JawaPos.com — Arema FC membawa modal positif berupa kemenangan pada laga perdana Super League 2026/2027 saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (13/9/2026).
Singo Edan juga memiliki catatan unggul dalam produktivitas pertemuan Super League dengan 24 gol dari 18 pertandingan melawan PSM Makassar.
Baca Juga: Kabar Baik Arema FC, Gustavo Henrique Mulai Berlatih di Lapangan dan Dewangga Segera Pulih
Rekor Arema FC Lebih Produktif
Catatan pertemuan PSM Makassar kontra Arema FC di Super League menunjukkan persaingan cukup berimbang dalam 18 pertandingan terakhir.
Berdasarkan data Transfermarkt, Arema FC mengantongi 8 kemenangan, sedangkan PSM Makassar menang 6 kali dan empat laga lainnya berakhir imbang.
Keunggulan Arema FC juga terlihat dari jumlah gol yang sudah dicetak dalam duel tersebut. Arema FC mencatat 24 gol, unggul satu gol dari PSM Makassar yang mengoleksi 23 gol dari 18 pertemuan.
Statistik tersebut menjadi salah satu modal kepercayaan diri bagi Arema FC menjelang lawatan ke Parepare. Meski begitu, pelatih Marcos Santos tidak ingin catatan masa lalu membuat timnya terlena saat menghadapi PSM Makassar.
Marcos Santos justru meminta anak asuhnya mempersiapkan pertandingan berdasarkan karakter permainan PSM Makassar musim ini.
Pelatih asal Brasil tersebut menilai lawannya memiliki organisasi permainan kuat dan mampu memberikan ancaman melalui skema yang berbeda.
"Kami mencoba mensimulasikan beberapa situasi, berusaha memahami tim Makassar yang merupakan tim sangat kuat," kata Marcos Santos.
“Mereka sangat siap dan dilatih dengan baik. Saya sangat suka permainan mereka saat melawan Persib Bandung, meskipun mereka kalah.”
Baca Juga: Shin Tae-yong Bantah Rumor Persija Jakarta Pinjamkan Shayne Pattynama ke Arema FC
Marcos Santos Waspadai Permainan Vertikal PSM Makassar
PSM Makassar menjadi perhatian Arema FC karena memiliki struktur pertahanan yang dinilai sangat terorganisir.
Selain itu, tim berjuluk Juku Eja tersebut juga dianggap mampu bermain vertikal dengan memanfaatkan bola panjang menuju lini depan.
"Mereka kalah lawan Persib Bandung, tapi setelah kami tonton pertandingannya, mereka tim yang sangat bagus," imbuhnya.
“Mereka sempat unggul 1-0. Jadi kami mensimulasikan beberapa situasi yang kami perkirakan akan dihadapi melawan PSM Makassar, menyiapkan dua hingga tiga skema permainan.”
Marcos Santos menilai PSM Makassar tidak terlalu bergantung pada penguasaan bola untuk membangun serangan. Pola permainan langsung menjadi salah satu aspek yang menurutnya harus mendapat perhatian khusus dari Arema FC.
"Mereka tim yang bertahan sangat terorganisir, bermain vertikal, tidak terlalu mengandalkan penguasaan bola, melainkan suka bola-bola panjang langsung ke depan, terutama mencari pemain Jepang mereka (Kodai Tanaka)," kata Marcos Santos.
Selain Kodai Tanaka, kualitas pemain sayap dan kekuatan lini tengah PSM Makassar juga menjadi perhatian.
Kemampuan memenangkan bola kedua membuat Arema FC harus menjaga jarak antarlini sekaligus mempertahankan konsentrasi selama 90 menit.
"Pemain sayap mereka punya kualitas teknik tinggi dan lini tengahnya kuat merebut bola kedua. Mereka dilatih sangat baik dan kuat secara fisik," sambungnya.
Baca Juga: Bahaya Ledakan Arema FC! Bola Mati Jadi Kunci Asal Tim Jawa Timur di Super League Musim Ini
Arema FC Tak Mau Bergantung pada Kemenangan Perdana
Arema FC datang ke pekan kedua dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengawali Super League 2026/2027 dengan kemenangan.
Hasil tersebut menempatkan Arema FC di posisi puncak klasemen sementara dengan koleksi tiga poin, meski jumlah poin itu juga dimiliki lima klub lainnya.
Posisi tersebut membuat kemenangan perdana menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan kedua.
Namun, Marcos Santos menegaskan persiapan harus tetap berangkat dari kebutuhan taktik, bukan sekadar mempertahankan euforia hasil positif.
Arema FC kini mematangkan beberapa kemungkinan skema untuk menghadapi PSM Makassar.
Tim pelatih juga berusaha memastikan para pemain memahami situasi pertandingan yang berpotensi terjadi ketika harus bermain di kandang lawan.
Tantangan Arema FC semakin besar karena PSM Makassar akan tampil di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
Dukungan suporter tuan rumah berpotensi memberikan energi tambahan bagi PSM Makassar sekaligus menciptakan tekanan bagi tim tamu.
Karena itu, konsentrasi menjadi salah satu aspek utama yang perlu dijaga Arema FC. Kesalahan kecil dalam menghadapi bola panjang, perebutan bola kedua, maupun pergerakan pemain depan PSM Makassar bisa menjadi ancaman serius.
Baca Juga: HUT Pertama Arema FC Women Academy, Turnamen Putri U-10 dan U-14 Digelar di Semarang
Kondisi Alfeandra Dewangga Masih Ditunggu
Selain menyiapkan strategi menghadapi PSM Makassar, Arema FC masih menunggu perkembangan kondisi Alfeandra Dewangga.
Pemain tersebut mengalami benturan keras pada pertandingan sebelumnya saat Arema FC menghadapi Isenmulang Kalteng FC.
Kondisi Dewangga menjadi salah satu perhatian tim menjelang pertandingan pekan kedua. Marcos Santos mengakui Arema FC tetap menyiapkan alternatif jika pemain tersebut belum dapat diturunkan melawan PSM Makassar.
"Tapi tim sudah siap jika dia tidak bisa main. Kami punya opsi pemain lain yang paham apa yang harus dilakukan secara taktik di lapangan," pungkas mantan pelatih Nautico musim 2024/2025 tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan Arema FC tidak ingin bergantung pada satu pemain ketika menghadapi laga penting di Parepare.
Kesiapan opsi pemain sekaligus fleksibilitas taktik menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi karakter PSM Makassar.
Dengan catatan 8 kemenangan berbanding 6 kemenangan PSM Makassar dalam 18 pertemuan, Arema FC memang memiliki sedikit keunggulan historis.
Produktivitas 24 gol juga menjadi angka menarik yang menunjukkan kemampuan Arema FC dalam menjebol gawang PSM Makassar.
Namun, statistik tersebut hanya menjadi gambaran masa lalu dan tidak menjamin hasil pertandingan pada 13 September 2026.
Arema FC tetap harus menghadapi PSM Makassar dengan organisasi permainan yang kuat, ancaman bola panjang, lini tengah agresif merebut bola kedua, serta tekanan bermain di Parepare.
Jika mampu menjaga konsentrasi dan menjalankan dua hingga tiga skema yang sudah disiapkan Marcos Santos, Arema FC berpeluang mempertahankan tren positif di awal Super League 2026/2027.
Laga pekan kedua ini sekaligus menjadi ujian untuk melihat apakah kemenangan perdana bisa berlanjut menjadi konsistensi Singo Edan di papan atas.