← Beranda
Indonesia Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, 2 Stadion Disiapkan
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 11 September 2026 | 04.59 WIB
Bek Timnas Indonesia Rizky Ridho berebut bola dengan pemain Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Indonesia resmi jadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Dua stadion disiapkan di Jakarta dan Bandung untuk turnamen sepak bola penting Asia Tenggara. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com — Indonesia resmi dipercaya menjadi tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Kompetisi resmi FIFA tersebut akan berlangsung di dua stadion, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, sekaligus menjadikan Indonesia negara pertama penyelenggara turnamen baru ini.

Indonesia Ukir Sejarah sebagai Tuan Rumah Perdana

Penetapan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi tonggak baru bagi sepak bola Asia Tenggara karena turnamen tersebut untuk pertama kalinya masuk dalam kalender kompetisi resmi FIFA.

Selain Indonesia, Hong Kong juga dipercaya menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup Divisi 2.

Status sebagai tuan rumah perdana membuat Indonesia memiliki kesempatan mencatat sejarah sejak awal kompetisi tersebut digelar.

FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus menghadirkan panggung kompetitif baru bagi tim nasional negara-negara Asia Tenggara untuk bersaing dalam atmosfer internasional.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan kompetisi tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada tim nasional menjalani pertandingan kompetitif dalam kalender internasional.

“FIFA ASEAN Cup digelar untuk memberikan peluang kompetitif yang bermakna bagi tim-tim nasional dalam kalender pertandingan internasional pria, sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain untuk mewakili negara mereka dalam persaingan regional dengan intensitas tinggi,” ujar Infantino.

Menurut Infantino, turnamen ini juga memiliki misi memperkuat hubungan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran FIFA ASEAN Cup diharapkan melahirkan pertandingan berintensitas tinggi sekaligus menghadirkan pengalaman internasional yang berkesan bagi penggemar sepak bola di kawasan.

Digelar 25 September, Klub Wajib Lepas Pemain

FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada jendela internasional 25 September sampai 5 Oktober 2026.

Dengan masuknya turnamen ke dalam kalender tersebut, klub wajib melepas pemain yang mendapatkan panggilan untuk memperkuat tim nasional negara peserta.

Kondisi ini membuat penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki dampak langsung terhadap klub-klub di kawasan.

Pemain yang menjadi bagian dari tim nasional berpeluang meninggalkan klubnya selama periode kompetisi berlangsung, sehingga klub perlu menyesuaikan komposisi skuad mereka.

Bagi Indonesia, momentum tersebut juga dapat memberikan panggung lebih besar bagi pemain nasional untuk tampil di hadapan publik sendiri.

Pertandingan yang digelar di Jakarta dan Kabupaten Bandung sekaligus membuka peluang hadirnya dukungan suporter dari berbagai daerah.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut kepercayaan FIFA menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Indonesia.

“FIFA ASEAN Cup ini merupakan brand FIFA. Bukan brand kami, PSSI, ataupun negara-negara di Asia. Ini benar-benar program FIFA,” ujar Erick Thohir.

Indonesia resmi menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026 dengan SUGBK Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue pertandingan. (Dok. PSSI)
Indonesia resmi menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026 dengan SUGBK Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue pertandingan. (Dok. PSSI)

SUGBK dan Si Jalak Harupat Jadi Venue

Indonesia telah menetapkan dua stadion untuk menggelar FIFA ASEAN Cup 2026, yaitu SUGBK di Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung.

Dua venue tersebut akan menjadi pusat pertandingan ketika negara-negara peserta bersaing dalam edisi perdana kompetisi FIFA di Asia Tenggara.

Pemilihan dua stadion tersebut juga menuntut kesiapan penyelenggaraan secara menyeluruh.

FIFA, Pemerintah Indonesia, dan PSSI akan berkolaborasi memastikan venue, infrastruktur, keamanan, transportasi, serta pelayanan bagi tim peserta dan suporter berjalan sesuai kebutuhan turnamen.

Erick Thohir menegaskan koordinasi dengan pemerintah pusat serta pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam persiapan.

“Bahkan, bisa dikatakan, FIFA ASEAN Cup sebagai salah satu ajang terbesar FIFA setelah Piala Dunia,” kata Erick Thohir.

Persiapan juga melibatkan pemerintah daerah DKI Jakarta dan Jawa Barat sesuai lokasi dua stadion yang dipilih.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kompetisi internasional dengan standar FIFA.

Bisa Dongkrak Ekonomi hingga Pariwisata

FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya memberikan dampak dari sisi olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi Indonesia.

Kedatangan tim, ofisial, suporter, dan wisatawan berpotensi menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

Jakarta dan Kabupaten Bandung akan menjadi dua wilayah yang mendapatkan perhatian selama turnamen berlangsung.

Mobilitas penonton dan rombongan peserta berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pertandingan, terutama selama periode 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Bagi sepak bola nasional, status sebagai tuan rumah perdana juga menjadi kesempatan memperkuat pengalaman Indonesia dalam menggelar ajang internasional.

Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperluas eksposur sepak bola Indonesia di tingkat global.

Indonesia pun akan menjadi bagian dari sejarah lahirnya FIFA ASEAN Cup di kawasan Asia Tenggara.

PSSI bersama Pemerintah Indonesia dan FIFA kini memiliki tanggung jawab memastikan edisi perdana turnamen berjalan sukses sekaligus menjadi standar baru bagi kompetisi sepak bola regional.

EDITOR: Hendra