← Beranda
Pesan Perjuangan dari Tribun Timur Jatidiri di Laga PSIS vs PSPS
Andre Rizal HanafiSabtu, 12 September 2026 | 21.25 WIB
Sejumlah pesan perjuangan disuarakan suporter Laskar Mahesa Jenar dari tribun timur Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jumat (11/9). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Dari tribun timur Stadion Jatidiri, Kota Semarang, sejumlah pesan perjuangan turut disuarakan suporter Laskar Mahesa Jenar, Jumat (11/9).

Laga pembuka Pegadaian Championship 2026/2027 antara PSIS Semarang dan PSPS Pekanbaru tidak hanya menjadi pertandingan sepak bola. 

Berbagai spanduk terbentang di tribun saat pertandingan berlangsung. Pesan yang disampaikan pun beragam, mulai dari isu sepak bola, kemanusiaan, hingga lingkungan.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Chelsea vs Hull City di Liga Inggris: Xabi Alonso Siap Mainkan Romeo Lavia

Salah satu spanduk bertuliskan Don't Stop Talking About Kanjuruhan 135+ terlihat di tribun.

Pesan tersebut menjadi pengingat terhadap tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang hingga kini masih menjadi salah satu peristiwa kelam dalam perjalanan sepak bola Indonesia.

Selain Kanjuruhan, terdapat pula spanduk bertulis Gamma, Affan, Bambang Meninggal Dibunuh.

Baca Juga: Prediksi Skor Paris FC vs Lyon di Liga Prancis: Les Gones Bakal Sulitkan Tuan Rumah Raih 3 Poin

Ada juga pesan Save Gunung Ungaran yang mengangkat kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar Semarang dan Jawa Tengah.

Kemunculan berbagai spanduk tersebut memperlihatkan bahwa tribun sepak bola tidak hanya menjadi tempat untuk memberikan dukungan kepada tim.

Bagi suporter, tribun juga menjadi ruang untuk menyampaikan suara dan menunjukkan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Semangat perjuangan memang kerap beriringan dengan kehidupan kelompok suporter.

Dukungan kepada klub tidak selalu berhenti pada 90 menit pertandingan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pesan-pesan sosial yang mereka anggap penting.

Tragedi Kanjuruhan sendiri bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban dan suporter Arema FC.

Baca Juga: Hanya 4 Kali Kalah di Kandang Musim Lalu! Target Jefferson Antarkan Persebaya Kunci 3 Poin

Peristiwa tersebut turut mengguncang komunitas suporter di berbagai daerah di Indonesia.

Jumlah korban meninggal dunia yang sangat besar bahkan membuat tragedi tersebut menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah sepak bola dunia.

Karena itu, pesan untuk tidak berhenti membicarakan Kanjuruhan masih terus muncul di berbagai stadion.

Baca Juga: Djarum Foundation Raih Penghargaan Indonesia Sports Awards Kategori Sports Industry of The Year 2026

Tujuannya agar tragedi serupa tidak kembali terjadi dan keselamatan suporter maupun seluruh pihak yang berada di stadion tetap menjadi perhatian utama.

Di tengah atmosfer laga pembuka Pegadaian Championship, pesan-pesan tersebut menjadi bagian dari warna tribun Jatidiri.

PSIS Semarang sendiri menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 atas PSPS Pekanbaru.

Baca Juga: Persija Dapat Suntikan Energi Jelang Hadapi Persib pada Kompetisi Super League

Laskar Mahesa Jenar mengawali kompetisi dengan tiga poin, sementara para suporter tetap membawa pesan perjuangan mereka dari tribun.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah