JawaPos.com — Persik Kediri memanfaatkan jeda FIFA Matchday September-Oktober 2026 untuk meningkatkan kondisi fisik pemain setelah bermain imbang 1-1 melawan Arema FC.
Meski sempat mendapat libur empat hari, skuad Macan Putih kembali dalam kondisi prima, dengan Imanol Garcia dan Ernesto Gomes mencatat hasil terbaik dalam tes fisik.
Baca Juga: Prediksi Skor Persikad Depok vs Persiraja: Laskar Rencong Kejar Poin Perdana
Persik Kediri Kembali Berlatih Setelah Libur Empat Hari
Persik Kediri kembali berkumpul setelah Bayu Otto dkk mendapatkan jatah libur selama empat hari usai pertandingan tandang melawan Arema FC yang berakhir 1-1.
Masa istirahat singkat tersebut diberikan sebelum tim kembali menjalani agenda latihan selama jeda kompetisi.
FIFA Matchday periode September-Oktober membuat kompetisi berhenti sementara ketika Timnas Indonesia bertarung di FIFA ASEAN Cup 2026.
Persik Kediri memilih memanfaatkan momentum tersebut untuk menggenjot aspek fisik sekaligus mempersiapkan pemain menghadapi lanjutan kompetisi.
Pelatih Persik Kediri Marcos Reina mengatakan kebugaran skuadnya sebenarnya sudah berada pada level yang baik.
Namun, pelatih asal Spanyol tersebut masih melihat ruang untuk meningkatkan kondisi fisiologis pemain agar bisa mendekati level performa yang lebih ideal.
“Kami memanfaatkan pekan ini untuk mengembangkan kondisi fisik. Kami ingin meningkatkan hal yang sudah bagus sampai menemukan titik peak performa,” kata Marcos Reina.
Baca Juga: Persik Kediri Tak Mau Santai Saat Jeda FIFA Matchday, Fisik Pemain Terus Digenjot
Marcos Reina Ingin Persik Kediri Bermain dengan Intensitas Tinggi
Peningkatan fisik menjadi bagian penting dari program Persik Kediri karena Marcos Reina ingin timnya bermain dengan intensitas tinggi sepanjang pertandingan.
Karakter permainan tersebut membutuhkan pemain dengan kemampuan fisik yang mampu menunjang aktivitas bertahan sekaligus menyerang.
Persik Kediri sudah memperlihatkan gambaran permainan tersebut dalam tiga pertandingan pertama musim ini.
Bayu Otto dkk tampil spartan ketika kehilangan bola, sementara agresivitas ditunjukkan saat tim berusaha membangun serangan dan mencari peluang.
“Kami ingin menjadi tim yang konsisten dengan intensitas tinggi. Pemain harus punya fisik tangguh untuk bertahan dan menyerang. Untuk itu kami membutuhkan sebuah tim dalam kondisi terbaik,” jelas Marcos Reina.
Program latihan selama jeda kompetisi pun diarahkan untuk menjaga sekaligus meningkatkan fondasi tersebut.
Marcos tidak hanya ingin pemain sekadar bugar, tetapi mampu mempertahankan intensitas permainan sesuai dengan tuntutan strategi yang diterapkannya bersama Persik Kediri.
Baca Juga: Imus Wiranda Ungkap Rahasia Gol Perdana Persikad, Manfaatkan Celah di Pertahanan Adhyaksa FC
Imanol Garcia dan Ernesto Gomes Punya Catatan Terbaik
Hasil tes fisik setelah masa libur memberikan gambaran positif bagi Persik Kediri. Imanol Garcia dan Ernesto Gomes menjadi dua pemain yang disebut Marcos Reina memiliki catatan terbaik dalam tes yang dilakukan tim.
Imanol Garcia sebelumnya juga menunjukkan performa fisik bagus ketika menjalani tes pada masa pramusim.
Kali ini, gelandang tersebut kembali mencatat hasil positif dan berada bersama Ernesto Gomes sebagai pemain dengan catatan terbaik.
“Imanol Garcia di tes ini menjadi salah satu yang terbaik. Pada pramusim, dia juga melakukannya bersama Sandro. Kali ini Imanol bersama Ernesto Gomez,” ungkap Marcos Reina.
Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Persik Kediri untuk menjalani program latihan berikutnya.
Kondisi fisik Imanol Garcia dan Ernesto Gomes menunjukkan libur empat hari tidak membuat kesiapan mereka menurun secara signifikan.
Persik Kediri Tak Berhenti Mengejar Kondisi Terbaik
Meski hasil tes menunjukkan kondisi pemain tetap baik, Marcos Reina tidak ingin Persik Kediri berhenti melakukan peningkatan.
Jeda kompetisi justru dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai aspek yang masih memungkinkan dikembangkan sebelum pertandingan kembali digelar.
Pelatih asal Spanyol itu menilai setiap detail dalam kondisi pemain tetap penting untuk diperbaiki. Targetnya jelas, seluruh pemain Persik Kediri harus berada dalam kondisi terbaik ketika kompetisi kembali berjalan setelah FIFA Matchday.
“Kami sedang mencoba untuk menjadi tim lebih baik. Segala hal yang bisa kita perbaiki, kita akan lakukan. Kami mencoba terus berkembang dan berada dalam kondisi terbaik,” pungkasnya.
Bagi Persik Kediri, jeda empat hari bukan sekadar waktu untuk beristirahat setelah laga kontra Arema FC.
Momentum tersebut menjadi bagian dari persiapan lebih panjang agar Bayu Otto dkk mampu mempertahankan permainan berintensitas tinggi sekaligus meningkatkan level kebugaran ketika kompetisi kembali dimulai.