← Beranda
Menguak Daftar Skuad Termahal di Liga 1 Indonesia, Persebaya Surabaya Ternyata Tak Masuk 5 Besar!
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 5 November 2024 | 15.57 WIB
Malik Risaldi kemungkinan punya peran baru di Persebaya Surabaya usai Flavio Silva ditugaskan sebagai winger. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com - Liga 1 Indonesia musim 2024-2025 telah memasuki fase yang menarik dengan persaingan ketat di papan atas klasemen. Meski memiliki tren positif, ternyata Persebaya Surabaya tak masuk dalam jajaran tim dengan skuad termahal di liga musim ini.

Persebaya Surabaya tampil gemilang dengan menduduki posisi kedua klasemen sementara Liga 1 Indonesia. Mereka mengumpulkan 21 poin dari 10 laga, hanya kalah selisih gol dari Borneo FC yang saat ini berada di puncak klasemen.

Yang menarik, meski berada di jalur perebutan gelar juara, Persebaya Surabaya tidak memiliki nilai skuad yang tinggi. Green Force hanya memiliki total harga pasar skuad sebesar Rp64,14 miliar, jauh di bawah beberapa klub besar lainnya di Liga 1.

Saat ini, tim dengan skuad termahal di Liga 1 adalah Persib Bandung dengan nilai pasar mencapai Rp84,21 miliar. Keberhasilan Persib menjadi juara pada musim lalu tampaknya berbanding lurus dengan upaya mereka memperkuat tim dengan investasi yang cukup besar.

Di peringkat kedua, Dewa United memiliki nilai pasar skuad yang mencapai Rp80,82 miliar. Tim ini mencatatkan peningkatan signifikan dalam beberapa musim terakhir dan konsisten dalam mengembangkan tim dengan pemain-pemain bernilai tinggi.

Malut United FC, klub yang terus menunjukkan perkembangan pesat, berada di posisi ketiga dengan nilai pasar Rp79,43 miliar. Kehadiran pemain-pemain potensial di skuad mereka membuat Malut United menjadi salah satu tim dengan kekuatan finansial yang solid.

Persija Jakarta, salah satu tim papan atas di Indonesia, berada di peringkat keempat dalam daftar skuad termahal dengan nilai pasar Rp74,74 miliar. Persija dikenal memiliki basis fans besar yang memberikan dukungan penuh dalam segala aspek, termasuk di sektor finansial.

PSM Makassar, klub legendaris Indonesia, menempati posisi kelima dengan nilai pasar sebesar Rp72,74 miliar. Mereka terus konsisten dalam menjaga performa tim dan menjadi pesaing kuat di Liga 1 setiap musimnya.

Borneo FC, yang saat ini memimpin klasemen sementara, memiliki total nilai pasar sebesar Rp71,44 miliar. Dengan kinerja baik di lapangan, Borneo FC menunjukkan strategi tim mereka berbuah manis meski memiliki skuad yang lebih hemat dibanding beberapa klub besar lainnya.

Persis Solo, salah satu tim dengan perkembangan pesat di Liga 1, berada di posisi ketujuh dengan nilai pasar sebesar Rp70,57 miliar. Sementara itu, Persik Kediri menempati posisi kedelapan dengan nilai pasar Rp69,70 miliar, menunjukkan mereka tidak ragu untuk melakukan investasi yang cukup besar.

Bali United FC, tim yang konsisten di papan atas, memiliki nilai pasar Rp68,57 miliar dan berada di posisi kesembilan. Sedangkan Persebaya Surabaya baru berada di posisi kesepuluh dengan nilai pasar Rp64,14 miliar.

Meski berada di luar lima besar skuad termahal, performa Persebaya Surabaya di Liga 1 tetap impresif dan stabil. Mereka berhasil memaksimalkan komposisi pemain yang ada dengan strategi matang tanpa harus jor-joran dalam belanja pemain.

Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, dinilai mampu membangun tim yang kompetitif dengan komposisi pemain yang ada. Strategi dan skema permainan yang diterapkan sukses membawa Persebaya Surabaya menjadi pesaing serius di papan atas klasemen.

