← Beranda
Java United Hadapi Persija Jakarta di Bali, David da Silva Soroti Taktik Baru Shin Tae-yong
Andre Rizal HanafiSabtu, 19 September 2026 | 05.20 WIB
Striker Malut United David da Silva memimpin bursa top skor Super Leagua musim ini. Ia bisa jadi top skor tertua Liga Indonesia. (Dok.Malut United)

 

JawaPos.com - Java United FC punya modal tersendiri jelang menghadapi Persija Jakarta pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27. Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9) pukul 19.00 WIB.

Pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung di Jakarta tersebut akhirnya dipindahkan ke Bali. Kondisi itu coba dimanfaatkan Java United untuk menghadapi Persija yang berstatus sebagai tuan rumah.

Penyerang andalan Java United, David da Silva, memastikan dirinya siap tampil pada pertandingan tersebut. Hal itu disampaikan setelah dirinya menjalani latihan di Stadion Samudera Kuta, Jumat (18/9).

Baca Juga: Dua Laga Cetak Dua Gol, Alexander Jeremejeff Ungkap Proses Adaptasinya di Persija Jakarta

Dalam sesi latihan tersebut, kaki kanan David sempat terlihat dibalut es batu. Namun, kondisi itu tidak membuat striker asal Brasil tersebut meragukan kebugarannya untuk pertandingan melawan Macan Kemayoran.

David justru menegaskan kesiapannya untuk tampil dan tidak mempermasalahkan perubahan lokasi pertandingan. Menurutnya, Bali bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi Java United.

"Ini bukan masalah. Saya siap, saya akan tampil besok. Tempat ini (Bali) bukan kandang mereka karena mereka harus datang dari jauh," kata David, Jumat (18/9).

Baca Juga: Persija Jakarta Incar Kemenangan Ketiga, Shin Tae-yong Waspadai Ancaman Java United FC

David menilai Persija kehilangan salah satu keuntungan sebagai tim tuan rumah karena pertandingan digelar di Bali dan tidak bisa dihadiri langsung pendukung mereka. Meski demikian, dia menyadari pertandingan tetap terbuka dan segala kemungkinan bisa terjadi.

" Mereka mungkin kehilangan keuntungan bermain di hadapan para pendukungnya. Namun, pertandingan ini tetap bisa menghasilkan apa saja," lanjutnya.

Selain faktor venue, David juga mencermati perubahan permainan Persija sejak ditangani Shin Tae-yong. Dia mengaku sudah melihat rekaman pertandingan Persija saat menghadapi Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung.

Menurut pengamatannya, Persija kini tidak lagi terlalu mengandalkan permainan dengan umpan-umpan pendek seperti sebelumnya. 

Macan Kemayoran lebih sering memanfaatkan sisi sayap, termasuk melalui crossing dan bola-bola silang.

Meski begitu, David meminta rekan-rekannya tidak terlalu terpaku pada pemain tertentu dari Persija. Baginya, Java United harus lebih fokus menjaga permainan, mentalitas, dan kepercayaan diri sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Shin Tae-yong Sedih Laga Kandang Persija Kontra Java United Digelar Tanpa Penonton

"Sebelumnya, pelatih mereka lebih banyak memainkan umpan-umpan pendek. Sekarang mereka lebih banyak bermain dari sisi sayap, melakukan crossing, dan lebih banyak mengandalkan bola-bola silang," ujarnya.

"Siapa pun yang bermain bisa memberikan ancaman. Kami harus fokus pada tim sendiri dan memiliki mental yang kuat. Mereka tim yang bagus, tetapi mereka juga harus menghormati kami karena kami memiliki pemain-pemain hebat," pungkas David.

EDITOR: Banu Adikara