JawaPos.com — Persebaya Surabaya mematangkan tiga menu latihan utama, yakni kualitas operan, penyelesaian akhir, dan body shape atau posisi tubuh saat menguasai serta menerima bola, menjelang pertandingan melawan PSS Sleman.
Persiapan tersebut mulai dilakukan di Lapangan C Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (13/10/2026) sore, untuk meningkatkan kualitas permainan Green Force pada pekan kelima Super League 2026/2027.
Tim pelatih Persebaya Surabaya memberikan perhatian khusus terhadap tiga aspek teknis tersebut agar pemain semakin siap menghadapi tekanan lawan.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Siap Ladeni PSS Sleman! Tavares Bongkar Strategi Super Elja
Gelandang muda Toni Firmansyah mengungkapkan kondisi skuad tetap terjaga setelah mendapatkan kesempatan beristirahat selama dua hari.
Latihan kali ini sekaligus menjadi momentum bagi Green Force untuk mengembalikan ritme permainan setelah menjalani pertandingan tandang menghadapi Isenmulang Kalteng FC di Lampung.
Seluruh pemain kembali berkumpul dengan semangat tinggi untuk menjalankan program persiapan menuju pertandingan berikutnya.
"Alhamdulillah, setelah mendapatkan jatah libur selama dua hari, kondisi seluruh pemain cukup baik. Kami kembali berlatih dengan penuh semangat dan kerja keras," kata pemain muda Persebaya, Toni Firmansyah.
Baca Juga: Persebaya Menang, Bernardo Tavares Soroti Ketajaman Lini Depan
Mengapa Persebaya Surabaya Fokus pada Tiga Menu Latihan?
Tiga menu latihan Persebaya Surabaya menjadi perhatian tim pelatih karena berkaitan langsung dengan kemampuan pemain mengembangkan serangan dan mempertahankan penguasaan bola.
Kualitas operan, penyelesaian akhir, serta posisi tubuh ketika menerima bola merupakan aspek penting untuk menciptakan permainan yang lebih efektif.
Dalam latihan di Lapangan C Gelora Bung Tomo, para pemain mendapatkan materi untuk meningkatkan ketepatan distribusi bola.
Akurasi operan menjadi kebutuhan penting agar aliran serangan tidak mudah terputus ketika menghadapi tekanan pemain PSS Sleman.
Selain operan, penyelesaian akhir juga masuk dalam program yang dipersiapkan tim pelatih Persebaya Surabaya.
Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pemain memaksimalkan kesempatan mencetak gol ketika memasuki area pertahanan lawan.
Baca Juga: Persebaya Baru Cetak 4 Gol dari 39 Tembakan, Tavares Wajib Lebih Klinis Lawan PSS Sleman
Perhatian berikutnya tertuju pada body shape, yakni bagaimana pemain mengatur posisi tubuh ketika menerima ataupun menguasai bola.
Teknik ini membantu pemain memiliki orientasi permainan lebih baik sebelum menentukan pilihan untuk mengoper, menggiring, atau melepaskan tembakan.
Ketiga materi tersebut saling berkaitan dalam membangun permainan yang lebih lancar dan terorganisasi.
Operan yang akurat membutuhkan posisi tubuh tepat, sementara keputusan cepat dapat membantu menciptakan peluang penyelesaian akhir.
Baca Juga: Persebaya U-13 dan U-17 Bidik Gelar Juara Piala Soeratin 2026, Ini Lawan di Babak 8 Besar
Bagaimana Kondisi Pemain Setelah Libur Dua Hari?
Kondisi pemain Persebaya Surabaya dinilai cukup baik setelah mendapatkan jatah libur selama dua hari sebelum kembali menjalani latihan pada Selasa (13/10/2026).
Toni Firmansyah menyebut rekan-rekannya menunjukkan semangat dan kerja keras saat memulai kembali persiapan pertandingan.
Jeda istirahat tersebut diberikan setelah Green Force menjalani pertandingan tandang menghadapi Isenmulang Kalteng FC di Lampung.
