JawaPos.com – Peluang Andrea Pirlo untuk ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Italia menghadapi keraguan akibat hubungannya dengan perusahaan judi Rusia, Fonbet.
Dilansir dari laman Flashscore pada Selasa (28/7), Mantan gelandang timnas Italia itu sebelumnya disebut sebagai kandidat utama pengganti Gennaro Gattuso setelah Pep Guardiola dikabarkan menolak tawaran menangani Gli Azzurri.
Namun, kerja sama komersial Pirlo dengan Fonbet memunculkan sorotan dari berbagai pihak di Italia.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Nasi Gudeg Terenak di Surabaya, Sajikan Cita Rasa yang Otentik dengan Lauk Beragam
Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dikabarkan masih mengevaluasi dampak dari hubungan Pirlo dengan perusahaan taruhan tersebut.
Pirlo diketahui menandatangani kesepakatan sebagai duta global Fonbet pada Oktober tahun lalu dan sempat menghadiri acara promosi di Stadion Luzhniki, Moskow, bersama Marco Materazzi.
Kehadirannya dalam acara itu menuai kritik karena berlangsung di tengah konflik yang masih terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Pirlo menegaskan bahwa kehadirannya pada acara tersebut tidak memiliki tujuan politik. Meski demikian, sejumlah tokoh politik Italia menilai hubungan komersial dengan operator judi asal Rusia tidak sejalan dengan posisi sebagai pelatih kepala tim nasional.
Kontroversi itu juga menjadi tantangan awal bagi kepemimpinan Giovanni Malagò sebagai Presiden FIGC yang baru.
Sejumlah politikus secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap kemungkinan penunjukan Pirlo.
Wakil Presiden Parlemen Eropa, Pina Picierno, menilai sepak bola Italia membutuhkan perubahan budaya, etika, dan tata kelola sehingga pencalonan Pirlo dianggap tidak mencerminkan arah tersebut.
Sementara itu, Ketua Senat Ignazio La Russa dan pemimpin Partai Azione, Carlo Calenda, turut menyatakan keraguan serta menilai figur yang memiliki hubungan dengan kepentingan Rusia setelah 2022 tidak layak menduduki jabatan yang mewakili kepentingan nasional.