JawaPos.com - Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menolak membandingkan timnya dengan Barcelona yang tampil produktif pada awal La Liga 2026/2027. Menjelang Derby Madrid, Mourinho menegaskan kompetisi masih panjang dan Los Blancos terus menjalani proses perkembangan.
Real Madrid akan menghadapi Atletico Madrid dalam Derby Madrid di Stadion Metropolitano, Minggu (20/9). Pertandingan tersebut menjadi ujian bagi skuad Mourinho di tengah persaingan dengan Barcelona di papan atas La Liga.
Barcelona tampil produktif pada awal musim dengan mencetak 28 gol dalam enam pertandingan. Terbaru, Blaugrana menghancurkan Racing Santander dengan skor 7-2 pada Kamis (17/9).
Hasil tersebut membuat Barcelona mengoleksi 21 poin dari tujuh kemenangan. Sementara itu, Real Madrid telah menelan satu kekalahan musim ini setelah takluk 0-1 dari Real Betis.
Kondisi tersebut membuat Mourinho ditanya mengenai performa Barcelona. Namun, pelatih asal Portugal itu menolak membandingkan Real Madrid dengan rivalnya.
"Secara historis dan budaya, Real Madrid tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun. Saya tidak akan membandingkan kami dengan tim mana pun. Saya akan berbicara tentang kami, masalah kami, dan hal-hal yang harus kami tingkatkan," kata Mourinho, dikutip dari ESPN.
Mourinho mengakui Real Madrid masih memiliki sejumlah persoalan yang harus diperbaiki. Namun, ia juga menilai timnya memiliki kekuatan yang bisa menjadi modal dalam menjalani kompetisi panjang.
"Kami menyadari masalah yang kami miliki, tetapi kami juga sangat menyadari kekuatan yang kami miliki, secara individu maupun kolektif, serta hal-hal yang sangat baik dalam tim kami," ujarnya.
Menurut Mourinho, salah satu kekuatan Real Madrid adalah kemampuan untuk terus berjuang hingga pertandingan berakhir. Ia menilai perjalanan di La Liga layaknya maraton yang penuh tantangan.
"Selain kualitas, tim ini memiliki kekuatan sebagai sebuah kelompok. Ini adalah maraton. Liga tidak selalu seperti jalan tol lurus tanpa hambatan. Namun, kami akan tetap berada di sana," tutur Mourinho.
Pelatih berusia 63 tahun itu juga mengakui Real Madrid masih kesulitan menjaga konsistensi permainan selama 90 menit. Laga melawan Elche menjadi salah satu contoh ketika keunggulan dua gol berubah menjadi situasi sulit menjelang pertandingan berakhir.
Bagi Mourinho, situasi tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan tim. Ia meminta publik memberikan waktu karena skuad Real Madrid baru bekerja bersama selama beberapa bulan.
"Ini adalah sebuah proses. Jika pelatih berlatih selama dua, tiga, empat, lima, atau 10 tahun, kemudian masih membicarakan tentang proses dan perkembangan, bayangkan jika kami baru bersama selama beberapa bulan," kata Mourinho.
Mourinho Puji Simeone
Selain membahas kondisi Real Madrid, Mourinho juga memberikan pujian kepada pelatih Atletico Madrid Diego Simeone.
Keduanya kembali berhadapan setelah Mourinho menangani Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013, sedangkan Simeone telah memimpin Atletico sejak 2011.
Mengenang persaingan pada masa lalu, Mourinho mengakui sejumlah pernyataannya mengenai Simeone ketika itu muncul karena situasi tertentu.
"Anda mengatakan begitu banyak hal konyol sepanjang karier. Kadang-kadang Anda terpengaruh oleh momen dan terkadang itu strategis. Namun, pada akhirnya, Anda menghormati atau tidak," ujar Mourinho.
"Kami kembali menjadi rival, tetapi kami adalah rekan seperjuangan dalam perang," lanjutnya.