JawaPos.com - PSBS Biak menghadapi tantangan berat pada Pegadaian Championship 2026/27.
Selain harus bersaing dengan tim-tim kuat di Grup B, Badai Pasifik juga memulai kompetisi dengan beban pengurangan empat poin akibat tidak memenuhi regulasi club licensing.
Situasi tersebut membuat PSBS harus menjalani musim ini dengan kondisi yang berbeda dibandingkan ketika masih berkompetisi di BRI Super League musim lalu.
Baca Juga: Baru Dua Pekan BRI Super League 2026/27, Persijap Jepara Kembalikan Mario Lemos Jadi Pelatih
Keterbatasan yang ada membuat PSBS tampil dengan skuad yang mayoritas dihuni pemain muda.
Para pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari Elite Pro Academy (EPA) PSBS kemudian mendapat kesempatan untuk memperkuat tim senior.
Kondisi itu terlihat saat PSBS menghadapi Deltras FC pada laga pekan pertama di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (13/9).
Baca Juga: Carlo Armiento Koleksi 15 Assist! Winger Baru Garudayaksa FC Tebar Ancaman ke Persebaya Surabaya
Patrias Rumere yang dipercaya menjadi kapten PSBS dalam pertandingan tersebut memahami bahwa situasi yang dihadapi timnya saat ini memang tidak ideal.
Namun, ia memilih menerima keadaan dan berusaha memberikan kontribusi terbaik untuk membantu para pemain muda.
"Kalau melihat kondisi tim saat ini, suka tidak suka, tapi harus diterima. Karena (klub ada) faktor banned, kita ada sanksi, karena memang itu regulasi," ungkap Patrias Rumere.
Patrias juga tidak ingin kondisi tersebut menjadi alasan bagi PSBS untuk mengeluh.
Sebagai salah satu pemain senior, dia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan motivasi kepada para pemain muda yang kini menjadi bagian penting dari skuad.
"Jadi kita main dengan semangat yang baru. Saya sebagai pemain senior, bisa kasih motivasi kepada adik-adik supaya kerja keras, motivasi semangat," beber dia.
Baca Juga: Pesan Alex Martins Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Minta Bonek-Bonita All Out di GBT
Menurut Patrias, PSBS tetap harus percaya diri meski persaingan Grup B Pegadaian Championship 2026/27 diprediksi berlangsung ketat.
Sejumlah tim seperti Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Persis Solo, dan Persela Lamongan memiliki ambisi besar musim ini.
Selain itu, terdapat pula sejumlah tim yang berpotensi menjadi kuda hitam, seperti Kendal Tornado FC, Persiba Balikpapan, RANS Nusantara FC, dan De Red FC.
Baca Juga: Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
"Tapi karena (tim) ini (turun di) kompetisi Liga 2 (Championship), mau tidak mau harus siap," tandas pemain kelahiran Biak, Papua, tersebut.
Sayangnya, langkah awal PSBS tidak berjalan sesuai harapan.
Tim asuhan Miskardi Hamin harus menelan kekalahan telak 0-5 dari Deltras FC.
Baca Juga: Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi PSBS untuk segera melakukan evaluasi.
Patrias berharap kondisi para pemain tetap terjaga dan mereka yang mengalami cedera dapat segera pulih.
"Terhadap hasil ini, tentu tidak bagus. Kita harus berbenah. Semoga semua pemain dalam kondisi baik, (yang sedang cedera) bisa sembuh dan berharap dapat hasil lebih baik lagi," ucap dia.