menjadi salah satu sumber kekhawatiran musim lalu, gelandang Uruguay tersebut kembali tampil dominan.
Bersama Bernardo Silva, Valverde terlihat lebih terukur dalam pergerakannya. Ketika bermain dengan Camavinga, ia juga mendapatkan kebebasan lebih besar.
Namun, ada satu faktor yang sangat penting: kebugarannya. Valverde terlihat jauh lebih segar dan mampu memberikan energi besar sepanjang pertandingan.
6. Kekuatan Bek Sayap Kembali
Sektor bek sayap juga mengalami perubahan signifikan. Di sisi kanan, Denzel Dumfries dan Trent Alexander-Arnold memberikan karakter yang berbeda tetapi sama-sama efektif.
Dumfries menghadirkan kekuatan fisik dan agresivitas, sedangkan Alexander-Arnold memberikan kualitas dalam distribusi bola. Keduanya membantu mengatasi salah satu masalah Madrid musim lalu.
Di sisi kiri, Marc Cucurella juga mulai menunjukkan bahwa ia mampu menjadi opsi penting untuk menjaga keseimbangan permainan.
7. Hubungan dengan Tribun Kembali
Perubahan terakhir tidak terjadi di lapangan, tetapi di tribun. Hubungan antara pemain, pelatih, dan pendukung mulai kembali terasa.
Bernabéu seolah memberikan pesan bahwa dua musim terakhir tidak boleh terulang. Mourinho dan para pemainnya kemudian memberikan respons dengan performa positif sejak awal kompetisi.
Kepercayaan para pendukung pun mulai tumbuh. Kini, para suporter mulai percaya bahwa Mourinho mungkin merupakan sosok yang tepat untuk membawa Real Madrid kembali ke masa kejayaan.
Awal yang Menjanjikan, Tapi Jalan Masih Panjang
Tiga kemenangan dari tiga pertandingan tentu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Madrid sudah kembali menjadi tim yang sempurna.
Namun, tujuh faktor tersebut menunjukkan sesuatu yang lebih penting: ada perubahan karakter.
Courtois tidak lagi terlalu sibuk, Bellingham dan Valverde kembali menemukan bentuk terbaik, pemain pengganti mulai memberikan kontribusi, sementara hubungan dengan para pendukung semakin hangat.
Jika Mourinho mampu mempertahankan standar tersebut ketika menghadapi lawan-lawan yang lebih berat, Real Madrid era barunya bisa menjadi jauh lebih menarik untuk disaksikan sepanjang musim.