JawaPos.com — Risto Mitrevski ternyata bukan gelandang bertahan dadakan Persebaya Surabaya saat mengalahkan PSIM Yogyakarta 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam.
Bernardo Tavares sudah mencoba posisi tersebut sejak musim lalu untuk menjaga keseimbangan permainan sekaligus memberi ruang lebih besar bagi bek sayap Persebaya Surabaya membantu serangan.
Baca Juga: Mesin Gol Baru Persebaya Surabaya, Alex Martins Jaminan Ketajaman di Super League
Mengapa Risto Mitrevski dimainkan sebagai gelandang bertahan?
Keputusan Bernardo Tavares menempatkan Risto Mitrevski sebagai gelandang bertahan merupakan bagian dari rencana taktik yang sudah pernah diterapkan sebelumnya.
Pelatih asal Portugal itu mengungkapkan Risto sudah dimainkan di posisi tersebut dalam beberapa pertandingan musim lalu sehingga perubahan peran saat menghadapi PSIM bukan eksperimen mendadak.
"Musim lalu saya juga sempat menempatkan Risto di posisi itu pada beberapa pertandingan," ujar Bernardo Tavares.
“Kami tahu posisinya, dan fakta bahwa Risto bermain sebagai gelandang bertahan bukan berarti kami bermain defensif.”
Skema tersebut sekaligus membuat Walber Motta bisa berduet dengan Yuran Fernandes di jantung pertahanan.
Dengan Risto berdiri di depan dua bek tengah, Persebaya Surabaya memiliki pemain tambahan untuk menjaga keseimbangan ketika bek sayap bergerak lebih agresif ke area depan.
Data I.League menunjukkan Risto sudah tampil dalam 2 pertandingan Super League hingga pekan kedua.
Pemain tersebut mencatat 24 umpan sukses dari 29 percobaan, 5 tekel, 5 intersepsi, dan 1 sapuan, sebuah gambaran kontribusi defensif yang mendukung peran barunya.
Baca Juga: Drama Gol Tunggal, Persebaya Lukai PSIM Lewat Kerja Keras Bersama
Apa keuntungan Risto berada di depan lini belakang?
Peran Risto sebagai gelandang bertahan memberikan keleluasaan kepada bek sayap Persebaya Surabaya untuk lebih aktif menyerang.
Bernardo Tavares sengaja menggunakan struktur tersebut agar pemain di sisi lapangan tidak harus terlalu khawatir meninggalkan ruang di belakang ketika ikut membangun serangan.
"Ini justru memberikan keseimbangan dan membiarkan bek sayap kita seperti Jefferson untuk lebih aktif naik membantu serangan di sisi depan, serta menempatkan lebih banyak pemain di dekat kotak penalti lawan," imbuh Bernardo Tavares.
“Jadi itu bukan strategi bertahan, melainkan soal keseimbangan tim.”
Jefferson Silva menjadi salah satu pemain yang paling terlihat mendapatkan keuntungan dari pendekatan tersebut.
Bek sayap itu tidak hanya menjalankan tugas defensif, tetapi juga beberapa kali bergerak ke depan untuk membuka jalur serangan dari sisi lapangan.
Kontribusi Jefferson bahkan ikut mengawali proses terciptanya gol kemenangan Persebaya Surabaya.
Situasi itu memperlihatkan alasan Bernardo membutuhkan pemain seperti Risto di area tengah, terutama ketika struktur permainan harus tetap terjaga saat pemain lain bergerak agresif.
Mengapa keseimbangan makin penting setelah PSIM kehilangan pemain?
Keseimbangan semakin penting setelah PSIM Yogyakarta harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-49.
Keunggulan jumlah pemain membuat Persebaya Surabaya memiliki lebih banyak ruang untuk menyerang, tetapi pada saat bersamaan PSIM bisa mengubah pendekatan menjadi pertahanan yang jauh lebih rapat.
Bernardo Tavares menyadari situasi tersebut tidak otomatis membuat pertandingan menjadi mudah.
"Ketika sebuah tim bermain dengan 10 orang, mereka cenderung menutup ruang rapat-rapat, bertahan total, dan berlari lebih banyak karena memiliki motivasi ekstra," kata Bernardo.
Kondisi itu membuat Persebaya Surabaya harus tetap sabar mencari celah.
Pelatih tersebut menyebut timnya tetap mampu menciptakan banyak situasi berbahaya, melepaskan umpan silang, dan menghasilkan tembakan sebelum akhirnya menemukan gol yang mengubah pertandingan.
"Memang sedikit lebih sulit, tapi kami tetap mampu menciptakan banyak situasi berbahaya, melepaskan umpan silang, dan melepaskan tembakan hingga akhirnya gol tercipta," dia menambahkan.
Baca Juga: Kilas Debut Saddil Ramdani dan Kemenangan Tipis Persebaya di Super League
Statistik Risto menunjukkan peran yang tidak sekadar bertahan
Statistik Risto Mitrevski hingga pekan kedua Super League memperlihatkan pemain tersebut mampu menjalankan fungsi penting di area tengah.
Selain mencatat 24 umpan sukses dari 29 percobaan, dia juga sudah menghasilkan 5 tekel dan 5 intersepsi dalam 2 penampilan.
Catatan tersebut memperlihatkan Risto tidak sekadar ditempatkan untuk memperkuat pertahanan.
Satu tembakan, satu sapuan, satu kartu kuning, serta 3 pelanggaran melengkapi statistiknya hingga pekan kedua berdasarkan data I.League.
Keputusan Bernardo Tavares pun mulai terlihat sebagai bagian dari pola yang lebih besar.
Risto bisa menjadi penghubung antara lini belakang dan tengah, sementara Jefferson serta bek sayap lainnya mendapatkan kesempatan lebih luas untuk membantu serangan tanpa membuat struktur Persebaya Surabaya kehilangan keseimbangan.
"Yang terpenting, para pemain tidak kehilangan fokus dan terus berjuang hingga akhir untuk mengamankan tiga poin di kandang," pungkas Bernardo Tavares.
Kemenangan 1-0 atas PSIM Yogyakarta akhirnya bukan hanya soal gol Alex Martins.
Di balik tiga poin tersebut, ada keputusan taktik Bernardo Tavares yang kembali menunjukkan Risto Mitrevski memang sudah dipersiapkan untuk menjalankan peran berbeda ketika kebutuhan permainan menuntutnya.