← Beranda
FIFA Resmi Rilis 8 Peraturan Baru yang Diterapkan pada Piala Dunia 2026
Risma Azzah FatinRabu, 10 Juni 2026 | 05.19 WIB
FIFA World Cup 2026 (Instagram @fifaworldcup)

JawaPos.com – International Football Association Board bersama FIFA mengumumkan sejumlah perubahan penting dalam Peraturan Permainan yang akan mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.

Regulasi baru tersebut dirancang untuk meningkatkan sportivitas, mempercepat jalannya pertandingan, serta mengurangi berbagai bentuk kontroversi di lapangan.

Berikut 8 peraturan baru yang akan menjadi perhatian utama selama Piala Dunia 2026 berlangsung, seperti dilansir dari laman al-Jazeera pada Selasa (9/6).

1.     Menutup Mulut Saat Konfrontasi Berujung Kartu Merah

Pemain yang menutupi mulut dengan tangan, lengan, atau jersey saat terlibat konfrontasi akan langsung menerima kartu merah. Aturan ini diterapkan untuk mencegah tindakan diskriminatif atau penghinaan yang sulit dibuktikan secara visual.

Namun, tindakan menutupi mulut dalam percakapan biasa yang tidak bersifat konfrontatif tidak akan dikenai hukuman.

2.     Keluar Lapangan untuk Memprotes Wasit Dilarang Keras

Pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit akan mendapat kartu merah. Hukuman serupa juga berlaku bagi ofisial tim yang mendorong atau menghasut pemain melakukan tindakan tersebut.

Jika sebuah tim menyebabkan pertandingan terhenti karena aksi protes massal, tim tersebut dapat dinyatakan kalah.

3.     Hitungan Mundur untuk Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang

Wasit akan memberikan hitungan mundur visual selama lima detik sebelum lemparan ke dalam atau tendangan gawang dilakukan. Jika lemparan ke dalam tidak dijalankan tepat waktu, hak lemparan akan berpindah kepada lawan.

Sementara itu, keterlambatan melakukan tendangan gawang akan berakibat pemberian tendangan sudut kepada tim lawan.

4.     Aturan Baru Pergantian Pemain

Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik setelah papan pergantian ditampilkan. Mereka harus keluar melalui titik terdekat dari garis lapangan untuk menghemat waktu.

Jika aturan ini dilanggar, pemain pengganti harus menunggu hingga penghentian permainan berikutnya sebelum diizinkan masuk.

5.     Pemain yang Dirawat Harus Keluar Sementara

Pemain lapangan yang mendapat perawatan medis di dalam lapangan harus meninggalkan lapangan selama satu menit setelah pertandingan dimulai kembali.

Ketentuan ini bertujuan mengurangi upaya mengulur waktu melalui perawatan medis yang tidak mendesak. Beberapa pengecualian diberikan untuk cedera serius, gegar otak, atau situasi tertentu yang melibatkan penjaga gawang.

6.     Wewenang VAR Diperluas

Sistem Video Assistant Referee (VAR) akan memiliki cakupan pemeriksaan yang lebih luas dibanding sebelumnya. VAR dapat mengoreksi kartu merah yang muncul akibat kartu kuning kedua yang jelas-jelas keliru atau kasus salah identitas pemain.

Selain itu, VAR juga dapat meninjau keputusan tertentu terkait tendangan sudut dan pelanggaran sebelum bola kembali dimainkan.

7.     Istirahat Minum Resmi di Setiap Babak

Setiap pertandingan akan memiliki jeda minum selama tiga menit pada masing-masing babak. Umumnya, jeda tersebut akan dilakukan sekitar menit ke-22 permainan.

Wasit tetap memiliki kewenangan untuk menyesuaikan waktunya sesuai kondisi pertandingan, termasuk ketika terjadi cedera pemain.

8.     Prosedur Khusus Saat Penjaga Gawang Cedera

Ketika penjaga gawang menerima perawatan medis di lapangan, pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan meninggalkan area permainan.

Selama proses tersebut berlangsung, para pemain akan berkumpul sementara bersama staf pelatih masing-masing. Aturan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban serta memastikan pertandingan dapat dilanjutkan secara aman dan terorganisasi.

EDITOR: Hanny Suwindari