← Beranda
Kesulitan Awal Isenmulang Kalteng FC di Super League 2026/2027
Andre Rizal HanafiSenin, 14 September 2026 | 14.34 WIB
Isen Mulang Kalteng FC masih kesulitan di awal Super League 2026/2027. (I.League)

 

JawaPos.com - Isenmulang Kalteng FC harus menjalani awal musim Super League 2026/2027 dengan hasil yang belum sesuai harapan.

Sebagai klub promosi, tim berjuluk Isenmulang tersebut langsung menghadapi tantangan berat setelah menelan dua kekalahan dalam dua pertandingan pertama.

Isenmulang Kalteng FC sebelumnya dikenal dengan nama Adhyaksa FC Banten. Pada pekan pertama, mereka takluk 0-4 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang. Hasil tersebut kemudian berlanjut pada pekan kedua ketika mereka kembali gagal meraih poin.

Baca Juga: Dua Kali Kalah Beruntun, Makan Konate Optimistis Isenmulang Kalteng FC Bisa Segera Bangkit

Bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Isenmulang Kalteng FC kalah 1-4 dari Bali United FC. Dua hasil tersebut membuat tim promosi ini masih harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan poin perdana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, menyebut timnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan persaingan Super League. Ia menilai kepercayaan diri pemain menjadi salah satu hal yang perlu segera dibangun setelah mendapat hasil kurang maksimal pada dua laga awal.

"Yang paling pertama yang memang harus kita lakukan adalah memberikan kepercayaan kepada pemain. Seperti dari awal saya katakan, tim ini perlu beradaptasi dengan level Super League," ujar Mundari Karya.

Baca Juga: Kalah Telak dari Bali United, Mundari Karya Sebut Isenmulang Kalteng FC Kehilangan Kepercayaan Diri

Menurut Mundari, sebagian besar pemain yang saat ini memperkuat Isenmulang merupakan bagian dari skuad yang membawa Adhyaksa FC promosi dari Championship 2025/2026. Komposisi tersebut kemudian diperkuat sejumlah pemain asing yang belum memiliki pengalaman bermain di Indonesia.

Kondisi itu membuat proses adaptasi menjadi pekerjaan penting bagi tim pelatih. Mundari berharap para pemain bisa semakin memahami karakter permainan satu sama lain seiring berjalannya kompetisi.

"Hampir semua pemain ini adalah pemain yang mengangkat Adhyaksa sebelumnya ke Super League, cuma ditambah beberapa pemain yang belum pernah main di Indonesia juga. Jadi perlu beradaptasi," katanya.

Mundari juga tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan dari dua pertandingan pertama. Ia memperkirakan timnya baru bisa menunjukkan bentuk permainan yang lebih jelas setelah melewati beberapa pertandingan.

"Ini baru dua pertandingan. Kalau untuk tim baru seperti ini, menurut saya butuh sekitar lima pertandingan baru kelihatan bentuknya seperti apa dan apa yang akan kita lakukan ke depan," jelasnya.

Di sisi lain, Isenmulang masih memiliki satu slot pemain asing yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat skuad. Manajemen bersama tim pelatih masih melakukan evaluasi terkait posisi yang membutuhkan tambahan pemain.

"Kita masih tunggu dan evaluasi sampai tanggal 23 September, pemain di posisi mana yang kira-kira kita butuhkan untuk menambah kekuatan tim," tutup Mundari.

Dengan evaluasi yang terus dilakukan, Isenmulang Kalteng FC berharap bisa segera menemukan permainan terbaik sekaligus mengakhiri rentetan kekalahan pada pertandingan berikutnya.

EDITOR: Edi Yulianto