← Beranda
Rekor PSMS Medan! Jadi Tim Pertama yang Dapat Kartu Merah di Championship
jpgRabu, 16 September 2026 | 18.27 WIB
Pelatih PSMS Medan Eko Purjianto. PSMS Medan menjadi tim pertama yang mendapat kartu merah di Liga 2 Championship musim ini. Kiper Rudi Nurdin Rajak diusir pada menit ke-57. (Istimewa)

JawaPos.com - Pekan pertama Liga 2 Championship sudah berlangsung akhir pekan kemarin. Pekan pertama ini menghadirkan sejumlah statistik dan insiden.

Dari 10 pertandingan di pekan pertama ini, PSMS Medan tercatat sebagai tim pertama yang memperoleh kartu merah di Liga 2 Championship musim ini. Kartu merah tersebut diperoleh kiper Rudi Nurdin Rajak saat melawan Sumsel United, Minggu (13/9).

Rudi menerima kartu merah pada menit ke-57 setelah melakukan pelanggaran keras kepada pemain Sumsel United. Akibatnya, PSMS terpaksa menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Pertandingan Sumsel United melawan PSMS ini juga menghadirkan empat kartu kuning bagi tuan rumah. Catatan ini membuat Sumsel United menjadi tim paling banyak memperoleh kartu kuning di pekan pertama ini.

Pelatih PSMS Eko Purdjianto mengaku kecewa dengan performa anak asuhnya di babak kedua. Sebab, mereka sempat unggul dua gol di babak pertama, namun terkejar di babak kedua.

“Kita tampil dominan dan banyak peluang. Di babak kedua kita lengah, kurang konsisten. Terjadinya kartu merah juga sangat berpengaruh kepada tim,” ujarnya.

Eko mengaku sudah mengingatkan pemain saat jeda agar tetap menjaga konsentrasi. Namun, PSMS justru kebobolan pada awal babak kedua yang kemudian mengubah jalannya pertandingan.

“Babak kedua tadi saya sampaikan kita harus konsisten. Kita lengah di menit pertama babak kedua sehingga terjadinya gol, tambah satu gol lagi dan ada kartu merah. Tapi pemain tetap fight. Ke depannya kita perbaiki,” tegasnya.

Eko juga menilai permainan PSMS pada babak kedua terlalu terburu-buru. Sirkulasi bola yang tidak tenang membuat tim kehilangan kontrol permainan.

Baca Juga: Alex Martins Makin Percaya Diri, Bomber Persebaya Cetak Gol setelah Alami Dislokasi Bahu

“Babak kedua terlalu buru-buru, memberikan bola buru-buru selalu ke depan. Ditambah gol pertama dari Sumsel menambah lose konsentrasi kita. Tapi itulah pertandingan,” katanya.

Selain mengevaluasi hasil pertandingan, Eko turut menyinggung regulasi I.League yang mewajibkan klub memainkan dua pemain U-21. Menurutnya, aturan tersebut harus segera direspons dengan memberikan kesempatan sekaligus menjaga perkembangan pemain muda.

“I.League menerapkan dua pemain U-21, tentu ada tujuannya untuk tim nasional. Kita harus cepat adaptasi untuk next ke depannya. Kita tetap maintenance pemain muda kita ke depannya,” ucap Eko. (dek)

EDITOR: Hendra