← Beranda
Miris! Bentrok Suporter Terjadi pada Duel PSGC Vs PSIS
Andika Rachmansyah• Minggu, 18 Oktober 2026 | 16.28 WIB
Ilustrasi: Suporter PSIS Semarang turut berdoa bersama untuk korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Jatidiri. (PSIS)

 

JawaPos.com - Kericuhan antarsuporter kembali terjadi pada dunia sepak bola nasional. Teranyar, bentrokan antarsuporter terjadi pada pertandingan Championship 2026/2027 antara PSGC Ciamis vs PSIS Semarang. 

PSGC Ciamis menjamu PSIS Semarang di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (17/10) kemarin. Duel yang berakhir imbang tanpa gol tersebut diwarnai bentrokan suporter dari kedua kubu. 

Bentrokan antarsuporter diketahui terjadi saat pertandingan sedang berjalan. Dalam video yang beredar luas di media sosial, suporter kubu PSGC Ciamis dan PSIS Semarang terlibat baku pukul di tribun.

Baca Juga: PSIS Semarang Wajib Bangkit Lawan PSGC Ciamis, Widodo C Putro Minta Pemain Fokus 

Situasi panas tersebut bahkan tidak berhenti di lapangan. Bentrokan kembali berlanjut saat pertandingan berakhir, tepatnya di luar stadion. 

Bentrokan di luar stadion bahkan lebih panas. Kedua kubu suporter bentrok di jalanan, dan sangat mengganggu aktivitas warga sekitar. 

Insiden kericuhan tersebut jelas sangat mencoreng sepak bola nasional. Apalagi, insiden tersebut terjadi belum ada sepekan kejadian penyerangan bus Persib U-18 dan The Jakmania Cikampek.

Baca Juga: Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat

Padahal, sepak bola seharusnya menjadi hiburan, bukan menimbulkan kericuhan yang mengancam jiwa. Suporter sepak bola Tanah Air seharusnya lebih dewasa dan belajar dari insiden tragis Tragedi Kanjuruhan yang menghilangkan ratusan nyawa. 

Yang jelas, PSSI dan I.League akan merespons situasi dengan tegas. Bahkan bukan tidak mungkin federasi akan mengambil sikap tegas dengan melarang kembali suporter tandang seperti musim-musim sebelumnya. 

Ketum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya juga sempat memberikan ancaman tersebut. Tak hanya itu, sanksi pengurangan poin juga berpotensi didapat klub yang suporternya melakukan kericuhan. 

"Saya akan memberikan kesempatan kepada [operator] liga dan klub untuk mencapai kesepakatan dalam satu minggu ke depan," kata Erick di Jakarta, Selasa (13/10).

“Kalau tidak ada kesepakatan dan mereka tidak bisa memastikan keselamatan suporter, PSSI akan mengambil tindakan. Bukan tidak mungkin kami kembali melarang suporter tandang," tegasnya. 

EDITOR: Banu Adikara