← Beranda
Laga Persiku vs PSIS Batal, Panser Biru Minta Kekalahan WO 0-3
Andre Rizal Hanafi• Senin, 28 September 2026 | 04.00 WIB
Pendukung PSIS Semarang, Panser Biru. Laga Persiku Kudus vs PSIS Semarang batal digelar karena persoalan izin pertandingan. Ketua Panser Biru Kepareng alias Wareng menilai Persiku harus bertanggung jawab atas situasi tersebut. (Istimewa)

JawaPos.com - Laga Persiku Kudus vs PSIS Semarang pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/27 batal digelar. Ketua Panser Biru Kepareng alias Wareng meminta Persiku dikenai sanksi walkover (WO) atas kegagalan menggelar pertandingan.

Pertandingan tersebut sejatinya berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (27/9/2026). Namun, laga dibatalkan karena persoalan izin pertandingan yang tidak kunjung keluar.

Persiku menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai markas sementara karena Stadion Wergu Wetan, Kudus, yang merupakan homebase Macan Muria, sedang menjalani renovasi total.

Pembatalan pertandingan tersebut mendapat sorotan dari Wareng. Pentolan suporter PSIS itu menilai manajemen Persiku seharusnya lebih matang mempersiapkan pertandingan, terutama terkait proses perizinan.

Pihaknya juga menyoroti rapat koordinasi dengan Polres Bantul yang berlangsung Jumat (25/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wareng bersama jajaran DPP Panser Biru hadir bersama manajemen PSIS Semarang.

Menurut Wareng, situasi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mempertanyakan kesiapan Persiku menggelar pertandingan. Ia juga menilai pembatalan laga merugikan PSIS karena tim beserta suporternya sudah melakukan perjalanan menuju Bantul.

Sebelum pertandingan dibatalkan, Wareng mengaku telah menawarkan opsi agar laga dipindahkan ke Semarang dan dimainkan di Stadion Jatidiri. Namun, menurutnya, tawaran tersebut sempat ditolak manajemen Persiku.

Wareng kemudian menyebut Persiku baru meminta pertandingan dipindahkan ke Semarang ketika jadwal laga sudah semakin dekat.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Portugal: Pembuktian Haaland dan Ronaldo

Melalui akun Instagram @kepareng_wareng, Wareng menyampaikan kritik terhadap proses pengurusan izin pertandingan oleh manajemen Persiku.

"Main hari minggu kok mengajukan ijin hari jumat pagi terus adminitrasi tidak komplit, yo jelas rekom tidak akan dikeluarkan," beber Wareng di akunnya.

Ia juga menyinggung keputusan Persiku yang sebelumnya menolak opsi bermain di Jatidiri.

"Susah ditawari main di Jatidiri malah menolak akibat gengsi sekarang tidak bisa mengadakan pertandingan pas hari H minta ditunda," sambungnya.

Pembatalan laga juga berdampak kepada suporter PSIS. Ribuan anggota Panser Biru disebut telah berangkat ke Bantul untuk menyaksikan langsung pertandingan melawan Persiku.

Setelah laga dipastikan batal, sebagian suporter memilih mengisi waktu dengan berwisata di sejumlah lokasi di sekitar Jogjakarta. Sebagian lainnya tetap berada di kawasan Stadion Sultan Agung.

Persiku kini berpotensi mendapatkan sanksi akibat kegagalan menggelar pertandingan. Dalam materi yang tersedia, sanksi yang menjadi perhatian antara lain kekalahan WO 0-3, denda hingga Rp500 juta, serta kemungkinan pengurangan poin sesuai regulasi kompetisi.

Namun, keputusan mengenai sanksi Persiku berada di tangan pihak berwenang dan akan mengacu pada regulasi Pegadaian Championship 2026/27.

Batalnya laga melawan PSIS menjadi persoalan tersendiri bagi Persiku yang sedang menjalani pertandingan kandang di luar Kudus. Tim kini harus menunggu keputusan terkait status pertandingan dan kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan.

EDITOR: Hendra