JawaPos.com - PSIS Semarang membawa pulang satu poin dari markas Semen Padang FC dalam lanjutan Championship 2026/2027. Gol Hari Nur Yulianto pada menit ke-90 menyelamatkan Mahesa Jenar dari kekalahan dan membuat pertandingan berakhir 1-1.
Bermain di Stadion Chandra Bhaga, Bekasi, Sabtu (20/9/2026), PSIS lebih dulu tertinggal setelah Igor Cukovic mencetak gol melalui sundulan pada menit kesembilan.
PSIS berusaha mencari gol balasan, tetapi upaya anak asuh Widodo Cahyono Putro belum membuahkan hasil hingga pertandingan memasuki babak kedua.
Widodo kemudian melakukan perubahan pada menit ke-77 dengan memasukkan Hari Nur Yulianto. Striker 37 tahun itu dipercaya menambah daya gedor PSIS pada sisa pertandingan.
Keputusan tersebut berbuah hasil. Ketika laga memasuki menit ke-90, Hari Nur mencetak gol penyama kedudukan sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat PSIS terhindar dari kekalahan. Hari Nur kemudian dinobatkan sebagai Player of the Match.
Namun, mantan pemain PSPS Pekanbaru itu tidak menganggap kontribusinya sebagai hasil kerja seorang pemain. Menurutnya, satu poin yang diraih PSIS merupakan buah kerja keras seluruh anggota tim.
"Dari awal tekad kami ingin poin di sini, terus bekerja keras sampai menit akhir dibunyikan. Alhamdulillah kami dapat poin," ujar Hari Nur dilansir iLeague.
Hari Nur juga menceritakan pesan yang diberikan Widodo ketika dirinya masuk ke lapangan. Sang pelatih meminta dirinya memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik mungkin.
"Pelatih hanya bilang masih ada waktu, jadi saya diminta manfaatkan waktu itu dengan baik," katanya.
Pesan tersebut akhirnya dijalankan Hari Nur dengan baik. Ia menjadi penentu hasil akhir sekaligus membantu PSIS membawa pulang satu poin dari Bekasi.
Hasil imbang tersebut memperlihatkan perjuangan PSIS untuk mendapatkan poin hingga menit akhir. Mahesa Jenar tidak menyerah meski sudah tertinggal sejak awal pertandingan.
Bagi Hari Nur, kontribusi tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan PSIS di Pegadaian Championship 2026/2027. Pengalaman dan ketenangannya kembali menjadi modal bagi Mahesa Jenar dalam menjalani musim.