← Beranda
Persija Jakarta Gerak Cepat! Insiden Diskriminasi ke Shin Tae-yong Dilaporkan ke Komdis PSSI
Moch. Rizky Pratama Putra• Rabu, 23 September 2026 | 21.54 WIB
Persija Jakarta melaporkan insiden ucapan diskriminatif terhadap Shin Tae-yong kepada Komdis PSSI setelah laga kontra Java United. (Persija)

 

JawaPos.com - Persija Jakarta melaporkan insiden ucapan diskriminatif terhadap Shin Tae-yong kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah laga kontra Java United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9).

Persija berharap insiden yang melibatkan Direktur Teknik Java United Achmad Resal Octavian tersebut diproses sesuai regulasi.

Pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 itu memang berlangsung panas.

Baca Juga: Persija Jakarta Sempurna! Hattrick Kemenangan Jadi Modal Kejar Empat, Lima, dan Seterusnya

Friksi antarpihak kedua tim terjadi beberapa kali hingga pertandingan sempat terhenti dan wasit mengeluarkan kartu kuning kepada sejumlah ofisial yang terlibat adu mulut.

Apa yang Terjadi pada Shin Tae-yong?

Insiden tersebut melibatkan Shin Tae-yong yang saat ini berada di jajaran Persija Jakarta dan Direktur Teknik Java United Achmad Resal Octavian.

Dalam situasi panas di pinggir lapangan, Resal disebut melontarkan ucapan tidak menyenangkan kepada pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Baca Juga: John Herdman Bakar Harapan Suporter! Timnas Indonesia Optimistis Raih Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Ucapan yang menjadi sorotan ialah penyebutan Shin Tae-yong sebagai pendatang.

Persija Jakarta kemudian memilih membawa persoalan tersebut ke ranah disiplin sepak bola dengan melaporkannya kepada Komdis PSSI.

Pertandingan Persija Jakarta kontra Java United berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu (19/9).

Laga pekan ketiga Super League 2026/2027 itu diwarnai friksi antarpihak kedua tim sebelum insiden verbal tersebut mencuat.

Persija Jakarta menilai tindakan provokasi, intimidasi, hingga kekerasan verbal maupun fisik tidak seharusnya muncul dalam pertandingan sepak bola.

Sikap itu disampaikan manajemen klub melalui kanal Instagram resmi Persija Jakarta pada Rabu (23/9).

Baca Juga: 4 Pemain U-23 Gacor di Super League 2026/2027, Amunisi Persija Jakarta dan Arema FC Unjuk Gigi

Persija Jakarta Serahkan Proses kepada Komdis PSSI

Persija Jakarta menegaskan sudah menyerahkan penanganan insiden tersebut kepada Komdis PSSI.

Klub ibu kota berharap proses berjalan objektif dengan mengacu pada fakta dan bukti yang tersedia.

“Persija senantiasa berkomitmen menjaga ketertiban dan kondusivitas dalam setiap pertandingan. Sejalan dengan komitmen tersebut, Persija menyayangkan terjadinya sejumlah tindakan provokasi, intimidasi, serta kekerasan selama dan setelah pertandingan Persija vs Java United FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9),” tulis Persija Jakarta.

Baca Juga: Real Madrid Serang Balik Presiden La Liga

Manajemen Persija Jakarta juga menilai tindakan kekerasan verbal maupun fisik berpotensi mengganggu nilai sportivitas.

Karena itu, klub meminta persoalan tersebut diproses melalui mekanisme yang berlaku di kompetisi.

“Tindakan kekerasan, baik secara verbal maupun fisik, tidak semestinya hadir dalam lingkungan sepak bola yang sejatinya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas," lanjut pernyataan Persija.

Baca Juga: Jadwal UEFA Nations League: Belanda vs Jerman, Spanyol vs Inggris

"Peristiwa semacam ini berpotensi mencederai semangat fair play serta mengganggu integritas dan independensi penyelenggaraan pertandingan," sambung pernyataan itu.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan sikap Persija Jakarta yang memilih menyerahkan keputusan kepada otoritas disiplin.

Klub tidak menyebutkan bentuk hukuman yang diharapkan, tetapi meminta kejadian ditangani berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Friksi Sempat Hentikan Pertandingan

Situasi panas dalam pertandingan Persija Jakarta melawan Java United tidak hanya terjadi dalam satu momen.

Baca Juga: Jurgen Klopp Bawa Angin Segar, Para Pemain Timnas Jerman Antusias Hadapi UEFA Nations League

Friksi di antara ofisial kedua tim sempat membuat pertandingan terhenti beberapa kali karena adu mulut di area pinggir lapangan.

Wasit kemudian mengambil tindakan dengan mengeluarkan kartu kuning kepada beberapa ofisial yang terlibat.

Insiden tersebut memperlihatkan tingginya tensi pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Baca Juga: Timnas Indonesia Coret Dony Tri Pamungkas karena Cedera, Shayne Pattynama Jadi Pengganti

Persija Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga pertandingan tetap tertib dan kondusif.

Klub juga mengecam tindakan kekerasan yang terjadi selama maupun setelah pertandingan.

“Saat ini, Persija menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian atas insiden tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Persija percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan,” kata pernyataan resmi Persija.

Baca Juga: Jeda Internasional BRI Super League: 3 Pemain Persita Dapat Panggilan Timnas

Persija Jakarta kemudian kembali menegaskan sikapnya terhadap insiden tersebut.

“Sekali lagi, Persija berkomitmen menjaga nilai-nilai sportivitas serta mengecam keras adanya tindakan kekerasan dalam lingkungan sepak bola,” tandas Persija.

Kini, penanganan laporan tersebut berada di tangan Komdis PSSI.

Persija Jakarta memilih menunggu proses disiplin berjalan setelah insiden yang melibatkan Shin Tae-yong dan Achmad Resal Octavian dalam laga pekan ketiga Super League 2026/2027.

Baca Juga: Bukan Misi Mustahil! Mimpi Maarten Paes Antarkan Timnas ndonesia Raih Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah