JawaPos.com – LaLiga 2026/27 akan memasuki musim baru dengan sejumlah perubahan dalam sistem perwasitan yang berfokus pada peningkatan waktu bermain efektif.
Komite Teknis Wasit (CTA) Spanyol menaruh perhatian khusus pada upaya mengurangi tindakan mengulur waktu, memperketat penanganan cedera, serta menjaga agar pertandingan berlangsung lebih lancar.
Berikut 4 perubahan perwasitan yang akan mewarnai jalannya laga LaLiga pada musim 2026/27, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada Jum'at (14/8).
1. Batas Waktu Pergantian Pemain dan Pelaksanaan Kembali Permainan
Pemain yang digantikan akan memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan, sedangkan penundaan yang disengaja dapat membuat pemain pengganti tidak langsung diperbolehkan masuk.
Wasit juga akan memberikan perhatian lebih terhadap lemparan ke dalam dan situasi lain yang menyebabkan permainan terhenti agar pertandingan dapat segera dilanjutkan. Perubahan tersebut diharapkan mengurangi strategi membuang waktu dan meningkatkan kontinuitas pertandingan.
2. Penanganan Cedera Akan Diperketat
Pemain yang mendapatkan perawatan medis di lapangan harus berada di luar lapangan selama satu menit sebelum diperbolehkan kembali bermain.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mencegah cedera yang dibuat-buat digunakan sebagai cara menghentikan atau memperlambat pertandingan.
CTA juga meminta izin kepada IFAB untuk memberikan sanksi kepada tim apabila penjaga gawang dinilai sengaja melebih-lebihkan cedera demi menghentikan permainan.
3. LaLiga Tidak Menerapkan Aturan Kartu Merah Terkait Penutupan Mulut
CTA memutuskan untuk tidak menerapkan aturan yang dikenal sebagai “Hukum Vinicius”, yang dapat memberikan kartu merah langsung kepada pemain yang menutup mulut ketika berdebat dengan lawan.
Badan perwasitan Spanyol menilai gestur tersebut tidak cukup untuk membuktikan adanya penghinaan karena pemain juga kerap menutup mulut ketika membicarakan taktik atau situasi pertandingan.
Dengan demikian, LaLiga memilih tidak menerapkan pengusiran otomatis tanpa adanya bukti yang memadai mengenai pelanggaran verbal.
4. VAR Tetap Digunakan secara Terbatas Untuk Kesalahan yang Jelas
Penggunaan VAR akan diarahkan untuk memperbaiki kesalahan yang jelas dan nyata, bukan untuk memeriksa kembali setiap keputusan wasit di lapangan.
CTA tetap menempatkan wasit sebagai pengambil keputusan utama selama pertandingan sehingga intervensi teknologi hanya dilakukan ketika benar-benar diperlukan.
Pendekatan tersebut diharapkan menjaga kelancaran pertandingan sekaligus mempertahankan keseimbangan antara keputusan manusia dan bantuan teknologi.