JawaPos.com - PSMS Medan harus melakukan penyesuaian pada musim 2026/27 menyusul penerapan regulasi pemain U-21 di Pegadaian Championship.
Aturan tersebut mewajibkan setiap klub mendaftarkan sedikitnya delapan pemain U-21 sekaligus memainkan pemain muda dalam pertandingan.
Regulasi ini juga mengharuskan setiap tim memainkan minimal dua pemain U-21 dengan total akumulasi waktu bermain mencapai 180 menit dalam satu pertandingan.
Baca Juga: Kisah Fajar Firdaus, dari Nyaris Jadi Satpam hingga Jadi Pahlawan Sumsel United
Pelatih PSMS Medan, Eko Purjianto, menilai aturan tersebut memiliki tujuan positif, terutama untuk membantu perkembangan pemain muda dan tim nasional Indonesia.
Namun, menurutnya, regulasi baru itu juga membuat tim pelatih harus lebih cermat dalam menyiapkan komposisi pemain.
“Yang pasti dengan adanya regulasi tersebut pasti bertujuan untuk meningkatkan tim nasional kita. Kini seluruh tim termasuk kami harus beradaptasi, karena salah perhitungan bisa mempengaruhi jalannya pertandingan,” ujar Eko.
Baca Juga: Persib Tiba di Seoul, Maung Bandung Langsung Latihan Jelang Hadapi FC Seoul
Eks pemain Timnas Indonesia itu menyebut penentuan starting XI menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan secara serius.
Pelatih tidak hanya dituntut memilih pemain berdasarkan kebutuhan taktik, tetapi juga harus memastikan aturan mengenai pemain U-21 dapat terpenuhi sepanjang pertandingan.
Eko mengaku akan lebih berhati-hati dalam melakukan perhitungan sebelum menentukan susunan pemain maupun pergantian pemain.
“Sebagai pelatih, tentu kami harus lebih berhati-hati dalam menentukan starting line up untuk mengakomodir regulasi tersebut,” lanjutnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain senior PSMS Medan, Manahati Lestusen, menyambut positif penerapan regulasi tersebut.
Menurutnya, aturan ini bisa menjadi kesempatan besar bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman dan menunjukkan kemampuan di level kompetisi profesional.
Baca Juga: PSBS Biak Tak Berdaya di Markas Deltras FC, Miskardi Tetap Apresiasi Pemain
Manahati berharap para pemain U-21 tidak sekadar memenuhi aturan, tetapi benar-benar memanfaatkan kesempatan bermain untuk berkembang.
“Saya pikir ini kebijakan yang bagus untuk pemain, mereka sekarang harus lebih terpacu dan termotivasi untuk dapat menampilkan permainan terbaiknya,” kata Manahati.
Sebagai pemain senior, Manahati merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan dorongan dan membantu pemain muda beradaptasi dengan situasi pertandingan.
Baca Juga: Persipura Tak Mau Larut dalam Kekalahan, Evaluasi Jadi Bekal Saat Hadapi Kendal Tornado FC
“Sebagai pemain senior, tugas kami hanya memberikan dorongan dan bimbingan. Selain itu, terkait pemilihan di lapangan merupakan area tim pelatih dan pemain hanya bertugas mengikuti instruksi tersebut,” jelas pemain yang juga seorang prajurit TNI tersebut.
Pada laga pembuka musim ini, PSMS sudah menerapkan regulasi tersebut.
Tiga pemain muda dimainkan, yakni Sulthan Zaky Pramana Putra Razak yang tampil penuh selama 90 menit, serta Muhammad Raihan Utama yang masuk pada penghujung babak kedua menggantikan pemain regulasi lainnya, Rizdjar Nurviat Subagya.
Baca Juga: Menang Tipis atas Persiraja, Nil Maizar Ingatkan Semen Padang FC Belum Boleh Berpuas Diri
Bagi PSMS, penerapan regulasi U-21 menjadi tantangan sekaligus peluang.
Tim Ayam Kinantan dituntut mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan taktik dan kesempatan bagi pemain muda untuk berkembang.