JawaPos.com - Kemenangan yang diraih Persebaya Surabaya menjadi modal jelang laga pekan kelima Super League 2026/2027 melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (18/10).
Meskipun kemenangan tipis laga sebelumnya atas Isenmulang Kalteng FC belum membuat pelatih Persebaya Bernardo Tavares sepenuhnya puas. Di balik keberhasilan membawa pulang tiga poin, dia menemukan persoalan dalam organisasi permainan tim yang perlu segera diperbaiki.
Salah satu perhatian pelatih asal Portugal tersebut adalah jarak yang terlalu lebar antara lini pertahanan dan lini tengah. Situasi itu beberapa kali terlihat ketika Persebaya berusaha mempertahankan keunggulan tipis dan mampu mengendalikan pertandingan.
Baca Juga: Persebaya Lepaskan 58 Tembakan dalam Empat Laga, Hanya Empat Jadi Gol
Dia mengakui timnya sebenarnya memiliki ruang untuk membangun serangan, terutama di antara lini tengah dan pertahanan lawan.
Namun, situasi berubah ketika pertandingan terus berjalan tanpa tambahan gol. Para pemain mulai berhati-hati karena tidak ingin memberikan kesempatan kepada lawan untuk memanfaatkan ruang di belakang pertahanan.
"Kita tahu ini, kita sudah membicarakannya, dan kita juga tahu bahwa mereka memiliki pemain-pemain yang bagus," kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
"Terkadang ketika waktu terus berjalan di pertandingan dan kita tidak mencetak gol kedua, kita ingin karena kita tahu tim lawan selalu mencoba mengeksploitasi ruang kosong di belakang," ucapnya.
Baca Juga: Persebaya Evaluasi Lini Depan, Tavares Soroti Masalah Akurasi
"Jadi, terkadang kita merasa takut untuk membiarkan bola berada di area belakang kita. Inilah mengapa ada perbedaan besar antara garis pertahanan dengan lini tengah atau lini penyerangan," imbuh Tavares.
Kondisi itu menjadi catatan penting karena jarak antarlini yang terlalu lebar dapat menyulitkan tim saat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan maupun sebaliknya.
Apalagi, memasuki babak kedua, Persebaya melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga intensitas permainan. Risto Mitrevski masuk menggantikan Diogo Ramalho selepas turun minum. Kemudian Malik Risaldi menggantikan Saddil Ramdani pada menit ke-60.
Ketika pertandingan semakin mendekati akhir, Tavares juga memasukkan Yann Mabella dan Ricky Pratama menggantikan Alex Martins serta Toni. Perubahan tersebut dilakukan di tengah upaya Persebaya mempertahankan keunggulan sekaligus mencari kesempatan menambah gol.
"Kita mencoba untuk mengoreksi ini, tetapi jujur, pada momen-momen di menit-menit akhir tadi, saya lebih memilih untuk membagi tim mencoba mencetak gol kedua dan tidak membiarkan bola berada di area belakang kita. Saya sudah berbicara dengan mereka, kita mencoba menciptakan keseimbangan bertahan," tutur Benrardo Tavares.
Baca Juga: Mundari Karya Tetap Apresiasi Isenmulang Kalteng FC meski Kalah dari Persebaya Surabaya
Meski masih menemukan persoalan taktik, dia menilai para pemain cukup disiplin dalam membatasi peluang lawan. "Saya pikir sebagian besar dari mereka telah melakukannya dengan baik karena tim lawan tidak melepaskan tembakan ke gawang," pungkasnya.