← Beranda
Timnas Indonesia Tetap Incar Laga Tandang, Ini Alasan PSSI
Andika Rachmansyah• Rabu, 14 Oktober 2026 | 23.06 WIB
Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama pemain Timnas Indonesia saat perayaan juara FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). PSSI masih memantau situasi keamanan di Timur Tengah setelah serangan rudal menghantam Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi. Jika situasi tak memungkinkan, federasi membuka opsi mencari lawan tanding dari negara lain. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Timnas Indonesia tetap mengincar laga tandang pada FIFA Matchday November 2026 meski situasi keamanan di Timur Tengah sedang memanas. Pelatih John Herdman ingin skuad Garuda terbiasa dengan atmosfer pertandingan, cuaca, perjalanan jauh, hingga aspek logistik sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, rencana tersebut tetap menjadi pilihan utama. Namun, federasi tidak akan mengabaikan faktor keselamatan pemain dan pelatih di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Kalender FIFA Matchday November dijadwalkan berlangsung pada 9–17 November 2026. Timnas Indonesia merencanakan dua pertandingan uji coba, salah satunya melawan Yordania pada 13 November, sedangkan calon lawan kedua masih mengarah pada Kuwait atau Uni Emirat Arab.

Situasi keamanan di Timur Tengah menjadi perhatian serius setelah serangan rudal menghantam Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi. Kondisi tersebut membuat PSSI perlu mengevaluasi rencana pertandingan yang melibatkan negara-negara di kawasan itu.

“Opsinya tetap tandang. Pelatih (John Herdman) ingin mempersiapkan tim untuk Piala Asia (Arab Saudi). Salah satu alasannya, pertandingan di sana bisa membantu para pemain merasakan atmosfer, kondisi udara, perjalanan, dan aspek logistik lainnya,” kata Erick kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (14/10).

Menurut Erick, pengalaman bertanding di luar negeri dapat membantu pemain menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama turnamen. Persiapan Timnas Indonesia tidak cukup hanya berfokus pada strategi dan performa di lapangan.

“Perjalanan jauh dan kelelahan akibat bepergian juga perlu dicoba dan dievaluasi sebelum turnamen. Jadi, persiapan tersebut bukan hanya soal pertandingan di lapangan,” terangnya.

Meski demikian, PSSI tetap menyiapkan alternatif jika situasi keamanan di Timur Tengah tidak kunjung kondusif. Erick menyebut federasi akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya telah menyepakati pertandingan untuk memastikan kondisi terkini.

“Dalam satu hingga dua hari ke depan, kami akan menghubungi negara-negara yang sebelumnya sudah menyepakati pertandingan untuk mengetahui bagaimana kondisi keamanan di sana,” ujarnya.

Jika pertandingan di kawasan tersebut dinilai tidak memungkinkan, PSSI akan mencari lawan tanding dari negara lain. Dengan begitu, agenda uji coba Timnas Indonesia tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan persiapan menuju Piala Asia 2027.

“Kalau kondisinya ternyata tidak kondusif, terpaksa kami harus mencari lawan tanding lain di negara lain. Keselamatan pemain adalah yang utama,” pungkas Erick yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI.

EDITOR: Hendra