Kembalinya pemain ke lapangan latihan menjadi tahap penting untuk menjaga kesinambungan program tim menjelang laga kandang berikutnya.
Selain menjalankan latihan teknik, skuad Persebaya Surabaya juga mendapatkan menu lari ringan untuk menjaga kebugaran.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses mengembalikan kondisi fisik setelah pemain menjalani masa istirahat.
Pengaturan intensitas latihan turut diperhatikan agar pemain dapat membangun kembali ritme tanpa mengabaikan kondisi tubuh.
Pendekatan tersebut penting mengingat persiapan pertandingan harus berjalan seiring dengan kebutuhan pemulihan setiap individu.
"Suasana latihan juga cukup bagus. Saya senang melihat kondisi dan semangat tim yang terjaga," imbuhnya.
Pernyataan Toni Firmansyah menggambarkan suasana positif dalam latihan perdana setelah jeda dua hari tersebut.
Kondisi ini menjadi modal awal bagi Persebaya Surabaya untuk menjalankan materi latihan berikutnya dengan konsentrasi dan kesiapan lebih baik.
Apa Pesan Tim Pelatih kepada Toni Firmansyah dan Rekan-rekannya?
Tim pelatih Persebaya Surabaya mengingatkan seluruh pemain untuk menjaga fokus selama latihan sekaligus memperhatikan kondisi fisik masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari persiapan menghadapi PSS Sleman pada pekan kelima Super League 2026/2027.
"Pelatih juga mengingatkan kami agar tetap fokus selama latihan dan menjaga kondisi masing-masing. Kami harus mempersiapkan diri dengan baik karena pertandingan berikutnya sudah menanti," kata Toni Firmansyah.
Arahan tersebut menunjukkan persiapan Green Force tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis ketika berada di lapangan.
Disiplin individu dalam menjaga kebugaran juga menjadi faktor penting agar program latihan dapat dijalankan secara maksimal.
Bagi Toni Firmansyah dan rekan-rekannya, konsentrasi selama menjalani latihan menjadi bagian dari tanggung jawab menjelang pertandingan.
Setiap pemain dituntut memahami materi yang diberikan tim pelatih sekaligus menjaga kesiapan untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Peningkatan kualitas operan dan pengambilan keputusan juga membutuhkan konsistensi selama proses latihan berlangsung.
Kesalahan sederhana dalam menerima atau mengalirkan bola dapat memberikan kesempatan kepada lawan untuk merebut penguasaan dan melancarkan serangan balik.
Karena itu, perhatian terhadap posisi tubuh pemain menjadi salah satu materi yang tidak bisa dipisahkan dari latihan teknik lainnya.
Pemain diharapkan mampu menerima bola dengan orientasi tepat sehingga memiliki lebih banyak pilihan ketika membangun serangan.
Bisakah Tiga Menu Latihan Jadi Kunci Menghadapi PSS Sleman?
Tiga menu latihan Persebaya Surabaya berpotensi menjadi bekal penting menghadapi PSS Sleman, terutama untuk meningkatkan efektivitas permainan.
Kualitas operan, penyelesaian akhir, dan posisi tubuh pemain dapat menentukan kelancaran serangan Green Force sepanjang pertandingan.
Pertandingan pekan kelima Super League 2026/2027 tersebut menjadi kesempatan bagi Persebaya Surabaya untuk menerapkan hasil latihan dalam situasi kompetitif.
Bermain di Gelora Bung Tomo juga menuntut pemain mampu menjaga konsentrasi sejak awal hingga pertandingan berakhir.
Keberhasilan menjalankan program latihan tentu baru dapat dinilai ketika seluruh materi diterapkan menghadapi tekanan sesungguhnya.
Pemain harus mampu mengambil keputusan cepat sekaligus mempertahankan akurasi permainan dalam berbagai situasi pertandingan.
—
Moch. Rizky Pratama Putra