← Beranda
I.League Siapkan Sanksi Pengurangan Poin bagi Klub jika Suporter Berbuat Onar
Andika Rachmansyah• Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00.11 WIB
Direktur Utama I.League Ferry Paulus. I.League dan PSSI bakal memperketat regulasi disiplin suporter, termasuk opsi pengurangan poin bagi klub yang terbukti melanggar aturan. (Istimewa/JawaPos.com)

JawaPos.com – I.League mendukung penuh langkah tegas Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam merespons insiden kekerasan suporter yang mencederai sepak bola nasional pada akhir pekan lalu. I.League bakal mendorong penguatan regulasi, termasuk penerapan sanksi yang lebih berat hingga pengurangan poin.

Insiden kurang mengenakkan terjadi di sepak bola nasional beberapa hari lalu. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua aksi penyerangan terhadap tim sepak bola dan rombongan suporter terjadi di lokasi berbeda.

Pertama, bus Persib U-18 diserang oleh oknum suporter Persija di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam WIB. Kemudian, pada Senin (12/10) dini hari WIB, bus rombongan The Jakmania Cikampek diserang oleh orang tak dikenal (OTK) di Tol Palikanci KM 200.

Merespons kejadian tersebut, Direktur Utama I.League Ferry Paulus menegaskan pihaknya bakal merumuskan regulasi dan kode disiplin baru yang jauh lebih ketat bersama PSSI. Mereka bahkan tidak ragu mendorong penerapan sanksi terberat berupa pengurangan poin bagi klub yang suporternya terbukti berbuat onar.

”Melihat perkembangan dan potensi konflik yang mulai muncul, kami berpandangan bahwa ketentuan hukuman perlu diperkuat. Sanksi tidak boleh hanya berhenti pada denda atau hukuman yang tidak memberikan efek jera. Kami siap berkoordinasi dengan PSSI untuk mendorong sanksi yang lebih berat, termasuk pengurangan poin bagi klub apabila terjadi pelanggaran serius sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Ferry dalam keterangan resmi I.League, Jumat (16/10).

Dalam menerapkan sanksi tegas, I.League akan membedakan antara pelanggaran disiplin pertandingan dan tindakan kriminal murni.

Pelanggaran keamanan yang terjadi di dalam stadion atau area regulasi pertandingan sepenuhnya menjadi tanggung jawab klub. Jika terbukti ada kelalaian dalam penyelenggaraan, I.League dan PSSI siap menjatuhkan sanksi berat, termasuk opsi pengurangan poin di klasemen.

Setiap konsekuensi disiplin yang dijatuhkan kepada klub dipastikan memiliki dasar regulasi dan pembuktian yang sah. Sementara itu, jika terjadi jauh di luar stadion, kasus tersebut masuk dalam ranah pidana. Kasus kriminal semacam ini akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Ferry menegaskan, penguatan sanksi disiplin justru menjadi langkah untuk menjaga keberlanjutan kebijakan kehadiran suporter tim tamu yang kembali diterapkan pada musim ini. Kebijakan tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan pembangunan kepercayaan antara PSSI, FIFA, klub, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kehadiran suporter tim tamu, kata Ferry, telah memberikan dampak positif terhadap atmosfer pertandingan. Karena itu, regulasi perlu diperkuat agar kebijakan tersebut dapat terus berjalan tanpa terganggu oleh tindakan segelintir oknum.

”Kami ingin suporter tamu tetap bisa hadir. Justru karena itulah aturan harus ditegakkan lebih tegas. Jangan sampai kesempatan yang sudah diperjuangkan bersama selama ini kembali hilang hanya karena tindakan segelintir orang. Kami tidak ingin klub dan mayoritas suporter yang sudah tertib ikut menjadi korban,” jelas Ferry.

I.League akan memperkuat evaluasi kepatuhan klub, mitigasi risiko pertandingan, serta koordinasi keamanan dengan pihak terkait. Upaya tersebut juga akan dibarengi dengan pembinaan dan komunikasi bersama komunitas suporter. Sementara itu, penguatan ketentuan disiplin dikoordinasikan dengan PSSI sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

”Ketegasan ini bukan untuk menghukum sepak bola Indonesia, melainkan untuk melindungi masa depannya. Kami ingin kompetisi terus maju, stadion semakin ramai, dan suporter bisa mendukung klub kebanggaannya dengan aman. Sepak bola kita sudah melangkah maju, dan kita tidak boleh membiarkannya mundur lagi,” pungkas Ferry.

EDITOR: Hendra