JawaPos.com - Perubahan regulasi pemain asing di Liga Thailand mulai memunculkan dampak besar terhadap pemain-pemain Asia Tenggara.
Mulai musim kompetisi terbaru, Thai League tidak lagi menerapkan kuota khusus bagi pemain ASEAN. Sebagai gantinya, seluruh pemain dari kawasan Asia Tenggara kini masuk dalam kategori pemain asing bebas bersama pemain non-lokal lainnya.
Kebijakan tersebut membuat persaingan untuk mendapatkan tempat di skuad semakin ketat. Klub-klub Thailand kini harus lebih selektif dalam menentukan pemain asing yang dipertahankan karena seluruh nama akan bersaing memperebutkan kuota yang sama.
Sejumlah pemain ASEAN akhirnya memilih mengakhiri perjalanan mereka di Liga Thailand. Dari Indonesia, dua nama yang cukup menyita perhatian adalah Sandy Walsh dan Pratama Arhan.
Sandy Walsh memutuskan melanjutkan karier bersama Persib Bandung setelah meninggalkan klubnya di Thailand. Bek Timnas Indonesia itu diharapkan menjadi tambahan kekuatan Maung Bandung dalam menghadapi kompetisi domestik maupun ajang Asia musim ini.
Sementara itu, Pratama Arhan juga kembali ke Indonesia dengan bergabung bersama Persija Jakarta. Kepindahan tersebut menjadi kesempatan bagi bek kiri Timnas Indonesia untuk memperoleh menit bermain lebih konsisten sekaligus memperkuat lini pertahanan Macan Kemayoran.
Tak hanya pemain Indonesia, regulasi baru tersebut juga berdampak kepada pesepak bola Singapura.
Ilhan Fandi memilih pulang ke negaranya dan bergabung dengan Lion City Sailors setelah mengakhiri kiprahnya di Liga Thailand.
Sementara sang kakak, Irfan Fandi, hingga kini masih belum memiliki klub baru setelah berpisah dengan tim lamanya.
Bek berpengalaman Timnas Singapura itu masih menunggu peluang untuk melanjutkan karier, baik di kompetisi Asia Tenggara maupun di luar kawasan.
Kehadiran aturan baru ini diperkirakan akan mengubah peta perpindahan pemain di Asia Tenggara. Liga-liga seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Vietnam berpotensi menjadi tujuan baru bagi pemain yang sebelumnya berkarier di Thailand.
Di sisi lain, klub-klub Indonesia bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk mendatangkan pemain berkualitas dengan pengalaman bermain di salah satu kompetisi terbaik Asia Tenggara.
Pengalaman mereka di level kompetitif dinilai mampu meningkatkan kualitas tim sekaligus menambah daya tarik kompetisi.
Baca Juga: Garudayaksa FC Resmi Datangkan Milos Joksic, Pelatih Berpengalaman dari Liga Thailand
Meski menuai beragam tanggapan, regulasi baru Thai League menunjukkan bahwa setiap klub kini lebih leluasa menentukan komposisi pemain asing sesuai kebutuhan.
Bagi para pemain ASEAN, perubahan ini menjadi tantangan baru untuk terus meningkatkan kualitas agar tetap mampu bersaing di level tertinggi sepak bola regional.