JawaPos.com - Persiku Kudus punya pekerjaan rumah besar di lini belakang setelah kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan awal Pegadaian Championship 2026/27.
Persiku Kudus mengawali perjalanan di Pegadaian Championship 2026/27 dengan hasil yang belum sesuai harapan.
Dari dua pertandingan yang sudah dimainkan, Macan Muria baru mengoleksi satu poin setelah bermain imbang dengan Adhyaksa FC Bekasi dan kalah telak dari PSMS Medan.
Baca Juga: Cetak Gol Ke Gawang Persiku Kudus, Penyerang PSMS Javier Siverio Terpilih Sebagai Man Of The Match
Masalah terbesar Persiku terlihat dari lini belakang. Mereka sudah tujuh kali kebobolan dalam dua laga.
Setelah kemasukan satu gol saat bermain 1-1 melawan Adhyaksa FC Bekasi pada pertandingan pertama, Persiku harus menerima kenyataan gawangnya dibobol enam kali ketika menghadapi PSMS Medan.
Kekalahan telak tersebut terjadi di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, Minggu (20/9).
Baca Juga: Bawa Madura United Menang 2-1 atas PSIM, Jose Gomes Sabet Penghargaan Coach of the Week Pekan
Persiku bahkan sudah tertinggal lima gol pada babak pertama sebelum akhirnya pertandingan berakhir dengan skor 0-6.
Phillerson Natan Silva menjadi pemain yang membuka keunggulan PSMS pada menit ketujuh. Lima menit berselang, dia kembali mencatatkan namanya di papan skor.
M Ragil kemudian menambah keunggulan pada menit ke-19.
Persiku semakin kesulitan setelah Javier Siverio mencetak gol pada menit ke-21 dan 32.
Striker PSMS tersebut kemudian melengkapi hattrick pada menit ke-52 untuk memastikan kemenangan telak tim tuan rumah.
Pelatih Persiku Kahudi Wahyu mengakui hasil tersebut menjadi pukulan berat bagi timnya.
Baca Juga: FIFA Matchday Jadi Momen Madura United Beri Waktu Istirahat, Latihan Mandiri Tetap Jalan
Dia menilai konsentrasi pemain buyar setelah kebobolan beberapa gol dalam waktu singkat.
“Banyak gol yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Ini membuyarkan konsentrasi pemain kami,” ujar Kahudi Wahyu.
Selain persoalan konsentrasi, Kahudi menyebut kondisi mental pemain turut terpengaruh.
Baca Juga: Bukan Sekadar Olahraga, Tren Lari Kini Jadi Cara Baru Bersosialisasi
Beberapa pemain bahkan mengalami cedera yang menurutnya berkaitan dengan tekanan setelah Persiku tertinggal jauh.
Kahudi juga mengakui strategi yang sudah disiapkan sebelum pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.
Padahal, tim pelatih sebelumnya telah melakukan analisis terhadap permainan PSMS.
Baca Juga: Asian Games 2026: Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Melaju ke Semifinal Usai Bungkam Malaysia
Meski kecewa, Kahudi tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang telah berusaha hingga pertandingan berakhir.
Dia menilai faktor mental menjadi salah satu hal yang perlu segera dibenahi.
Hal senada disampaikan pemain Persiku Bhima Wibnu.
Dia meminta maaf kepada suporter dan masyarakat Kudus atas hasil tersebut.
Baca Juga: Skandal Spionase Southampton Berlanjut, Tonda Eckert Berdalih Tidak Tahu Aturan EFL
Bhima memastikan tim akan melakukan evaluasi dan berusaha bangkit pada pertandingan berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, lini belakang jelas menjadi salah satu pekerjaan rumah Persiku menjelang pekan ketiga.
Apalagi, Macan Muria harus menghadapi PSIS Semarang pada Minggu (27/9) mendatang di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Baca Juga: Dari Calvin Verdonk Hingga Rayhan Hannan! Simak Statistik Lengkap 7 Gelandang Timnas Indonesia
Persiku saat ini masih berada di posisi juru kunci Grup A atau Grup Barat dengan perolehan minus satu poin.
Perbaikan pertahanan menjadi hal penting jika mereka ingin mendapatkan hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya.