JawaPos.com - Liverpool dilaporkan kembali memiliki peluang untuk merekrut Anthony Gordon pada bursa transfer musim panas ini.
Dilansir dari laman Liverpool pada Kamis (14/5), Kesempatan yang muncul setelah Bayern Munich mengambil sikap tegas terkait biaya transfer pemain sayap Newcastle United tersebut.
Perbedaan penilaian harga antara Bayern Munich dan Newcastle dinilai dapat membuka ruang bagi Liverpool untuk kembali masuk dalam persaingan.
Anthony Gordon sebelumnya sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Anfield dalam dua tahun terakhir. Liverpool bahkan hampir mencapai kesepakatan pada musim panas 2024 sebelum negosiasi gagal terlaksana. Saat itu, Newcastle disebut menginginkan Jarell Quansah masuk sebagai bagian dari proses transfer.
Rumor mengenai ketertarikan Liverpool terhadap Gordon terus berkembang sejak saat itu. Pemain berusia 25 tahun tersebut diketahui memiliki kedekatan emosional dengan Liverpool karena pernah menimba ilmu di akademi klub saat masih muda.
Selain itu, statusnya sebagai pendukung Liverpool turut memperkuat spekulasi mengenai peluang kembali ke Merseyside.
Di sisi lain, Bayern Munich disebut menjadikan Gordon sebagai target utama pada bursa transfer musim panas. Namun, laporan menyebut terdapat perbedaan besar terkait nilai transfer yang diminta Newcastle United.
Klub Liga Inggris tersebut dikabarkan mematok harga sekitar EUR 80 juta atau Rp 1,6 triliun, sementara Bayern hanya menilai pemain itu senilai EUR 60 juta atau Rp 1,2 triliun.
Manajemen Bayern Munich juga disebut berhati-hati dalam mengeluarkan dana besar untuk pemain yang belum dianggap sebagai sosok inti tim.
Klub berjuluk Die Roten itu dikabarkan memiliki kebijakan internal mengenai batas pengeluaran transfer dan struktur gaji pemain. Mereka lebih memilih mengalokasikan dana besar hanya untuk pemain yang dinilai mampu memberikan dampak langsung, seperti Harry Kane.
Situasi tersebut dinilai memberi kesempatan kedua bagi Liverpool untuk kembali mendekati Gordon. Selain Liverpool, Arsenal juga disebut memantau perkembangan situasi pemain Newcastle tersebut.
Newcastle kini berada pada posisi menentukan, apakah akan menunggu tawaran lebih tinggi dari klub Liga Inggris atau menjual pemainnya ke luar negeri guna menghindari penguatan rival langsung.