← Beranda
Nyali Wani Toni Firmansyah! Gelandang Persebaya Surabaya Janji Evaluasi dan Tebus Kekecewaan
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 22 September 2026 | 14.47 WIB
Gelandang Persebaya Surabaya Toni Firmansyah meminta maaf kepada Bonek dan Bonita setelah Green Force ditahan Garudayaksa FC 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya gagal mempertahankan kemenangan atas Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026), setelah keunggulan 1-0 lewat Alex Martins pada menit ke-84 disamakan lima menit kemudian.

Hasil 1-1 itu membuat gelandang Persebaya Surabaya, Toni Firmansyah, meminta maaf kepada Bonek dan Bonita sekaligus berjanji mengevaluasi kesalahan tim.

Baca Juga: Bernardo Tavares Hutang 2 Poin, Persebaya Surabaya Bertekad Bangkit Lawan Isenmulang Kalteng FC

Keunggulan Persebaya Surabaya Lenyap dalam Lima Menit

Persebaya Surabaya sebenarnya berada di jalur kemenangan setelah Alex Martins mencetak gol pada menit ke-84 melalui sundulan yang membuat Stadion Gelora Bung Tomo bergemuruh.

Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Green Force karena kemenangan sudah berada di depan mata setelah perjuangan sepanjang pertandingan.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan sekitar lima menit sebelum Garudayaksa FC memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-89.

Gawang Reza Arya akhirnya kembali bergetar dan Persebaya Surabaya harus puas membawa pulang satu poin dari pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027.

Sebelumnya, Green Force juga sempat mencetak gol lebih awal melalui Miguel Pereira pada awal babak kedua.

Namun, gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR karena Miguel berada dalam posisi offside sehingga Persebaya Surabaya harus kembali berusaha mencari gol pembuka.

Kondisi tersebut membuat hasil akhir terasa semakin mengecewakan bagi para pemain dan suporter.

Toni Firmansyah memahami situasi itu karena Bonek dan Bonita sudah memberikan dukungan sepanjang pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo.

Baca Juga: Arema FC Kantongi 5 Poin, Mirip Persebaya Surabaya tapi Terpeleset di Dua Laga Terakhir

Toni Firmansyah Minta Maaf kepada Bonek dan Bonita

Toni Firmansyah secara terbuka menyampaikan permintaan maaf setelah Persebaya Surabaya gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Gelandang asal Benowo itu menilai hasil imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC bukan hasil yang diinginkan pemain maupun suporter.

“Pertama-tama mungkin saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita. Tentunya hasil yang tidak kita inginkan sore ini,” ucap Toni dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.

Toni menegaskan seluruh pemain sudah berusaha maksimal untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Persebaya Surabaya terus mencoba membangun serangan, menciptakan peluang, dan menjalankan instruksi pelatih hingga akhirnya mampu mencetak gol pada menit ke-84.

“Kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan tiga poin. Kami sudah bekerja keras, berjuang sampai akhir, dan mencoba menjalankan instruksi pelatih,” ujar Toni.

“Tetapi memang hasil akhirnya belum sesuai dengan apa yang kami harapkan.”

Pernyataan tersebut memperlihatkan kekecewaan Toni terhadap hasil pertandingan sekaligus kesadaran pemain terhadap tuntutan laga kandang.

Setelah sempat unggul melalui Alex Martins, Persebaya Surabaya justru kehilangan kemenangan hanya dalam rentang lima menit sebelum peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga: Kebobolan Bola Mati, Pekerjaan Rumah Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya Selama Jeda Kompetisi

Bola Mati Jadi Pelajaran Berharga Green Force

Gol Garudayaksa FC pada menit ke-89 menjadi salah satu momen yang harus dievaluasi Persebaya Surabaya setelah pertandingan.

Situasi bola mati tersebut membuat Green Force gagal menjaga keunggulan dan harus menerima hasil imbang meski sudah unggul pada menit ke-84.

Toni Firmansyah menyebut konsentrasi menjadi aspek penting yang harus diperbaiki seluruh pemain.

Menurutnya, pertandingan belum selesai sebelum wasit meniup peluit panjang sehingga fokus harus tetap terjaga hingga detik terakhir.

“Ini menjadi pelajaran bagi kami semua,” tambahnya.

“Kami harus lebih fokus sampai pertandingan benar-benar selesai dan tidak boleh kehilangan konsentrasi. Kami akan evaluasi bersama supaya kesalahan seperti ini tidak terulang lagi.”

Evaluasi tersebut menjadi penting karena Persebaya Surabaya kehilangan dua poin yang sebelumnya sudah berada dalam genggaman.

Green Force perlu memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi ketika memasuki fase akhir pertandingan, terutama saat sudah berada dalam posisi unggul.

Bagi Toni, hasil imbang melawan Garudayaksa FC tidak cukup untuk dijadikan alasan berhenti berjuang.

Sebaliknya, pertandingan tersebut harus menjadi bahan pembelajaran agar Persebaya Surabaya mampu tampil lebih matang pada laga berikutnya.

Baca Juga: Berlomba dengan Waktu! Persebaya Surabaya Pantau Kondisi 4 Pemain Cedera di Jeda Kompetisi

Toni Firmansyah Wani Bangkit dan Tebus Kekecewaan

Meski kecewa dengan hasil 1-1, Toni Firmansyah meminta seluruh pemain tidak larut dalam kegagalan meraih tiga poin.

Gelandang Persebaya Surabaya itu menilai perjalanan Super League 2026/2027 masih panjang sehingga masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.

“Kami memang kecewa karena gagal mendapatkan tiga poin,” tandasnya.

“Tetapi kita harus tetap bersama, terus bekerja keras, dan memperbaiki apa yang masih kurang. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan selanjutnya.”

Sikap tersebut menjadi pesan penting setelah Persebaya Surabaya hanya mampu meraih hasil imbang di kandang sendiri.

Toni ingin evaluasi dilakukan bersama agar kesalahan pada menit-menit akhir tidak kembali merugikan Green Force pada pertandingan berikutnya.

Hasil kontra Garudayaksa FC juga menjadi pengingat bagi Persebaya Surabaya untuk menjaga fokus setelah mencetak gol.

Keunggulan pada menit ke-84 seharusnya bisa diamankan, tetapi gol balasan pada menit ke-89 membuat tiga poin berubah menjadi satu angka.

Kini, Toni Firmansyah dan rekan-rekannya dituntut segera mengalihkan fokus menuju pertandingan berikutnya.

Janji untuk mengevaluasi kesalahan dan bekerja lebih keras menjadi modal Green Force untuk menebus kekecewaan Bonek dan Bonita setelah kemenangan yang lepas di depan mata.

EDITOR: Banu Adikara