JawaPos.com - Mitchell Baker mencetak lima gol saat Timnas Indonesia menghajar Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (1/10/2026) malam WIB, sekaligus masuk buku rekor nasional sebagai pemain ketiga yang mencetak sedikitnya lima gol dalam satu pertandingan.
Penampilan fenomenal striker 19 tahun itu juga melahirkan julukan unik dari netizen, yakni El Manuk.
Baker menjadi pusat perhatian ketika Timnas Indonesia berpesta gol 9-2 atas Bangladesh pada FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Striker yang memperkuat Vermont Green di Amerika Serikat tersebut memborong lima gol atau quintrick dalam pertandingan yang langsung menempatkan namanya dalam catatan sejarah Timnas Indonesia.
Baca Juga: Suporter Wajib Tahu! Ini Ciri Tiket Palsu Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Lima gol Baker menjadi bagian dari kemenangan besar Indonesia sekaligus menunjukkan ketajaman penyerang berusia 19 tahun itu di lini depan Garuda. Torehan tersebut terasa semakin istimewa karena hanya ada dua pemain Timnas Indonesia sebelum Baker yang mampu mencetak lima gol atau lebih dalam satu pertandingan.
Baker juga tampil penuh selama 90 menit untuk membantu Indonesia mengamankan kemenangan telak tersebut. Selain mencetak lima gol, dia membukukan enam shots on target, dua key passes, serta dua dribbles dalam penampilannya menghadapi Bangladesh.
Salah satu dari lima gol tersebut turut memunculkan momen unik yang ramai diperbincangkan netizen. Gol itu tercipta melalui sentuhan di area vitalnya, hingga Baker kemudian mendapat julukan El Manuk dari netizen setelah penampilan fenomenalnya bersama Timnas Indonesia.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026, Justin Hubner Minta Garuda Fans Penuhi SUGBK
Quintrick ke gawang Bangladesh membuat Mitchell Baker menyamai catatan Iswadi Idris yang lebih dulu mencetak lima gol dalam satu pertandingan Timnas Indonesia. Baker kini menjadi pemain ketiga dalam daftar tersebut setelah Soetjipto “Gareng” Soentoro dan Iswadi Idris.
Soetjipto Soentoro masih memegang torehan paling tinggi dalam daftar tersebut setelah memborong delapan gol ketika Indonesia menang 9-2 atas Singapura pada Merdeka Tournament 1969. Catatan delapan gol itu menjadi bagian dari kemenangan besar Indonesia yang hingga kini menjadi salah satu penampilan individu paling produktif dalam sejarah tim nasional.
Sementara itu, Iswadi Idris mencetak lima gol ketika Indonesia mengganyang Vietnam Selatan dengan skor 9-1 pada President's Cup 1971. Torehan tersebut bertahan selama puluhan tahun sebelum akhirnya Baker menyusul dengan jumlah gol yang sama dalam kemenangan Indonesia atas Bangladesh.
Baca Juga: Final ASEAN Cup 2026, 55 Ribu Lebih Tiket Timnas Indonesia vs Thailand Sudah Terjual
Dengan lima gol dalam satu laga, Baker tidak sekadar membantu Indonesia meraih kemenangan besar pada FIFA ASEAN Cup 2026. Namanya kini tercatat bersama dua figur yang lebih dulu membuat sejarah dengan mencetak sedikitnya lima gol untuk Timnas Indonesia dalam satu pertandingan.
Quintrick Baker juga datang setelah penampilannya sempat menjadi sorotan pada beberapa pertandingan sebelumnya. Pemain Vermont Green tersebut melempem dalam dua pertandingan awal FIFA ASEAN Cup 2026 dan juga tidak mencetak gol dalam dua laga terakhir Indonesia di Piala AFF 2026.
Situasi itu akhirnya dijawab Baker dengan cara paling meyakinkan, yakni mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Ketajamannya ketika menghadapi Bangladesh sekaligus menjadi respons langsung terhadap keraguan yang sempat muncul setelah beberapa laga tanpa gol.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Thailand di Final ASEAN Cup 2026, John Herdman Sebut Hudson Tahu Cara Mainnya
Baker sendiri memilih tidak terlalu memikirkan tekanan maupun penilaian dari luar setelah mencatatkan malam luar biasa bersama Garuda. “Anda tidak akan mencetak gol di setiap laga, (Erling) Haaland pun tidak mencetak gol di setiap pertandingan, jadi Anda hanya perlu menikmatinya dan menghayati momen itu, dan mengabaikan apa kata orang, percaya pada diri sendiri dan tahu apa yang bisa Anda lakukan, lalu nikmati saja,” ujar Baker dalam konferensi pers usai laga.
Pernyataan tersebut menggambarkan cara Baker menghadapi tekanan sebelum akhirnya mencetak lima gol sekaligus. Penyerang 19 tahun itu membuktikan dirinya mampu mengubah pertandingan melawan Bangladesh menjadi panggung pribadi dengan catatan lima gol, enam shots on target, dua key passes, dan dua dribbles.
Kemenangan 9-2 atas Bangladesh tidak hanya menghasilkan rekor personal bagi Mitchell Baker, tetapi juga membawa Timnas Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya akan menghadapi Timnas Thailand dalam pertandingan puncak yang dijadwalkan berlangsung Senin (5/10) malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Thailand: Adu Taktik 2 Pelatih Inggris di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Baker tentu menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan setelah mencetak lima gol pada laga sebelumnya. Penampilannya melawan Bangladesh membuat catatan individu Baker menjadi salah satu cerita utama menjelang pertandingan final Indonesia menghadapi Thailand.
Kini Baker memiliki kesempatan melanjutkan momentum setelah mencatatkan namanya bersama Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris dalam daftar pemain Timnas Indonesia yang mampu mencetak sedikitnya lima gol dalam satu pertandingan. Jika kembali menjadi pembeda di final, perhatian publik tentu akan semakin besar kepada striker muda 19 tahun yang kini sudah punya julukan unik El Manuk tersebut.