JawaPos.com — Persebaya Surabaya menjadi ruang praktik bagi empat pelatih yang tengah mengikuti Kursus Lisensi AFC Pro di Surabaya.
Nova Arianto, Firman Utina, Zulkifli Syukur, dan Shin Sang-gyu melatih pemain Persebaya U-20 di Lapangan B Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (11/9/2026), sekaligus membuka pengalaman baru bagi Persebaya Future Lab.
Baca Juga: Tak Mau Ulangi Kesalahan Musim Lalu! PSIM Jadi Tantangan Persebaya di Laga Kandang Perdana
Empat Pelatih Turun Langsung Melatih Pemain Muda
Sesi latihan Persebaya U-20 tersebut menjadi bagian dari blok keempat Kursus Lisensi AFC Pro yang berlangsung di Surabaya.
Para pemain muda Persebaya Future Lab mendapat kesempatan merasakan langsung metode latihan dari empat pelatih dengan pengalaman dan latar belakang berbeda di sepak bola Indonesia.
Nova Arianto dikenal memiliki pengalaman panjang sebagai pemain sekaligus pelatih, sementara Firman Utina merupakan mantan gelandang tim nasional Indonesia yang kini menekuni dunia kepelatihan.
Zulkifli Syukur juga memiliki rekam jejak panjang sebagai pemain profesional, sedangkan Shin Sang-gyu pernah menjadi pelatih fisik Persebaya Surabaya.
Kehadiran empat pelatih tersebut membuat sesi latihan terasa berbeda bagi para pemain muda.
Mereka tidak hanya menjalankan materi latihan, tetapi juga melihat langsung bagaimana seorang pelatih menyampaikan instruksi, membangun komunikasi, dan mengelola pemain di lapangan.
Direktur Akademi Persebaya Future Lab Janu Ramadanis menilai kesempatan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran pemain.
Lingkungan Persebaya yang digunakan dalam kursus juga membuka ruang pertukaran pengalaman antara akademi dan para peserta lisensi.
“ Kami tentu menyambut positif ketika Persebaya Future Lab dipercaya menjadi bagian dari pelaksanaan Kursus Lisensi AFC Pro,” ujarnya.
“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami, terutama pemain-pemain muda, untuk mendapatkan pengalaman dan melihat langsung bagaimana para pelatih dengan pengalaman dan latar belakang yang berbeda menjalankan proses latihan.”
Baca Juga: Persebaya Kembali Berlatih, Kondisi Pemain Dipantau Ketat Jelang Hadapi PSIM Yogyakarta
Pemain Persebaya U-20 Belajar dari Karakter Pelatih Berbeda
Janu melihat pengalaman berlatih bersama empat pelatih tersebut tidak berhenti pada materi teknis.
Para pemain Persebaya Future Lab juga bisa memahami perbedaan karakter setiap pelatih dalam berkomunikasi, memberikan instruksi, hingga menentukan pendekatan selama latihan.
“Yang pasti anak-anak bisa merasakan keragaman dari masing-masing pelatih top nasional,” ujar Janu.
“Dari situ mereka bisa belajar memahami keberagaman, baik dari cara berkomunikasi, memberikan instruksi, maupun pendekatan dalam latihan.”
Pengalaman semacam itu menjadi penting bagi pemain yang sedang berada dalam fase pembentukan menuju sepak bola profesional.
Mereka bisa melihat langsung jika satu materi latihan dapat disampaikan dengan pendekatan berbeda, tergantung karakter pelatih dan kebutuhan pemain.
Bagi Persebaya Future Lab, proses tersebut sejalan dengan upaya akademi memperluas pengalaman pemain melalui lingkungan sepak bola yang lebih beragam.
Setiap sesi latihan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membantu pemain memahami tuntutan profesionalisme.
Program Lisensi AFC Pro sendiri merupakan jenjang lisensi kepelatihan tertinggi yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Kursus tersebut dipersiapkan bagi pelatih yang nantinya menangani klub profesional maupun tim nasional di level tertinggi.
Baca Juga: Jelang Hadapi PSIM Yogyakarta! Persebaya Surabaya Pantau Kebugaran Pemain Usai Perjalanan Panjang
Persebaya Jadi Laboratorium Kepemimpinan Pelatih
Dalam pelaksanaan kursus di Surabaya, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers turut hadir dan terlibat dalam proses pembelajaran peserta.
Kehadiran pemain Persebaya Future Lab memberikan kesempatan bagi para calon pelatih untuk menerapkan materi yang diperoleh dalam situasi latihan secara langsung.
Alex menilai lingkungan klub seperti Persebaya Surabaya memberikan tantangan tersendiri bagi peserta kursus, terutama dalam aspek kepemimpinan.
Menurutnya, karakter klub dan tuntutan yang dihadapi pelatih bisa berbeda sehingga pendekatan kepemimpinan juga harus menyesuaikan kondisi.
“Persebaya merupakan salah satu klub besar di Indonesia, sehingga para pelatih membutuhkan kemampuan kepemimpinan yang berbeda ketika bekerja di lingkungan seperti ini,” ujarnya.
“Begitu juga ketika mereka bekerja di klub papan tengah atau klub dengan karakter yang berbeda.”
Penilaian tersebut menempatkan Persebaya sebagai salah satu lingkungan yang menarik untuk menguji kemampuan peserta kursus.
Tekanan, karakter klub, pemain, serta ekspektasi yang berbeda membuat calon pelatih perlu memiliki kemampuan beradaptasi, selain menguasai aspek teknis permainan.
Alex juga memberikan apresiasi terhadap fasilitas yang disiapkan Persebaya selama pelaksanaan Kursus Lisensi AFC Pro.
Menurut mantan Direktur Teknik Jordan Football Association tersebut, kondisi fasilitas turut mendukung proses pembelajaran peserta.
“Di Persebaya, kami mendapatkan lingkungan yang sangat baik. Fasilitasnya juga sangat mendukung. Mereka memiliki tiga lapangan dan berbagai fasilitas latihan yang bisa digunakan,” jelasnya.
Ada Pertukaran Pengetahuan antara PSSI dan Persebaya
Kursus tersebut juga tidak berjalan satu arah karena staf Persebaya ikut melihat langsung proses pembelajaran para peserta.
Situasi itu membuka peluang pertukaran pengetahuan mengenai filosofi permainan, karakter tim, hingga kemampuan pemain.
“Bahkan, staf Persebaya datang untuk melihat langsung proses kursus Pro License, kemudian berbagi pengetahuan mengenai gaya bermain, karakter tim, cara mereka bekerja, hingga kemampuan para pemain,” tambahnya.
Pertukaran tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak dalam satu lingkungan sepak bola yang sama.
Para peserta Kursus Lisensi AFC Pro memperoleh kesempatan menerapkan pengetahuan di lapangan, sedangkan pemain Persebaya Future Lab mendapatkan pengalaman menghadapi pendekatan dari pelatih-pelatih berpengalaman.
Bagi Persebaya Future Lab, sesi latihan bersama peserta kursus menjadi bagian dari perjalanan panjang pembentukan pemain muda.
Setiap instruksi yang diterima, cara berkomunikasi yang diamati, serta pengalaman berada di lingkungan pelatih berlisensi tinggi diharapkan menjadi bekal menuju level sepak bola profesional.