← Beranda
Jaya Hartono Minta Maaf! Kursi Panas Pelatih Persiraja Usai Kalah dari Semen Padang
Andre Rizal HanafiRabu, 16 September 2026 | 17.57 WIB
Persiraja kalah 0-1 dari Semen Padang pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/27. Jaya Hartono minta maaf dan janji berbenah. (Dok. iLeague)

JawaPos.com - Persiraja Banda Aceh mengawali Pegadaian Championship 2026/27 dengan kekalahan setelah ditundukkan Semen Padang FC 0-1 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Minggu (13/9) malam.

Pelatih Persiraja Jaya Hartono pun meminta maaf kepada pendukung Laskar Rencong. Dia berjanji segera mengevaluasi tim agar mampu memberikan hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

“Saya mewakili seluruh pemain memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kami belum bisa memberikan yang terbaik buat Persiraja. Tapi kami akan berusaha memperbaiki semuanya untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Jaya Hartono dikutip dari iLeague.

Persiraja sebenarnya tampil agresif sejak awal pertandingan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk melalui Djakaridja Traore yang beberapa kali mengancam pertahanan Semen Padang.

Namun, peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih bermain imbang 0-0.

Jaya menilai Persiraja memiliki cukup banyak kesempatan untuk mencetak gol. Bahkan, dia menyebut peluang timnya lebih banyak dibandingkan Semen Padang.

“Kami hanya kecolongan di babak kedua. Padahal kami juga punya banyak peluang yang seharusnya bisa diciptakan menjadi gol. Justru peluang kami lebih banyak daripada mereka, tetapi mereka hanya punya satu peluang yang berbuah gol,” kata Jaya.

Semen Padang kemudian melakukan perubahan pada babak kedua dengan memasukkan Ari Maring pada menit ke-63. Pergantian tersebut langsung memberikan dampak.

Delapan menit setelah masuk, Ari Maring mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-71 untuk membawa Semen Padang unggul 1-0.

Baca Juga: Borneo FC Wajib Waspada, Pelatih Dewa United Optimistis Curi Poin

Persiraja berusaha merespons dengan meningkatkan tekanan. Namun, berbagai upaya yang dilakukan belum mampu menghasilkan gol penyama kedudukan.

Menurut Jaya, persoalan Persiraja bukan hanya terletak pada penyelesaian akhir. Konsistensi permainan dan kepercayaan diri pemain juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

“Kami tidak bisa konsisten dalam bermain. Mereka lebih dewasa bermainnya, lebih punya kepercayaan diri. Secara individu mereka lebih percaya diri daripada pemain-pemain kami,” ungkapnya.

Jaya memastikan evaluasi akan segera dilakukan. Persiraja bertekad memperbaiki sejumlah kekurangan agar mampu meraih hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya di Pegadaian Championship 2026/27.

EDITOR: Hendra