JawaPos.com - Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi, mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melihat sepak bola dari sudut pandang yang lebih luas.
Menurut dia, kecintaan terhadap sepak bola tidak harus diwujudkan dengan menjadi pemain profesional karena ada banyak peluang karier di balik industri olahraga tersebut.
Pesan itu disampaikan Hanif saat menghadiri program I.League Goes to Campus di UMM, Malang.
Baca Juga: PSIM vs PSM Makassar Tanpa Penonton, Brajamusti dan The Maident Diminta Patuhi Aturan
Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa yang diajak mengenal lebih dekat perkembangan industri sepak bola modern, termasuk beragam profesi yang mendukung aktivitas klub dan pemain.
Dalam kesempatan itu, Hanif menjelaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan, gol, atau prestasi di lapangan.
Di balik sebuah klub, terdapat banyak pihak dengan keahlian berbeda yang ikut berperan dalam menjalankan bisnis dan menjaga perkembangan industri sepak bola.
Baca Juga: Persija Jakarta Makin Perkasa di BRI Super League, Fabio Calonego Tak Mau Cepat Puas
Perkembangan teknologi dan media sosial juga membuka peluang baru bagi para pekerja di bidang tersebut.
Popularitas pemain kini tidak hanya dibangun melalui penampilan di lapangan, tetapi juga lewat aktivitas digital yang membutuhkan dukungan tenaga profesional.
"Sekarang pemain bekerja bersama videografer, fotografer, sampai tim manajemen pribadi. Ada orang-orang di sekitar mereka yang bertugas menjaga nilai (value) itu," ujar Hanif.
"Jadi, peluang kerja tidak melulu datang dari liga atau klub, pemain pun membuka ruang itu," imbuh dia.
Menurut Hanif, kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi anak muda dengan latar belakang pendidikan yang beragam.
Mahasiswa dari bidang komunikasi, bisnis, manajemen, hingga industri kreatif bisa ikut terlibat dalam perkembangan sepak bola tanpa harus memiliki pengalaman sebagai atlet profesional.
Baca Juga: Bukan Soal Taktik, Thom Haye Ungkap Dilema Persib Bandung di Tengah Jadwal Yang Padat
Dia juga mencontohkan perjalanan Sudarmaji, perwakilan manajemen Arema FC sekaligus alumnus UMM.
Latar belakang Sudarmaji di dunia media menjadi bukti bahwa seseorang tetap bisa berkontribusi dalam sepak bola melalui bidang keahlian yang dimiliki.
"Pak Sudarmaji latar belakangnya orang media, bukan sepak bola. Tapi karena kecintaan dan dedikasinya pada Arema, beliau bisa terus berkecimpung dan ikut membesarkan klub sampai sekarang," kata mantan pemain Persija Jakarta tersebut.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Punya PR Jelang Lawan PSS Sleman, Bernardo Tavares Soroti Keseimbangan Tim
"Kalian yang punya passion di Arema tetap bisa ambil bagian lewat bidang keahlian masing-masing," sambung dia.
Selain membahas peluang karier, Hanif turut mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya menjaga komitmen ketika memasuki dunia profesional.
Ketertarikan terhadap suatu bidang, menurutnya, perlu disertai kedisiplinan dan konsistensi agar seseorang mampu bertahan dan berkembang.
Baca Juga: Prediksi Skor Millwall vs Swansea City: Kesempatan Elkan Baggott Tambah Menit Bermain
"Motivasi itu cepat naik dan cepat turun, tapi disiplin dan konsistensi yang membuat kita bertahan lama," ungkap Hanif.
Melalui I.League Goes to Campus, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa industri sepak bola menyediakan ruang bagi banyak profesi.
Dengan kemampuan dan ketekunan yang tepat, kecintaan terhadap klub maupun olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun karier profesional.