JawaPos.com – Nilai pasar bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott meroket. Selain Elkan, terdapat tiga punggawa Garuda lain yang mengalami fluktuasi nilai pasar.
Timnas Indonesia tengah berlaga di FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda mengawali perjalanan di turnamen ini dengan menang dua gol tanpa balas atas Singapura pada laga perdana, Jumat (25/9) dan bermain imbang tanpa gol dengan Malaysia pada Senin (28/9) malam WIB.
Di saat yang bersamaan, laman bank data pemain internasional, Transfermarkt memperbarui nilai pasar. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah Elkan Baggott.
Baca Juga: Timnas Indonesia Imbang Lawan Malaysia dengan 10 Pemain, Justin Hubner: Kami Layak Dipuji!
Transfermarkt mencantumkan nilai pasar Elkan melambung tinggi. Semula, nilai pasar pemain berusia 23 tahun ini berada di angka 170 ribu Euro atau Rp3,48 miliar.
Namun kini, nilai pasar Elkan meroket ke angka 1,20 juta Euro atau Rp20,86 miliar. Pembaruan nilai transfer bek jangkung ini didasarkan pada menit bermainnya bersama Milwall FC musim ini, dimana dia sudah tampil sebanyak delapan kali di ajang Championship atau kasta kedua Liga Inggris dan Piala Liga Inggris.
Itu artinya, nilai pasar Elkan berpotensi kembali meroket seusai bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Namun demikian, mantan pemain Ipswich Town ini tidak sendiri.
Masih ada sejumlah pemain Timnas Indonesia lain yang mengalami fluktuasi nilai pasar di laman Transfermarkt. Berikut JawaPos.com merangkum tiga pemain yang mengalami fluktuasi nilai pasar.
Baca Juga: Progres Apik Sandy Walsh! Kondisi Terbaru Bintang Persib Bandung dan Timnas Indonesia usai Cedera
1. Nathan Tjoe-A-On
Masih di sektor lini belakang, nilai pasar Nathan Tjoe-A-On juga mengalami pembaruan terkini pada 25 September 2026. Nilai pasar pemain Willem II ini semula berada di angka Rp7,82 miliar.
Kini, nilai pasar Nathan Tjoe-A-On berada di angka Rp12,17 miliar. Kenaikan ini tak lepas dari performanya yang tengah positif.
Nathan Tjoe-A-On tampil cukup rutin bersama Willem II di Liga Belanda musim ini. Pemain berusia 24 tahun itu telah mencatatkan tujuh penampilan dengan kontribusi dua assist.
Pemain kelahiran Rotterdam, Belanda tersebut juga tampil cukup apik bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Nathan Tjoe-A-On kerap menjadi pilihan pelatih John Herdman di dua laga yang telah dimainkan.
Baca Juga: Fans Malaysia Sindir Pemain Timnas Indonesia, Suporter Indonesia Balas: Asal Bukan Pemain Palsu!
2. Emil Audero
Bukan hanya peningkatan, terdapat pula pemain Timnas Indonesia yang mengalami penurunan nilai pasar. Penjaga gawang, Emil Audero menjadi salah satu pemain yang nilai pasarnya menurun.
Masih pada pembaruan 29 Mei 2026, nilai pasar Emil semula berada di angka 2,78 juta Euro atau Rp55,62 miliar. Namun nilai pasarnya kini menurun menjadi 2,43 juta Euro atau Rp48,67 miliar.
Musim lalu, Cremonese yang dibela Emil finis di zona degradasi, tepatmya di peringkat 18 dengan perolehan 34 poin dari 34 laga. Pemain keturuanan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tampil sebanyak 35 kali, kebobolan 55 gol dan mencatat 12 cleansheet.
Performa Emil yang dinilai belum mampu mengangkat performa pertahanan tim mengharuskan Como harus meminjamkannya kembali ke Rayo Vallecano pada bursa transfer musim panas lalu.
Baca Juga: Pesan John Herdman untuk Suporter usai Timnas Indonesia Imbang Lawan Malaysia
3. Calvin Verdonk
Nilai pasar Calvin Verdonk mendapat pembaruan dari Transfermarkt pada 1 Juni 2026 silam. Pemain LOSC Lille ini menjadi punggawa Timnas Indonesia lain yang mengalami penurunan nilai pasar.
Semula, nilai pasar Verdonk berada di angka 2,78 juta Euro atau Rp52,14 miliar. Setelah pembaruan musim panas, nilai pasar pemain berposisi bek kiri ini berada di nilai 2,17 juta Euro atau Rp43,45 miliar.
Musim lalu, Verdonk membawa Lille finis di zona Liga Champions, tepatnya di peringkat ketiga klasemen Liga Prancis dengan koleksi 61 poin dari 3 laga. Pemain berusia 29 tahun ini tampil sebanyak 30 laga di semua kompetisi dengan catatan dua buah assist.
Meski penampilannya tidak buruk, laman Transfermarkt tidak menjadikan performa pemain di lapangan sebagai satu-satunya penentu perubahan nilai pasar.
Usia Verdonk sudah menginjak 29 tahun. Dalam valuasi nilai pasar, usia menjadi faktor penting karena pemain yang lebih muda memiliki potensi perkembangan dan nilai jual kembali yang lebih besar.
Menit bermain juga turut mempengaruhi penurunan nilai pasar Verdonk. Untuk diketahui, mantan pemain NEC Nijmegen ini harus bersaing ketat dengan Romain Perraud di sektor bek sayap.
Di Liga Prancis musim lalu, Verdonk hanya tampil sebanyak 18 kali dengan total 786 menit. Sementara rivalnya, Perraud tampil sebanyak 30 kali di Liga Prancis dengan total 2.250 menit.