Di bawah Persebaya Surabaya, PS Barito Putera memiliki nilai pasar sebesar Rp60,58 miliar dan PSIS Semarang dengan Rp59,97 miliar. PSS Sleman juga masuk dalam daftar dengan nilai pasar Rp58,23 miliar, sedangkan Semen Padang FC berada di posisi berikutnya dengan Rp53,62 miliar.

Persita Tangerang memiliki total nilai pasar sebesar Rp52,75 miliar dan Madura United Rp51,88 miliar. PSBS Biak, juara Divisi Dua Indonesia 2023-2024, memiliki nilai pasar Rp50,93 miliar dan berada di posisi bawah daftar ini.

Arema FC menjadi klub dengan nilai skuad terendah di antara tim-tim Liga 1 lainnya dengan total Rp46,32 miliar. Meski demikian, Arema tetap menjadi salah satu klub yang memiliki basis pendukung fanatik yang besar di Indonesia.

Perbedaan nilai pasar ini menunjukkan keberhasilan di Liga 1 tidak selalu bergantung pada besarnya belanja pemain. Tim seperti Persebaya Surabaya berhasil menunjukkan performa konsisten meski memiliki skuad dengan nilai pasar yang lebih rendah.

Kekuatan tim tidak hanya terletak pada investasi besar, tetapi juga pada strategi, komitmen, dan semangat kolektif para pemain. Bagi Persebaya Surabaya, hal ini menjadi bukti investasi pemain yang bijak tetap dapat menghasilkan performa yang kompetitif di lapangan.

Posisi Persebaya Surabaya di klasemen menunjukkan betapa efektifnya manajemen tim dalam membangun skuad yang solid tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dengan nilai pasar Rp64,14 miliar, Persebaya Surabaya sukses bersaing dengan tim-tim yang memiliki nilai pasar lebih tinggi.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh Bonek yang setia memberikan semangat di setiap pertandingan. Suporter yang loyal menjadi kekuatan tambahan bagi Persebaya Surabaya dalam menjalani setiap laga di Liga 1.

Menarik untuk disimak bagaimana Persebaya Surabaya akan mempertahankan posisinya di papan atas klasemen hingga akhir musim. Persaingan ketat dengan klub-klub lain tentunya akan semakin memacu mereka untuk terus tampil maksimal.

Skuad Persebaya Surabaya yang dihuni pemain-pemain potensial seperti Malik Risaldi, Slavko Damjanovic, dan Bruno Moreira memberikan harapan besar bagi Green Force. Pemain-pemain ini diharapkan dapat menjaga konsistensi performa dan membawa Persebaya Surabaya menuju pencapaian terbaik di musim ini.

Kompetisi Liga 1 2024-2025 masih panjang, dan persaingan akan semakin ketat seiring berjalannya waktu. Para tim papan atas seperti Borneo FC, Persib Bandung, dan Dewa United tentunya juga akan terus berusaha mempertahankan posisi mereka.

Dengan kondisi keuangan yang baik dan strategi yang tepat, Persebaya Surabaya memiliki peluang besar untuk meraih hasil maksimal di setiap pertandingan. Kesolidan tim dan komitmen pelatih serta pemain akan menjadi faktor penting dalam menjaga tren positif ini.

Baca Juga: Bongkar Pemain Termurah di Persebaya Surabaya yang Masih Sulit Tembus Tim Utama Liga 1 Indonesia Musim Ini

Para suporter tentu berharap Persebaya Surabaya mampu mempertahankan performa impresifnya dan meraih gelar juara di akhir musim. Konsistensi adalah kunci bagi Persebaya Surabaya untuk mengatasi tantangan dari tim-tim besar lainnya.

Dukungan penuh dari Bonek diharapkan mampu memberikan semangat tambahan bagi skuad Persebaya Surabaya dalam mencapai hasil terbaik. Dengan kombinasi antara dukungan suporter dan strategi yang efektif, Persebaya Surabaya memiliki modal kuat untuk terus bersaing di jalur juara Liga 1.

 

 
EDITOR: Kuswandi